Obat Pencahar untuk Bayi dan Makanan yang Ampuh, Apa Saja?


Obat pencahar untuk bayi yang mengalami sembelit yang diberikan berdasarkan resep dokter terdiri dari tiga macam. Ketiga jenis obat tersebut adalah docusate, lactulose, dan sennoside B.

(0)
28 Jun 2020|Azelia Trifiana
Obat pencahar untuk bayi bisa diberikan sesudah memberi makanan untuk sembelit seperti bubur gandumObat pencahar untuk bayi diberikan setelah konsumsi makanan untuk sembelit seperti bubur gandum tidak menunjukkan perubahan
Obat pencahar untuk bayi bisa diberikan jika mendapatkan pengawasan dari dokter. Bukan tidak mungkin, pemberian tidak tepat justru menimbulkan masalah baru.Meskipun sangat wajar ketika bayi ASI jarang BAB hingga 20 hari sekalipun, tetap saja konstipasi atau sembelit pada bayi bisa menyebabkan bayi merasa tidak nyaman. Orang tua perlu tahu pula siklus BAB bayi sesuai dengan usia dan apakah sudah mulai masuk fase MPASI atau belum. Jika terjadi sembelit pun, beberapa jenis sayur dan buah bisa membantu sebagai pencahar untuk bayi yang alami.Ketika bayi masih berusia 0-6 bulan dan masih berada di fase ASI eksklusif, sangat wajar jika mereka tidak buang air besar setiap hari karena seluruh nutrisinya terserap ke tubuh. Namun, bukan berarti bayi mengalami sembelit. Bagi bayi yang minum susu formula pun, BAB belum tentu terjadi setiap hari.

Gejala bayi mengalami konstipasi

Agar tidak salah mengira apakah bayi mengalami konstipasi atau tidak, kenali beberapa gejalanya sebagai berikut:

Obat pencahar untuk bayi

Obat pencahar untuk bayi yang biasa diresepkan dokter ada tiga jenis
Pemberian obat pencahar untuk bayi sebenarnya aman jika diawasi oleh dokter. Sebab, jika obat diberikan berlebihan, hal ini justru berdampak pada terganggunya saluran pencernaan bayi di waktu yang akan datang.Obat pencahar untuk bayi bekerja dengan cara melunakkan feses atau memicu usus mendorong tinja.Inilah jenis obat pencahar untuk bayi yang umumnya diberikan dokter untuk atasi sembelit:

1. Docusate

Docusate merupakan obat pencahar untuk bayi yang bekerja sebagai pelunak feses.Jika mengonsumsi pelunak feses, bayi harus mendapatkan asupan air ataupun cairan lainnya dengan jumlah yang mencukupi. Sebab, hal tersebut membantu obat bekerja agar feses yang kering menjadi lunak. Namun, efek samping obat ini adalah keram perut, mual, hingga muntah.

3. Lactulose

Lactulose juga mampu melunakkan feses. Lactulose dilarang diberikan pada anak berusia 14 tahun ke bawah, kecuali diresepkan oleh dokter sebagai obat pencahar untuk bayi.

2. Sennoside B

Sennoside B merupakan obat yang bekerja dengan cara merangsang usus agar mendorong usus agar keluar. Obat ini menggunakan tanaman senna sebagai bahan dasarnya.Obat ini termasuk aman untuk bayi susah BAB, tetapi tidak cocok sebagai obat pencahar untuk bayi. Sebab, obat ini aman untuk anak umur 6 tahun ke atas, kecuali jika dokter meresepkan.

Makanan untuk mengatasi sembelit dan asupan lainnya

Ketika bayi mengalami konstipasi, tak harus selalu diatasi dengan pemberian obat. Ada beberapa makanan yang bisa menjadi pencahar untuk bayi secara alami, seperti:

1. Brokoli

Brokoli kaya serat sehingga mampu melunakkan feses
Berikan makanan tinggi serat kepada bayi ketika frekuensi BAB mereka tak teratur atau konsistensi fesesnya cenderung keras. Sayuran hijau kaya nutrisi, seperti brokoli, bisa menjadi alternatif pencahar untuk bayi yang alami. Mengolahnya bisa dengan mengolahnya dalam puree atau jus.

2. Buah pear

Buah pear berkhasiat untuk atasi sembelit pada bayi 6 bulan ke atas
Buah yang juga tinggi serat dan bisa membantu bayi BAB lebih lancar adalah pear. Untuk bayi yang baru mulai MPASI, pear umumnya aman diberikan sejak bayi 6 bulanCukup kukus pear dan berikan kepada bayi tanpa perlu diberikan pemanis tambahan karena rasanya sudah manis.

3. Apel dan prune

Berikan apel untuk atasi konstipasi pada bayi
Selain pear, alternatif buah lain yang bisa membantu melancarkan BAB bayi adalah apel dan pruneUntuk apel, pastikan sudah mengupas kulitnya dan mengukusnya terlebih dahulu agar mudah dicerna oleh bayi dan membantu mengatasi konstipasi.

4. Olahan gandum

Kaya serat, oat cocok untuk cegah sembelit pada bayi
Ada banyak pilihan bubur bayi dan pilih olahan gandum utuh atau barley karena mengandung lebih banyak serat daripada sereal beras biasa. Sesuaikan tekstur makanan yang diberikan dengan usia mereka.

5. Pepaya

Pepaya juga kaya akan serat yang membantu mengatasi sembelit
Pepaya bisa diberikan sebagai makanan untuk mengatasi sembelit pada bayi usia 6 bulan ke atas. Pepaya pun bisa disajikan sebagai MPASI. Pepaya terbukti bagus sebagai obat pencahar alami untuk bayi. Sebab, pepaya mampu mengatur pergerakan usus sehingga feses terdorong menuju dubur.Terbukti, pepaya bisa diberikan sebagai obat pencahar alami karena pepaya kaya akan serat larut dan serat tak larut. Serat tidak larut terbukti ampuh mengatasi sembelit. Serat ini mampu mendorong feses dan meningkatkan massa tinja. Hal ini pun membuat bayi tidak harus susah mengejan.Selain itu, penelitian dari World Journal of Gastroenterology memaparkan, serat mampu membuat kepadatan feses lebih baik sehingga bayi lebih sering BAB.

6. Minyak kelapa

Mengoleskan minyak kelapa murni di area anus bantu atasi sembelit pada bayi
Minyak kelapa murni bisa dipakai sebagai obat pencahar alami untuk bayi dengan cara dioles. Lakukan perawatan bayi baru lahir ini dengan cara mengoles minyak kelapa ke sekitar anus bayi. Selain itu, Anda pun bisa menambahkan minyak kelapa murni sebanyak 2-3 ml ke dalam makanan bayi sebagai tambahan makanan untuk mengatasi sembelit pada bayi.

7. Tomat

Tomat bisa diberikan sebagai obat pencahar alami pada bayi 6 bulan ke atas
Tomat bisa diberikan sebagai makanan untuk mengatasi sembelit pada bayi. Namun, sesuai anjuran pemberian MPASI, tomat boleh diberikan pada bayi usia 6 bulan ke atas.Jika Anda memilih tomat sebagai obat pencahar alami untuk bayi, Anda bisa merebus satu tomat kecil ke dalam satu gelas air. Lalu, saring dan dinginkan tomat yang sudah lunak. Beri 3-4 sendok setiap hari agar terhindar dari sembelit.

8. Tambahkan asupan cairan

Asupan air yang cukup juga bantu hindari konstipasi pada bayi
Memastikan bayi terhidrasi juga penting untuk membantu melancarkan pergerakan usus mereka. Berikan ASI, susu formula, atau air putih sesuai dengan kebutuhan dan usia mereka. Alternatif lain seperti jus buah juga bisa menjadi pencahar untuk bayi secara alami.Beberapa makanan pencahar untuk bayi di atas bisa menjadi cara efektif untuk mengatasi konstipasi pada si kecil. 

Catatan dari SehatQ

Obat pencahar untuk bayi aman diberikan, asal berada dalam pengawasan dokter.Pemberian obat pencahar terlalu banyak ataupun tidak sesuai dengan ketentuan usianya mampu memberikan masalah pada pencernaan bayi.Meski demikian, Anda bisa memberikan makanan untuk mengatasi sembelit pada bayi. Biasanya, asupan makanan tersebut kaya akan serat yang berguna untuk mendorong dan meningkatkan massa feses.Jika Anda ingin memberikan obat pencahar untuk bayi, selalu tanyakan terlebih dahulu dengan dokter melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jangan lupa juga kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik terkait perlengkapan bayi dan ibu menyusui.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuitips parentingibu dan anakmpasifeses bayimakanan bayiobat pencahar
Healthline. https://www.healthline.com/health/childrens-health/remedies-for-baby-constipation
Diakses pada 15 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/infant-constipation/faq-20058519#:~:text=If%20your%20baby%20seems%20constipated,that%20acts%20like%20a%20laxative.
Diakses pada 15 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324543
Diakses pada 15 Juni 2020
Healthy Eating SF Gate. https://healthyeating.sfgate.com/advantages-papaya-3977.html
Diakses pada 31 Desember 2020
World Journal of Gastroenterology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3544045/
Diakses pada 31 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait