Cegah Anemia, Ini Dia Daftar Makanan Penambah Darah, Kenali juga Pantangannya


Untuk mengatasi anemia, ada beberapa makanan penambah darah yang sebaiknya dikonsumsi, seperti makanan kaya zat besi, kaya asam folat, dan kaya vitamin B12. Kekurangan 3 nutrisi ini diketahui sebagai penyebab umum anemia.

0,0
Ditinjau olehdr. Reni Utari
makanan penambah darah untuk anemiaMakanan penambah darah biasanya mengandung zat besi, folat, dan vitamin B12
Anemia adalah kondisi kekurangan sel darah merah dalam tubuh sehingga tidak mampu memberikan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk jaringan tubuh. Makanan penambah darah telah terbukti mampu mengatasi anemia, khususnya anemia defisiensi besi (akibat kekurangan zat besi). 
Apa saja makanan penambah darah dan pantangannya bagi penderita anemia? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. 

Daftar makanan penambah darah

Anemia paling umum disebabkan oleh kekurangan zat besi dan vitamin tertentu. Tak selalu konsumsi tablet penambah darah, perubahan pola makan juga bisa membantu mengobati anemia. Makanan yang mengandung vitamin dan mineral, khususnya zat besi, folat, vitamin C, dan vitamin B12 sangat penting untuk membantu membentuk hemoglobin dan sel darah merah. Berikut ini beberapa jenis makanan penambah darah yang disarankan untuk penderita anemia. 

1. Hati ayam dan sapi

Hati sudah terkenal sebagai salah satu makanan penambah darah untuk anemia. Bukan tanpa alasan, hati kaya akan kandungan zat besi dan folat yang berperan membentuk sel darah merah sehingga mampu mengatasi gejala anemiaHati ayam dan hati sapi merupakan organ dalam (jeroan) yang cukup populer sebagai makanan untuk kurang darah dan sering diolah menjadi hidangan nusantara. Tidak hanya hati, organ dalam lain, seperti jantung dan lidah juga kaya zat besi. Namun, konsumsinya perlu dibatasi, mengingat jeroan juga dapat membuat kadar kolesterol meningkat. 

2. Daging merah dan unggas

Daging dan unggas juga merupakan makanan untuk mengatasi kurang darah yang direkomendasikan para ahli. Jenis daging merah, seperti daging sapi, kambing, dan rusa merupakan sumber zat besi terbaik bagi tubuh. Daging ayam dan unggas juga menjadi salah satu pilihan sumber zat besi bagi penderita anemia, meski kandungan zat besinya lebih rendah. 
BACA JUGA: Jangan Salah, Penyebab Kurang Darah Bukan Hanya Kekurangan Zat Besi

3. Makanan laut

Makanan laut (seafood) juga merupakan sumber zat besi yang bisa dijadikan pilihan menu makanan untuk anemia. Kandungan zat besi terdapat dalam beberapa makanan laut termasuk ikan, antara lain:
  • Tiram 
  • Kerang
  • Kepiting
  • Udang
  • Tuna
  • Ikan kembung
  • Salmon

4. Sayuran hijau

Sayuran berdaun hijau merupakan sumber zat besi dan folat yang baik untuk pembentukan sel darah merah. Tidak hanya itu, sayur juga kaya akan serat, antioksidan, vitamin, dan mineral lain yang dibutuhkan tubuh. Salah satu vitamin yang dibutuhkan untuk membantu pembentukan sel darah merah adalah vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 sering dikaitkan dengan kejadian anemia. Sayuran hijau untuk menambah darah yang direkomendasikan, antara lain:
  • Bayam
  • Kale
  • Dandelion
  • Swiss chard 
  • Sawi
Namun, perhatikan pula jenis dan jumlah sayuran hijau yang Anda konsumsi. Pasalnya, beberapa sayuran hijau, seperti bayam dan kangkung, juga mengandung oksalat. Oksalat dapat mengikat zat besi sehingga mengganggu penyerapan zat besi ke dalam tubuh. 

5. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Jika Anda seorang vegetarian atau menghindari konsumsi daging, kacang-kacangan dan biji-bijian bisa menjadi pilihan makanan sumber zat besi yang baik untuk tubuh. Berikut ini jenis kacang-kacangan dan biji-bijian kaya zat besi yang bisa menjadi pilihan:
  • Kacang merah
  • Kedelai
  • Kacang polong
  • Kacang lima
  • Kacang mete
  • Pistachio
  • Kacang pinus
  • Biji rami
  • Biji labu 
  • Kuaci 
Namun, beberapa jenis kacang, seperti almon, juga punya kandungan zat besi yang tinggi. Akan tetapi, kacang almon punya kandungan kalsium yang tinggi.Sebuah studi yang dimuat dalam International Journal for Vitamin and Nutrition Research menyebutkan bahwa kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi. Jadi, makan kacang almon mungkin tidak menaikkan kadar zat besi Anda terlalu signifikan. 

6. Buah beri

Buah beri, seperti stroberi, raspberi, blueberry, atau blackberry merupakan buah yang baik bagi penderita anemia. Selain mengandung antioksidan dan serat yang dibutuhkan tubuh, buah beri juga kaya akan vitamin C.Vitamin C berperan dalam membantu penyerapan zat besi yang dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin dan sel darah merah. Kombinasi makanan kaya zat besi dan vitamin C merupakan perpaduan yang tepat untuk meningkatkan kandungan sel darah merah. Selain buah beri, banyak jenis buah penambah darah lain yang juga kaya akan kandungan vitamin C, seperti jeruk, nanas, dan tomat. 
BACA JUGA: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah

7. Buah bit

Satu lagi buah yang juga bisa menjadi pilihan menu makanan penambah darah adalah buah bit. Buah bit merupakan salah satu makanan yang mengandung beta karoten. Beta karoten sendiri merupakan prekursor atau bentuk awal dari vitamin A. Dalam jurnal Plos One diketahui bahwa beta karoten ataupun vitamin A juga berperan dalam meningkatkan kadar hemoglobin dalam sel darah merah.

Pantangan makanan penderita anemia 

Selain makanan yang dianjurkan, penderita anemia juga punya pantangan makanan yang harus dihindari. Hal ini bertujuan agar tidak memperburuk kondisi kurang darah yang Anda alami. Beberapa jenis makanan diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk membuat sel darah merah. Artinya, konsumsinya akan mungkin tidak akan membantu kondisi anemia yang Anda alami.Beberapa pantangan makanan penderita anemia yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan kaya zat besi, antara lain:
  • Minuman mengandung kafein seperti kopi dan teh
  • Makanan dan minuman mengandung tanin, seperti teh, anggur, dan jagung
  • Makanan tinggi kalsium, seperti produk susu, yogurt, dan keju
  • Makanan tinggi oksalat, seperti kacang tanah, cokelat dan peterseli
  • Makanan mengandung asam fitat, seperti produk gandum dan beras merah

Catatan dari SehatQ

Anemia merupakan kondisi serius yang bisa mengarah pada gangguan fungsi organ. Makan makanan penambah darah yang kaya akan vitamin dan mineral, terutama zat besi, folat, beta karoten, vitamin B12, dan vitamin C dapat membantu mengatasi anemiaKonsultasikan dengan dokter apakah Anda membutuhkan suplemen penambah darah untuk menunjang asupan zat besi, atau bahkan transfusi darah maupun obat anemia tertentu, terlebih jika Anda dalam kondisi hamil atau anemia berat. Jika masih ada pertanyaan seputar makanan penambah darah dan pantangan anemia, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
anemiaanemia defisiensi besianemia defisiensi vitamin b12 dan folat
Healthline. https://www.healthline.com/health/best-diet-plan-for-anemia#takeaway
Diakses pada 27 Oktober 2021
PLoS One. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6461351/
Diakses pada 27 Oktober 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322336#dietary-tips
Diakses pada 27 Oktober 2021
International Journal for Vitamin and Nutrition Research. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21462112/
Diakses pada 27 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait