Menurut PBB, Ini Daftar Hak Anak di Rumah yang Wajib Dipenuhi Orangtua

Bermain dan memiliki orangtua yang suportif merupakan beberapa contoh hak anak
Seorang anak sedang bermain dengan ayah dan ibunya

Seperti orang dewasa, anak juga memiliki hak untuk hidup layak, apalagi ketika ia berada bersama keluarga. Ketika si Kecil berada di rumah, orangtua wajib memenuhi hak anak di rumah agar tumbuh kembangnya berlangsung secara optimal.

Hak anak yang paling dasar adalah mendapat jaminan keluarga, kesehatan, pendidikan, bermain, dan standar hidup yang jauh dari pengabaian maupun kekerasan. Hak ini harus mempertimbangkan kebutuhan anak yang harus diseusaikan seiring pertambahan usianya.

Dalam dunia internasional, hak anak secara keseluruhan diatur dalam Konvensi Hak Anak yang diatur oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di sini dijelaskan bahwa anak-anak adalah orang yang berusia di bawah 18 tahun, kecuali bila suatu negara punya batasan usia lainnya.

Konvensi ini menjamin setiap anak di wilayah mana pun mendapatkan haknya untuk memiliki kehidupan yang layak dan berkualitas agar tumbuh kembangnya berlangsng optimal. Dalam konvensi ini, tiap anak dijamin akan dilindungi, didengar pendapatnya, dan diperlakukan dengan adil dalam setiap kesempatan.

Hak anak di rumah

Konvensi Hak Anak menekankan pentingnya peran keluarga dan semua orang yang ada di rumah dalam mendukung perkembangan anak secara optimal. Salah satu hak anak di rumah yang utama adalah memiliki keluarga yang mendukung dan melindungi mereka dari lingkup sosial yang lebih besar.

Dalam penerapannya, hak anak di rumah dapat dibagi menjadi tiga kelompok dasar, di antaranya:

1. Mendapat jaminan hidup layak

Orangtua harus memastikan anak hidup dengan layak, termasuk dalam hal kesehatan, pendidikan, hingga sarana bermainnya. Lebih spesifik, hak anak di rumah dalam poin ini adalah:

  • Mendapatkan makanan yang bergizi
  • Tidur di tempat tidur yang hangat dan nyaman
  • Mendapat perawatan medis ketika sakit
  • Diberikan kesempatan untuk bermain dan sekolah.

2. Mendapat perlindungan

Anak berhak untuk mendapat perlindungan ketika berada di rumah. Perlindungan yang dimaksud adalah dari hal-hal negatif, seperti eksploitasi, diskriminasi, penelantaran, dan penyalahgunaan anak. Lebih spefisik, hak anak di rumah terkait poin ini adalah:

  • Memiliki ruang untuk bermain ketika berada di rumah
  • Dibimbing oleh orangtua tentang cara berperilaku yang baik dan tidak rasis
  • Mendapatkan nilai-nilai baik dari orangtua.

3. Jaminan partisipasi

Orangtua wajib mengajarkan atau mencontohkan perilaku yang baik pada anak, agar ia siap berpartisipasi di komunitas, sekolah, maupun lingkungan sosial yang lebih besar. Contoh hak anak di rumah dalam poin ini adalah:

  • Diperkenalkan oleh orangtua ke lingkungan baru yang positif, misalnya perpustakaan atau pusat kegiatan yang melibatkan anak-anak lainnya
  • Didorong untuk selalu menyampaikan opininya
  • Didengarkan keluh-kesahnya
  • Orangtua menjadikan pendapat anak sebagai salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam keluarga, terutama yang menyangkut masa depan anak.

Sejak era 2000-an, PBB menambahkan hak anak di rumah berupa tidak terpapar prostitusi dan pornografi. Anak juga berhak untuk mendapat perlindungan orangtua maupun negara terhadap praktik perbudakan maupun perdagangan anak.

Apa tujuan pemenuhan hak anak di rumah?

Ketika hak anak di rumah terpenuhi, ia akan mengerti bahwa hak tersebut juga melekat pada anak-anak lain yang berada di sekitarnya. Hal ini akan menghadirkan dampak positif bagi anak, seperti:

  • Membuat anak lebih toleran terhadap sesama dan tidak suka mendiskriminasikan orang lain
  • Anak jauh dari perilaku buruk, seperti rasisme, stereotyping, kebencian, maupun berprasangka hingga berperilaku buruk terhadap orang lain
  • Anak lebih menghargai perbedaan di sekelilingnya
  • Anak terhindar dari pelecehan, baik secara fisik maupun mental, setidaknya saat ia berada di rumah.

Rumah merupakan lingkungan pertama tempat anak belajar segalanya. Respons orangtua terhadap usaha pemenuhan hak anak di rumah sangat krusial untuk membangun kemampuan sosialnya di kemudian hari.

Dengan respons yang tepat, anak akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi saat bergaul di masyarakat. Empati anak juga akan tumbuh sehingga ia akan memperlakukan orang lain sebagaimana Anda memperlakukan mereka dengan positif.

Rumah merupakan tempat yang memiliki dampak signifikan bagi perkembangan anak di kemudian hari. Dengan memenuhi hak anak di rumah, maka Anda juga berkontribusi untuk menanamkan kebaikan dalam lingkup yang lebih besar, yakni komunitas dan masyarakat pada umumnya.

UNICEF. https://www.unicef.org/child-rights-convention/child-rights-why-they-matter
Diakses pada 3 Maret 2020

UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/id/konvensi-hak-anak-versi-anak-anak
Diakses pada 3 Maret 2020

Canadian Child Care Federation. https://www.cccf-fcsge.ca/wp-content/uploads/RS_64-e.pdf
Diakses pada 3 Maret 2020

Save the Children. https://www.savethechildren.org.uk/what-we-do/childrens-rights/united-nations-convention-of-the-rights-of-the-child
Diakses pada 3 Maret 2020

Children’s Rights Ireland. https://www.childrensrights.ie/childrens-rights-ireland/childrens-rights-ireland
Diakses pada 3 Maret 2020

Artikel Terkait