Daftar Penyakit Kulit yang Bisa Menyerang Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

(0)
25 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada sejumlah penyakit kulit yang lebih sering dialami oleh penderita diabetesBeberapa penyakit kulit tertentu lebih rentan dialami oleh penderita diabetes
Diabetes bisa berdampak buruk pada berbagai bagian tubuh, termasuk kulit. Terdapat berbagai penyakit kulit yang dapat terjadi akibat menderita diabetes. Kondisi ini biasa terjadi bila kadar gula dalam tubuh pasien sangat tinggi.Tingginya kadar gula dalam tubuh penderita diabetes bisa berarti penyakit ini belum terdeteksi atau belum diatasi. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda bahwa perlu ada modifikasi atau penyesuaian dalam pengobatan diabetes yang sedang dijalani.

Beberapa penyakit kulit pada penderita diabetes

Ada berbagai penyakit kulit yang berkaitan dengan diabetes. Berikut beberapa di antaranya:
  • Acanthosis nigricans

Acanthosis nigricans adalah kondisi timbulnya bercak cokelat atau kehitaman pada lipatan kulit, seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Bercak ini tidak dapat hilang meski Anda menggosoknya.Bercak cokelat atau kehitaman dapat semakin menggelap dan menebal, serta bisa menimbulkan rasa gatal maupun bau tak sedap.Acanthosis nigricans umum terjadi pada penderita diabetes dan orang-orang yang kelebihan berat badan. Karena itu, salah satu cara mengatasinya adalah dengan berdiet.
  • Bullosis diabeticorum

Pada beberapa kasus, penderita diabetes dapat mengalami luka lepuh yang disebut bullosis diabeticorum. Kondisi ini lebih sering dialami oleh penderita neuropati diabetik, yaitu kondisi kerusakan saraf akibat diabetes.Luka lepuh pada bullosis diabeticorum bisa muncul di jari-jari kaki maupun tangan, telapak kaki, tungkai, ataupun lengan bawah. Luka melepuh ini biasanya berukuran besar, tidak menimbulkan nyeri, dan tidak terdapat peradangan kemerahan di sekelilingnya.Bullosis diabeticorum bisa sembuh dengan sendirinya dalam durasi sekitar tiga minggu. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menurunkan kadar gula darah.
  • Digital sclerosis

Digital sclerosis ditandai dengan timbulnya bercak pada kulit yang terasa kencang, tebal, dan berlilin. Kondisi ini biasa terjadi di punggung tangan atau jari, dan bisa saja menyebar ke lengan, punggung atas, serta bahu.Pada kasus berat, area yang terkena akan menjadi kaku dan sulit digerakkan. Kondisi ini bisa terjadi pada penderita diabetes tipe 1 ataupun tipe 2. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengontrol kadar gula darah dan melakukan pola hidup sehat.
  • Dermopati diabetik

Dermopati diabetik ditandai dengan timbulnya bercak-bercak bundar kecokelatan yang terasa kasar, mirip dengan bercak penuaan.Bercak-bercak dermopati diabetik muncul pada area tulang kering pada kaki. Bercak ini terjadi karena rusaknya pembuluh darah akibat diabetes, namun tidak menyakitkan atau terasa gatal.Dermopati diabetes umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya dalam 18 bulan atau lebih. Kondisi ini biasa tidak memerlukan penanganan khusus.
  • Necrobiosis lipoidica diabeticorum (NLD)

NLD ditandai dengan timbulnya bercak kecil berwarna kemerahan di kulit. Bercak ini mungkin mirip dengan bercak dermopati diabetik, namun umumnya jumlah lebih sedikit dan berukuran lebih besar.Bercak NLD dapat tumbuh lebih besar dan tampak mengkilat, bahkan terkadang bisa berubah menjadi warna kuning.Bercak ini dapat menimbulkan rasa gatal dan nyeri. Seiring waktu, bercak juga dapat menipis dan retak, yang menimbulkan luka borok (ulcers). Meski demikian, NLD tergolong jarang terjadi.
  • Eruptive xanthomatosis

Eruptive xanthomatosis ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan kecil berlilin yang berwarna kuning kemerahan, mirip jerawat di kaki, tangan, lengan, ataupun bokong. Benjolan ini dapat terasa gatal dan biasanya terjadi pada diabetes yang tak dikontrol.Benjolan eruptive xanthomatosis lebih sering dialami oleh pria muda yang menderita diabetes tipe 1. Penderita umumnya juga memiliki kadar lemak dan kolesterol yang tinggi. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah. 
  • Disseminated granuloma annulare

Kondisi ini ditandai dengan bercak timbul berbentuk seperti cincin atau busur pada kulit. Bercak biasanya berwarna kemerahan atau kecokelatan dan berada di area pergelangan kaki, tangan, telapak kaki, atau lengan atas.Disseminated granuloma annulare diperkirakan terjadi sebagai respons peradangan. Kondisi ini bisa diatasi dengan penggunaan krim, suntik, atau obat-obatan tertentu.

Catatan dari SehatQ

Kondisi-kondisi di atas adalah beberapa contoh dari penyakit kulit yang bisa terjadi akibat diabetes. Bila Anda mengalami salah satunya, segera periksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan dan saran yang tepat.Mungkin saja Anda memiliki diabetes, namun tidak menyadarinya. Pasalnya, penyakit kencing manis ini sering tidak bergejala sehingga sulit terdeteksi.Deteksi sejak dini memungkinkan penanganan dilakukan secepatnya supaya Anda terhindar dari komplikasi yang tidak diinginkan.
diabeteskomplikasi diabetes
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/a-z/diabetes-warning-signs
Diakses pada 25 Agustus 2020
American Diabetes Association. https://www.diabetes.org/diabetes/complications/skin-complications
Diakses pada 25 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/ss/slideshow-diabetes-skin-problems
Diakses pada 25 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait