logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

10 Penyakit Kulit Akibat Diabetes yang Patut Diwaspadai

open-summary

Diabetes bisa menyebabkan beberapa penyakit kulit. Tanda-tanda yang muncul di kulit juga sekaligus menandakan kadar gula darah Anda mungkin tidak baik. Penyakit kulit akibat diabetes yang paling umum muncul adalah infeksi kulit akibat bakteri atau jamur.


close-summary

3.14

(7)

2 Mar 2022

| Rena Widyawinata

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Ada sejumlah penyakit kulit yang lebih sering dialami oleh penderita diabetes

Beberapa penyakit kulit tertentu lebih rentan dialami oleh penderita diabetes

Table of Content

  • Daftar penyakit kulit akibat diabetes
  • Cara mengatasi penyakit kulit akibat diabetes

dibiarkan tanpa terkendali, sejumlah komplikasi akibat diabetes bisa terjadi, bahkan penyakit kulit.

Advertisement

Anda mungkin paling sering mendengar amputasi, gagal ginjal, atau masalah penglihatan seperti glaukoma adalah beberapa bahaya yang mungkin muncul jika diabetes dibiarkan. Padahal, masalah kulit juga perlu menjadi perhatian.

Bahkan, kondisi kulit juga bisa memberikan alarm pada kita bahwa ada kemungkinan diabetes yang kita alami.

Apa saja penyakit kulit yang mungkin terjadi pada orang dengan diabetes?

Daftar penyakit kulit akibat diabetes

Situs DermNet New Zealand menyebutkan, terdapat sekitar 30% orang yang memiliki diabetes melitus mengalami masalah kulit akibat kadar gula darah tinggi yang dideritanya. Gatal akibat diabetes, infeksi bakteri, atau infeksi jamur pada kulit adalah contoh yang umum terjadi.

Masalah kulit ini bisa terjadi baik pada orang dengan diabetes tipe 1 ataupun tipe 2. Bahkan, ruam yang muncul pada orang diabetes bisa menjadi salah satu tanda diabetes pada kulit yang perlu diwaspadai.

Salah satu penyebab orang diabetes rentan terhadap masalah kulit adalah buruknya sirkulasi darah akibat kadar gula darah yang tinggi. Selain itu, hiperglikemia juga berisiko menyebabkan kerusakan pembuluh darah.

Ditambah lagi, kemampuan sel darah putih dalam memerangi infeksi akan berkurang seiring dengan naiknya kadar glukosa dalam darah. Itu sebabnya, orang dengan diabetes rentan mengalami penyakit kulit dan infeksi bakteri atau jamur.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit kulit akibat diabetes yang mungkin terjadi:

1. Acanthosis nigricans

Acanthosis nigricans jadi masalah kulit yang umum dialami orang dengan penyakit diabetes tipe 2
Acanthosis nigricans jadi masalah kulit yang umum dialami orang dengan penyakit diabetes tipe 2

Salah satu penyakit kulit akibat diabetes yang mungkin terjadi adalah acanthosis nigricans. Acanthosis nigricans merupakan menggelapnya warna kulit di area lipatan, seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Meski begitu, menghitamnya dan menebalnya kulit juga bisa terjadi di area terbuka seperti tangan, siku, dan lutut.

Umumnya, acanthosis nigricans terjadi pada mereka yang mengalami obesitas. Obesitas sendiri dikaitkan sebagai salah satu faktor risiko penyebab diabetes.

Orang diabetes tipe 2 lebih umum mengalami acanthosis nigricans mengingat jenis diabetes ini umumnya disebabkan oleh obesitas akibat gaya hidup yang tidak sehat.

BACA JUGA: Mengenal 4 Jenis Diabetes, Mana yang Merupakan Penyakit Keturunan?

2. Dermopati diabetik

Dermopati diabetes juga jadi salah satu penyakit kulit diabetes yang umum terjadi. 

Dermopati diabetik ditandai dengan munculnya bercak berwarna kecokelatan atau kemerahan. Bentuknya mirip dengan bercak cokelat yang muncul akibat penuaan. Itu sebabnya, beberapa orang keliru mengartikannya.

American Diabetes Association menyebutkan bercak cokelat akibat dermopati diabetik lebih sering muncul di kaki, khususnya area tulang kering.

Belum diketahui apa yang menyebabkan diabetesi mengalami dermopati diabetik. Namun, para ahli menduga ini terjadi akibat luka yang terjadi di area kaki, tapi tidak diatasi dengan baik.

Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol lama-kelamaan dapat merusak pembuluh darah dan memperburuk sirkulasi darah. Buruknya sirkulasi darah ini memengaruhi tubuh dalam proses penyembuhan luka.

Penyembuhan luka yang tidak sempurna inilah yang kemudian meninggalkan bercak kecokelatan pada kulit orang dengan diabetes.

3. Digital sklerosis

Digital sklerosis adalah penyakit kulit yang lebih umum terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1. Penyakit kulit ini menyebabkan tekstur kulit yang menebal, mengeras, dan seperti lilin di punggung tangan.

Selain itu, persendian di jari juga jadi kaku sehingga sulit digerakkan. Dalam kasus yang langka, lutut, pergelangan kaki, dan siku.

Walau lebih umum terjadi di diabetes tipe 1, ada kemungkinan orang diabetes tipe 2 juga bisa mengalami hal ini. Khususnya, jika gula darah terus tinggi tanpa terkendali.

4. Necrobiosis Lipoidica Diabeticorum (NLD)

Necrobiosis Lipoidica Diabeticorum (NLD) juga terjadi akibat masalah pembuluh darah yang rusak akibat kadar gula darah yang terlalu tinggi. Mirip dengan dermopati diabetik, tapi biasanya jumlahnya lebih sedikit, dengan bentuk yang lebih besar dan dalam.

NLD ditandai dengan area kulit yang sedikit menonjol kusam atau kemerahan. Lama-kelamaan, kulit tersebut akan tampak lebih mengkilat dengan garis batas berwarna ungu. Tak jarang, pembuluh darah juga jadi lebih mudah terlihat.

Kulit bisa saja gatal ataupun terasa sakit. Ada pula yang sampai menyebabkan luka terbuka. Selama tidak ada luka terbuka, tidak ada pengobatan khusus yang perlu dilakukan.

Namun, jika ada luka terbuka, segera hubungi dokter untuk mengetahui pengobatan terbaik. Luka diabetes yang dibiarkan bisa berdampak fatal bahkan berujung amputasi.

5. Vitiligo

Vitiligo umumnya dialami oleh orang diabetes tipe 1
Vitiligo umumnya dialami oleh orang diabetes tipe 1

Orang diabetes tipe 1 lebih rentan mengalami vitiligo. Vitiligo membuat kulit kehilangan pigmennya sehingga sering tampak bercak berwarna terang atau bahkan putih. 

Bercak putih akibat vitiligo tidak  terasa sakit ataupun gatal. Biasanya, vitiligo muncul di kulit area dada dan perut. Akan tetapi, bercak putih juga dapat muncul di area wajah, seperti mulut, mata, ataupun cuping hidung.

Pengobatan untuk vitiligo saat ini antara lain kortikosteroid, laser, atau terapi cahaya.

6. Lenting diabetes

Lenting diabetes (bullosis diabeticorum) juga merupakan salah satu kondisi kulit yang mungkin terjadi pada orang dengan diabetes. Lenting ini bisa muncul di jari, tangan, jari kaki, kaki, atau lengan.

Orang yang mengalami lenting diabetes ini biasanya juga memiliki komplikasi diabetes lain, yaitu neuropati diabetik. Biasanya, gula darah yang tinggi dan terkendali menjadi penyebabnya.

Menjaga kadar gula darah normal dengan rencana pengobatan diabetes yang telah disepakati dokter bisa menjadi salah satu cara mengobati lenting diabetes.

7. Eruptive xanthomatosis

Penyakit kulit akibat diabetes yang mungkin terjadi adalah eruptive xanthomatosis. Eruptive xanthomatosis merupakan penyakit kulit yang menyebabkan munculnya benjolan keras seukuran kacang.

Benjolannya bisa terasa gatal atau terlihat ruam kemerahan. Ruam ini bisa muncul di punggung, kaki, lengan, paha, ataupun bokong.

Laki-laki dengan diabetes tipe 1 yang memiliki kolesterol tinggi biasanya lebih umum mengalami kondisi ini.

BACA JUGA: Perbedaan DM tipe 1 dan 2 Ini Perlu Anda Ketahui

8. Disseminated granuloma annulare

Disseminated granuloma annulare merupakan penyakit kulit akibat diabetes yang ditandai dengan munculnya benjolan berbentuk cincin atau lengkungan. Biasanya, benjolan ruam ini muncul di area seperti jari tangan atau kuping.

Benjolan yang muncul bisa berwarna kemerahan, merah kecokelatan, atau sama dengan warna kulit.

Journal of Family Medicine and Primary Care menyebutkan bahwa disseminated granuloma annulare termasuk ke masalah kulit pada diabetes yang tergolong jarang terjadi.

9. Reaksi alergi

Orang yang mengalami diabetes lebih rentan mengalami reaksi alergi obat, baik itu obat diabetes oral ataupun injeksi, seperti insulin.

Gejala alergi yang muncul bisa berupa biduran (urtikaria), ruam, gatal, dan berbagai reaksi alergi lainnya. Anda juga mungkin mengalami reaksi alergi di titik injeksi insulin.

Sebenarnya, alergi obat diabetes mungkin jarang terjadi. Namun, mengetahui tanda-tandanya dapat membantu Anda jadi lebih waspada dan bisa bertindak cepat khususnya dalam kasus anafilaksis (reaksi alergi berat yang mengancam nyawa).

10. Skin tag

Penyakit kulit skin tag (daging tumbuh)
Penyakit kulit skin tag (daging tumbuh) lebih rentan dialami orang diabetes tipe 2

Skin tag atau daging tumbuh juga jadi salah satu masalah kulit yang mungkin terjadi pada orang diabetes.

Anda dapat dengan mudah mengenali skin tag dari munculnya benjolan yang tampak seperti daging tumbuh. Skin tag bisa muncul di area lipatan mata, leher, ketiak, atau selangkangan.

Biasanya, benjolan ini tidak menimbulkan rasa sakit. 

Belum jelas apa yang menyebabkan skin tag pada orang dengan diabetes. Diduga, kondisi ini muncul akibat resistensi insulin. Hal ini membuat orang dengan diabetes tipe 2 menjadi lebih rentan terhadap skin tag. Pasalnya, resistensi insulin sering kali menjadi penyebab diabetes tipe 2.

Meski begitu, perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa resistensi insulin adalah penyebabnya. 

BACA JUGA: Bukan Istilah Medis, Apa Itu Diabetes Kering?

Cara mengatasi penyakit kulit akibat diabetes

Umumnya, penyakit kulit yang muncul akibat komplikasi diabetes akan hilang dengan sendirinya seiring dengan terkendalinya kadar gula darah. Menjaganya dalam batas normal juga bisa menjadi cara mencegah penyakit kulit ini muncul.

Meski begitu, Anda perlu waspada jika masalah kulit sampai menyebabkan luka terbuka. Sebab, luka pada orang diabetes umumnya sulit sembuh. Anda mungkin perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah lukanya memburuk.

Selain sebagai komplikasi, tanda diabetes pada kulit juga bisa menjadi sinyal awal waspada. Artinya, berbagai kelainan pada kulit bisa menjadi tanda Anda mungkin memiliki diabetes, atau sinyal diabetes Anda tidak terkendali.

Konsultasikan berbagai masalah kesehatan Anda lewat fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play, gratis!

Advertisement

diabeteskomplikasi diabetesperawatan kulit

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved