Daftar Imunisasi Tambahan untuk Proteksi Total Bayi Anda


Imunisasi tambahan dilakukan untuk memberi proteksi lengkap pada bayi. Beberapa jenis imunisasi anak yang direkomendasikan IDAI seperti PCV, Rotavirus, MMR, dan Varisela.

0,0
17 Apr 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vaksin MMR termasuk imunisasi tambahan yang bisa dipilihMMR termasuk imunisasi tambahan yang bermanfaat bagi bayi Anda
Untuk memberi perlindungan penuh pada si kecil dari penyakit-penyakit tertentu, orangtua sebaiknya melakukan imunisasi tambahan. Hanya saja, orangtua harus menyiapkan kocek sendiri mengingat jenis imunisasi tambahan ini tidak ditanggung atau disubsidi oleh pemerintah seperti halnya imunisasi dasar lengkap.Imunisasi tambahan adalah imunisasi di luar lima imunisasi dasar yang diwajibkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Imunisasi dasar sendiri terdiri atas satu dosis vaksin Hepatitis B, satu dosis BCG, tiga dosis DPT-Hepatitis B, empat dosis polio, dan satu dosis campak.Di luar imunisasi dasar tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mengeluarkan rekomendasi dan jadwal pemberian vaksin tambahan untuk melengkapi proteksi pada anak. Apa saja vaksin yang dimaksud?

Jenis imunisasi tambahan untuk anak

Dalam booklet jadwal imunisasi anak usia 0-18 bulan, imunisasi tambahan yang direkomendasikan oleh IDAI meliputi pemberian vaksin sebagai berikut beserta jadwal imunisasinya:

1. PCV

Vaksin PCV (pneumococcal conjugate vaccine) atau PCV13 diberikan dengan tujuan melindungi anak dari infeksi bakteri pneumococcal. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi serius, seperti pneumonia, infeksi darah, hingga meningitis bakteri.Jadwal imunisasi tambahan PCV adalah sebagai berikut:
  • Usia bayi 2-6 bulan: 3 dosis, interval 6-8 minggu (diulang saat bayi berusia 12-15 bulan)
  • Usia bayi 7-11 bulan: 2 dosis, interval 6-8 minggu (diulang saat bayi berusia 12-15 bulan)
  • Usia bayi 12-23 bulan: 2 dosis, interval 6-8 minggu
  • Anak di atas 2 tahun: 1 dosis.

2. Rotavirus

Anak-anak sangat rentan terinfeksi rotavirus, apalagi jika tinggal di area dengan kebersihan yang buruk. Rotavirus dapat mengakibatkan diare parah, muntah, demam, hingga nyeri perut sehingga berpotensi membuat anak dehidrasi hingga harus dirawat inap di rumah sakit.Kondisi ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin rotavirus. Di Indonesia, jadwal pemberian imunisasi tambahan untuk bayi tergantung dari jenis vaksin rotavirus yang Anda pilih:
  • Rotateq: 3 dosis dengan pemberian pertama pada usia bayi 6-14 minggu, pemberian kedua dengan jeda 4-8 minggu, pemberian ketiga maksimal saat usia bayi 8 bulan.
  • Rotarix: 2 dosis dengan pemberian pertama pada usia 10 minggu, dosis kedua saat usia 14 minggu.
Bila bayi Anda belum menerima imunisasi ini saat usia lebih dari 8 bulan, maka vaksin rotavirus tidak perlu diberikan.

3. Influenza

Influenza adalah penyakit pernapasan atas atau bawah yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Penyakit ini sangat awam terjadi di negara-negara tropis seperti Indonesia. Bagi Anda yang ingin memberi vaksin influenza pada anak, waktu pemberian imunisasi tambahan ini adalah sebagai berikut:
  • Usia anak 6-35 bulan: 0,25 ml
  • Usia anak lebih dari 3 tahun: 0,5 ml.

4. MMR

Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) dapat mencegah penyakit campak, gondongan, sekaligus rubella (campak Jerman). Imunisasi tambahan yang penting ini berbeda dengan imunisasi dasar MR yang hanya menyasar penyakit campak (measles dan rubella).Jadwal pemberian vaksin MMR ini adalah saat bayi berusia 15-18 bulan. MMR diberikan minimal 1 bulan sebelum atau sesudah penyuntikan imunisasi lainnya.

5. Varisela

Infeksi virus varicella-zoster akan mengakibatkan penyakit cacar air yang ditandai dengan munculnya lesi seperti lentingan, terasa gatal, dan tersebar di sekujur tubuh. Meski cacar air kerap disebut sebagai penyakit khas anak-anak, namun ia dapat dicegah atau dikurangi keparahannya dengan pemberian vaksin varisela saat bayi berusia di atas 1 tahun sebanyak 1 dosis. Vaksin varisela dapat mencegah cacar air. Imunisasi bayi dengan vaksin varisela hanya dilakukan sekali saat bayi berusia 12 bulan sampai 18 tahun.Vaksin cacar air juga bisa diberikan kapan pun karena imunisasi ini bisa diberikan hingga dewasa. Namun, pada anak berusia di atas 13 tahun, waktu pemberian dan dosis yang diberikan ialah 2 kali dengan interval 4-8 minggu.

6. Japanese encephalitis

Japanese encephalitis (JE) sempat mewabah di Indonesia pada 2015, terutama di daerah Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, hingga Jawa Barat dan DKI Jakarta. Penyakit ini dapat mengakibatkan radang otak, bahkan pada anak-anak sampai dapat mengakibatkan kematian.Imunisasi bayi dengan vaksin Japanese encephalitis diberikan pada anak sebanyak dua kali, yaitu saat bayi berusia 12 bulan dan saat berusia 24 bulan sampai tiga tahun. Namun, terkadang vaksin hanya diberikan pada daerah endemis atau daerah yang rawan akan penyakit itu.Jadwal pemberian imunisasi tambahan ini dilakukan mulai pada bayi berusia 9 bulan. Meski vaksin masih diprioritaskan bagi bayi dan anak-anak di daerah endemik JE, Anda dapat melakukan imunisasi tambahan tersebut jika ingin membawa anak ke daerah yang pernah mengalami wabah ini.Vaksin juga dapat diberikan kepada turis yang ingin mampir ke daerah tersebut. Jika orangtua menginginkan perlindungan jangka panjang, maka imunisasi bayi dengan vaksin Japanese encephalitis dapat diberikan satu sampai dua tahun setelah imunisasi awal. 

7. Hib

Serupa dengan vaksin PCV, imunisasi bayi dengan vaksin Hib bertujuan untuk mencegah penyakit infeksi telinga, radang paru, meningitis, dan sebagainya. Vaksin Hib hanya untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh bakteri Hib dan tidak dapat mencegah penyakit karena bakteri pneumokokus. Oleh karenanya vaksin PCV tetap perlu diberikan. Imunisasi bayi dengan vaksin Hib dilakukan sebanyak empat kali, yaitu saat bayi berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan saat berusia 15 sampai 18 bulan. 

8. Hepatitis A & Tifoid

Imunisasi hepatitis A dan tifoid diberikan pada anak usia lebih dari 2 tahun untuk melindungi anak dari virus hepatitis A. Hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis interval usia 6-12 bulan. Sedangkan imunisasi tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun dengan pemberian ulang setiap 3 tahun. 

Pentingnya imunisasi

Imunisasi adalah perlindungan yang melindungi seseorang atau sekelompok masyarkat dari penyakit tertentu, termasuk penyakit yang dapat mengancam jiwa. Untuk mencapai perlindungan yang optimal, imunisasi harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jadwal imunisasi terbagi atas jadwal imunisasi dasar dan jadwal imunisasi tambahan. Jadwal imunisasi tersebut dibuat berdasarkan rekomendasi WHO dan organisasi yang berkecimpung dalam imunisasi setelah melalui uji klinis.Telat imunisasi atau pemberian yang tidak sesuai jadwal bukan merupakan hambatan untuk melanjutkan imunisasi. Imunisasi yang telah diberikan sudah menghasilkan respon imunologis meskipun belum mencapai perlindungan yang maksimal. Untuk itu, dokter tetap perlu melanjutkan dan melengkapi imunisasi tambahan untuk bayi agar tercapai perlidungan optimal tersebut.Imunisasi bayi dapat mengurangi biaya dan waktu yang hilang jika bayi mengalami penyakit tertentu yang menimbulkan kecacatan berkepanjangan. Untuk itu, pastikan anak Anda sudah diberikan imunisasi wajib dasar lengkap hingga imunisasi tambahan lainnya agar memiliki kekebalan tubuh yang baik. Segera kunjungi dokter atau layanan kesehatan masyarakat terdekat untuk pemberian imunisasi pada bayi.
vaksin bayi dan anakimunisasi anak
Pusdatin Kemenkes. https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-imunisasi.pdf
Diakses pada 2 April 2020
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
Diakses pada 2 April 2020
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii
Diakses pada 2 April 2020
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-iii
Diakses pada 2 April 2020
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/japanese-encephalitis
Diakses pada 2 April 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/pneumococcal-vaccine.html
Diakses pada 2 April 2020
CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/rotavirus/index.html
Diakses pada 2 April 2020
CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/varicella/public/index.html
Diakses pada 2 April 2020
WHO. https://www.who.int/immunization/research/development/influenza/en/
Diakses pada 2 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait