Daftar Efek Samping Haloperidol, Antipsikotik untuk Penanganan Skizofrenia

(0)
14 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Haloperidol merupakan antipsikotik yang diresepkan dokter untuk menangani gangguan psikologis seperti skizofreniaPenderita skizofrenia biasanya diresepkan haloperidol untuk mengurangi halusinasi
Haloperidol merupakan antipsikotik yang diresepkan dokter untuk menangani gangguan psikologis tertentu. Misalnya, haloperidol membantu mengendalikan gejala pada pasien skizofrenia – termasuk untuk mengurangi pikiran negatif dan halusinasi. Namun, haloperidol merupakan obat keras yang tidak dapat dikonsumsi sembarangan. Beberapa efek samping haloperidol bisa bersifat serius sehingga Anda harus mengonsumsinya hanya berdasarkan resep dokter. 

Efek samping haloperidol yang umum dialami pasien

Berikut ini beberapa efek samping haloperidol yang umum dialami oleh pasien:

1. Gangguan pada sistem saraf pusat

Salah satu efek samping haloperidol yang umum terjadi adalah masalah pada sistem saraf pusat. Gangguan sistem saraf pusat tersebut, termasuk:
  • Kecemasan atau rasa gelisah (agitasi)
  • Tubuh lelah
  • Sulit tidur

2. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan sebagai efek samping haloperidol termasuk sembelit, diare, mual, dan muntah.

3. Masalah hormon

Efek samping haloperidol dapat pengaruhi siklus menstruasi
Perubahan siklus haid merupakan salah satu efek samping haloperidol
Masalah hormon juga bisa dialami pasien sebagai efek samping haloperidol. Efek hormonal tersebut termasuk:
  • Penurunan kemampuan seksual
  • Perubahan siklus menstruasi pada perempuan
  • Peningkatan kadar hormon prolaktin        

4. Efek antikolinergik

Efek antikolinergik merupakan efek yang terjadi akibat konsumsi obat penghambat aktivitas senyawa otak asetilkolin. Gejala antikolinergik sebagai efek samping haloperidol yaitu: 
  • Mulut kering
  • Penglihatan kabur
  • Bertambahnya berat badan
  • Berkurangnya sensitivitas terhadap panas atau dingin

Efek samping haloperidol yang sifatnya serius

Haloperidol juga dapat menimbulkan efek samping yang bersifat serius. Efek samping haloperidol tersebut yaitu:

1. Gejala ekstrapiramidal

Gejala ekstrapiramidal merupakan efek samping obat yang memengaruhi pergerakan. Gejala ekstrapiramidal tersebut yaitu:
  • Merasa kaku, otot berkontraksi, atau tubuh gemetaran
  • Pergerakan tubuh menjadi lambat
  • Agitasi atau rasa gelisah
  • Tonus otot menjadi abnormal
  • Gerakan seperti memutar pada kepala, leher, atau lidah 

2. Distonia

Distonia ditandai dengan pergerakan abnormal dan kontraksi otot yang berkepanjangan. Beberapa contoh distonia sebagai efek samping haloperidol yang serius yaitu:
  • Kejang otot yang tidak terkendali di wajah, tangan, lengan, atau kaki 
  • Gerakan tubuh memutar
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan bicara dan menelan
  • Kehilangan keseimbangan atau kesulitan berjalan

3. Masalah di sistem kardiovaskular

Efek samping haloperidol dapat menyebabkan masalah pada sistem kardiovaskular
Mengonsumsi haloperidol dapat memicu efek samping seperti detak jantung tak beraturan
Sistem kardiovaskular mencakup sistem jantung dan pembuluh darah. Penggunaan haloperidol berisiko memacu masalah di sistem ini seperti tekanan darah menjadi rendah, detak jantung menjadi tidak beraturan, dan tubuh kelelahan.

4. Penyakit kuning

Penyakit kuning atau jaundice juga menjadi efek samping haloperidol yang serius. Jaundice ditandai dengan menguningnya kulit dan bagian putih mata. Infeksi paru yang disebut bronkopneumonia juga berisiko dialami pasien.

5. Efek samping serius lainnya

Selain efek samping di atas, haloperidol juga dapat menimbulkan efek samping serius berikut ini:
  • Nyeri dan pembengkakan pada payudara wanita
  • Produksi ASI yang tidak biasa pada wanita
  • Sulit buang air kecil secara tiba-tiba
  • Pusing
  • Demam, menggigil, atau sakit tenggorokan
  • Kulit panas dan kering
  • Kulit kurang berkeringat
  • Kejang
  • Ruam kulit
  • Heat stroke atau naiknya suhu tubuh secara drastis
  • Efek tardive diskinesia, seperti gerakan tak terkendali pada lidah, gerakan mengunyah, bibir mengecap, pipi menggembung, dan gerakan di kaki 
Anda harus segera menemui dokter apabila merasakan efek samping haloperidol yang serius di atas. Apabila efek yang Anda rasakan berisiko mengancam nyawa, segeralah cari bantuan gawat darurat untuk mendapatkan penanganan.

Peringatan alergi haloperidol

Selain efek samping haloperidol di atas, obat ini juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang. Reaksi alergi akibat konsumsi haloperidol termasuk:
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan di tenggorokan atau lidah
  • Kulit biduran
Hentikan penggunaan obat dengan segera jika mengalami reaksi alergi di atas. Setelah itu, Anda harus mencari bantuan gawat darurat untuk mendapatkan penanganan.

Catatan dari SehatQ

Efek samping haloperidol dapat bersifat umum namun ada pula yang serius. Jika mengalami efek samping haloperidol yang serius, Anda harus mencari bantuan dokter dengan segera. Untuk memahami efek samping obat dalam menangani gangguan psikologis, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia di Appstore dan Playstore yang setia memberikan informasi psikologis yang terpercaya.
skizofreniahalusinasigangguan psikologisantipsikotik
Healthline. https://www.healthline.com/health/anticholinergics
Diakses pada 30 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/haloperidol-oral-tablet
Diakses pada 30 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8661/haloperidol-oral/details
Diakses pada 30 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait