Daftar 6 Makanan Lembut untuk Pasien dalam Masa Pemulihan

(0)
20 Jul 2020|Azelia Trifiana
6 makanan lembut alternatif bubur untuk masa pemulihanTelur orek bisa menjadi pilihan makanan lembut selain bubur
Bagi pasien yang tengah menjalani pemulihan setelah menjalani prosedur medis tertentu, dokter umumnya merekomendasikan makanan lembut seperti bubur. Tujuannya agar sistem pencernaan tak perlu bekerja keras. Biasanya, makanan ini memang diberikan untuk orang yang belum bisa toleransi makanan yang terlalu kuat bumbunya atau teksturnya sulit dikunyah.Namun bagi beberapa orang, mengonsumsi makanan lembut seperti bubur selama berhari-hari bisa jadi membosankan. Ada banyak pilihan makanan lembut lain yang dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh setiap orang.

Kapan makanan lembut dibutuhkan?

Tak hanya bagi orang yang baru menjalani prosedur medis, makanan lembut biasanya juga diberikan untuk pasien yang bermasalah dengan menelan atau dysphagia. Biasanya, kondisi ini dialami lansia atau pasien masalah saraf dan penyakit degeneratif.Bagi orang yang memiliki masalah dengan menelan, ada kategorisasi makanan lembut yaitu:
  • Puree: tekstur seragam seperti puding, hampir tidak perlu dikunyah
  • Mechanically altered: kohesif, lembut, makanan semi-solid yang perlu dikunyah sedikit
  • Advanced: makanan lembut yang perlu dikunyah lebih banyak
  • Regular: bisa mengonsumsi segala tekstur makanan
Tujuan memberikan makanan lembut kepada pasien dysphagia adalah mengurangi risiko masalah pada pernapasan dan paru-paru. Selain itu, makanan lembut juga biasanya diberikan pada orang yang baru menjalani prosedur operasi di sekitar mulut atau rahang sehingga kemampuan mengunyahnya menurun.

Alternatif makanan lembut selain bubur

Beberapa contoh makanan lembut yang bisa jadi alternatif selain bubur adalah:

1. Sayuran

Bergantung pada cara mengolahnya, sayuran bisa memiliki tekstur keras hingga lembut. Jika ingin mengonsumsi makanan lembut dari sayuran, pilih jenis sayuran seperti wortel, buncis, bayam, zucchini, atau brokoli.Proses memasaknya harus benar-benar sampai lembut. Contohnya dengan mengukus lalu menghancurkannya di food processor selama beberapa saat hingga didapat tekstur sesuai keinginan.

2. Buah

Buah juga bisa menjadi alternatif makanan lembut selain bubur. Contohnya yang bisa langsung dikonsumsi adalah pisang. Sementara buah lain seperti apel, pear, peach bisa dikukus agar benar-benar lembut dan diolah hingga teksturnya menjadi seperti puree.

3. Telur

Konsumsi protein juga bisa tercukupi dengan mengonsumsi telur rebus. Tak perlu dikunyah berlebihan, telur bisa dinikmati sebagai salah satu alternatif makanan lembut. Potong kecil-kecil untuk memudahkan mengonsumsinya. Mengolah telur menjadi scrambled egg juga bisa menjadi pilihan makanan lembut.

4. Daging, ayam, ikan

Protein hewani seperti daging, ayam, dan juga ikan bisa dikonsumsi sebagai makanan lembut bergantung pada cara mengolahnya. Ikan bisa dipanggang, begitu pula dengan daging dan ayam. Olahan seperti bakso lembut juga bisa menjadi cara menikmati protein hewani dengan tekstur lembut.

5. Sup

Buat sup bening atau kaldu dengan isian sayuran yang benar-benar lembut. Apabila biasanya isian sup adalah sayuran dengan tekstur keras seperti wortel atau buncis, alternatifnya bisa menggantinya dengan makaroni, kubis, atau kentang rebus.

6. Olahan gandum

Orang yang kemampuan menelannya terbatas juga masih bisa menikmati olahan gandum sebagai pilihan makanan lembut. Contohnya kentang tumbuk, ubi yang dikukus, pancake lembut, dan banyak lagi. Pilihan menu berbahan dasar whole grain juga bagus karena membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.Untuk sementara, sebaiknya hindari dulu konsumsi makanan yang digoreng, sayuran dengan biji, atau buah yang teksturnya masih keras jika belum diolah. Jika ingin buah yang dimakan langsung, pisang dan alpukat bisa jadi pilihan karena tak perlu dikunyah susah payah.Selain itu, hindari dulu lemak dari kacang-kacangan yang sulit dikunyah. Makanan pedas atau sensitif seperti saus tomat, lada, atau makanan yang menimbulkan sensasi perut begah.

Catatan dari SehatQ

Fokus juga menambahkan porsi protein dalam makanan karena ini sangat diperlukan orang yang dalam masa pemulihan. Atur frekuensi makan dengan tidak dalam porsi besar namun membaginya dalam porsi kecil beberapa kali.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/soft-food-diet
Diakses pada 4 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321331
Diakses pada 4 Juli 2020
Drugs. https://www.drugs.com/cg/soft-diet.html
Diakses pada 4 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait