Variasi Makanan yang Mengandung ‘Estrogen’, dari Kedelai Hingga Brokoli

(0)
18 Jun 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Makanan yang mengandung 'estrogen' cukup beragam, termasuk susu kedelai salah satunyaSusu kedelai mengandung isoflavon yang dapat bertindak sebagai fitoestrogen
Salah satu permasalahan wanita yang memasuki fase menopause adalah turunnya kadar estrogen sebagai hormon wanita. Penurunan estrogen ini dapat memicu beberapa gejala, seperti rasa kepanasan (hot flash) dan berkeringat di malam hari. Pada tahap ini, makanan yang mengandung ‘estrogen’, atau disebut dengan fitoestrogen, dilaporkan dapat memberikan potensi manfaat.

Makanan yang mengandung estrogen, bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh?

Sebenarnya, ‘estrogen’ yang dimaksud sebagai kandungan makanan adalah fitoestrogen. Fitoestrogen merupakan senyawa dalam tumbuhan yang memiliki struktur kimia mirip dengan estrogen dan dilaporkan dapat meniru cara kerja hormon ini.Fitoestrogen dapat menempel pada reseptor estrogen di sel-sel tubuh, sehingga diyakini memengaruhi fungsi estrogen. Namun, penting untuk diingat bahwa selain bisa meningkatkan, beberapa jenis fitoestrogen juga bisa menurunkannya.Hingga saat ini, fitoestrogen masih menimbulkan beragam kontroversi di kalangan para ahli. Namun, manfaat fitoestrogen dari makanan dilaporkan lebih kuat dibandingkan risikonya terhadap kesehatan.Fitoestrogen pun dilaporkan menawarkan beragam manfaat kesehatan, seperti mengendalikan kadar kolesterol, meredakan gejala menopause, hingga menurunkan risiko osteoporosis dan kanker payudara. Namun ingat, bijaklah dalam mengonsumsi makanan apa pun dan tidak berlebihan.

Makanan yang mengandung ‘estrogen’ yang bisa divariasikan

Berikut ini beberapa jenis makanan yang mengandung ‘estrogen’ yang bisa divariasikan dengan makanan sehat lain:

1. Kacang kedelai

Kacang kedelai dan produk turunannya, seperti susu kedelai, kaya dengan fitoestrogen yang disebut isoflavon. Isoflavon memiliki efek seperti estrogen dengan meniru cara kerja hormon wanita tersebut. Isoflavon dilaporkan menimbulkan kemungkinan dua efek terhadap estrogen darah, yakni meningkatkannya atau mungkin menurunkannya.Dalam riset yang dimuat dalam jurnal Cancer, responden wanita yang mengonsumsi suplemen isoflavon mengalami penurunan kadar estrogen dalam tubuh mereka. Peneliti riset ini berteori bahwa efek penurunan tersebut berpotensi untuk mengurangi risiko kanker payudara.Walau menarik, riset lanjutan akan diperlukan untuk menguatkan premis kompleks tersebut.

2. Biji wijen

Biji wijen sering ditaburkan untuk menyedapkan makanan. Biji-bijian yang kecil ini juga kaya dengan fitoestrogen dan diyakini berpengaruh terhadap level hormon estrogen wanita yang telah melewati masa menopause.Dalam riset tersebut, yang dimuat dalam the Journal of Nutrient, wanita yang mengonsumsi 50 gram bubuk biji wijen selama lima minggu mengalami peningkatan estrogen. Kadar kolesterol para responden dalam riset ini juga dilaporkan bisa dikendalikan.

3. Bawang putih

Apalah artinya tumisan tanpa bawang putih. Bawang putih tak hanya melezatkan dan mengharumkan sajian, namun juga dilaporkan berpengaruh terhadap level estrogen. Hanya saja, riset yang sudah ada masih dilakukan pada hewan – sehingga studi-studi lanjutan akan diperlukan.

4. Buah persik

Buah persik, atau yang kerap disebut peach, merupakan buah kekuningan dengan rasa yang manis. Selain mengandung vitamin dan mineral, buah persik juga dilaporkan mengandung lignan, salah satu jenis fitoestrogen.Mengonsumsi makanan yang mengandung lignan dilaporkan membantu menurunkan risiko kanker payudara sebesar 15% pada wanita yang telah melewati masa menopause. Hal ini diteorikan bahwa lignan memengaruhi produksi estrogen di dalam tubuh – walau riset lanjutan masih diperlukan untuk mengonfirmasi manfaat ini.

5. Flax seeds

Flax seeds merupakan buah kecil berwarna cokelat dengan beragam manfaat kesehatan. Flax seeds pun menjadi salah satu makanan yang mengandung ‘estrogen’, yakni lignan yang dapat berfungsi sebagai fitoestrogen. Bahkan, biji-bijian ini mengandung lignan lebih tinggi hingga 800 kali dibandingkan makanan lain.Seperti buah persik, lignan dalam flax seeds juga memiliki potensi untuk menurunkan risiko kanker payudara, terutama pada wanita yang sudah melewati menopause.

6. Sayur brokoli

Sayur brokoli merupakan contoh lain dari makanan yang mengandung ‘estrogen’. Sayur brokoli dan saudaranya dalam sayur cruciferous, yakni bunga kol, mengantongi secoisolariciresinol yang merupakan jenis lignan.Jenis sayur cruciferous lain, yakni brussel sprout dan kubis, mengandung coumestrol. Coumestrol merupakan jenis fitonutrien yang dilaporkan membantu menghambat aktivitas estrogen.

7. Tahu dan tempe

Seperti ‘induknya’ yakni kedelai, produk lain seperti tahu dan tempe pun mengandung isoflavon. Bahkan, tahu merupakan produk turunan kedelai yang paling banyak mengandung isoflavon. Sebagai tambahan, keduanya pun menjadi panganan protein nabati yang kaya dengan nutrisi lain.

Catatan dari SehatQ

Makanan yang mengandung estrogen di atas bisa divariasikan dengan makanan sehat lain, dengan porsi yang tentunya tak berlebihan. Apabila Anda berniat untuk menerapkan diet tinggi estrogen seperti makanan di atas, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
phytoestrogenestrogenhormon progesteron
Healthline. https://www.healthline.com/health/phytoestrogens
Diakses pada 4 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods-with-estrogen
Diakses pada 4 Juni 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16614415/
Diakses pada 4 Juni 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2377415/
Diakses pada 4 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait