Cyberstalking, Teror dan Gangguan Online yang Berbahya


Cyberstalking adalah penggunaan internet dan teknologi lain untuk menguntit atau meneror orang lain secara online. Bentuk pelecehan dengan menakuti dan mempermalukan ini terkait erat dengan perundungan secara siber.

0,0
30 May 2021|Azelia Trifiana
Cyberstalking adalah perbuatan negatif yang meresahkanCyberstalking adalah perbuatan negatif yang meresahkan
Cyberstalking adalah penggunaan internet dan teknologi lain untuk menguntit atau meneror orang lain secara online. Bentuk pelecehan dengan menakuti dan mempermalukan ini terkait erat dengan perundungan secara siber. Medianya bisa berupa surat elektronik, pesan teks, unggahan di media sosial, dan lainnya.Ciri khas lain dari cyberstalking adalah terus menerus dilakukan. Sangat gencar. Metodenya pun terstruktur, dengan cara yang sangat disengaja.

Dampak dari cyberstalking

Lebih parahnya lagi, menguntit secara siber ini juga tidak akan berhenti meski target menunjukkan keberatan atau meminta pelaku menghentikan aksinya. Konten-konten yang ditujukan kepada target kerap kali tidak pantas dan mengganggu.Akibatnya, tentu target rentan merasa takut, terganggu, marah, bingung, cemas berlebih, dan juga khawatir. Sangat mungkin kondisi ini berlanjut menjadi depresi, mengalami post traumatic stress disorder, hingga muncul suicidal thought.Bahkan, tidak menutup kemungkinan target akan kesulitan tidur dan mengeluhkan gangguan pada sistem pencernaan.Isu ini cukup signifikan dan tidak bisa diremehkan. Ada konsekuensi secara fisik dan mental bagi orang yang menjadi target.

Mengenali contoh cyberstalking

Ada banyak sekali taktik dan teknik yang bisa dilakukan seseorang dalam melancarkan aksi cyberstalking-nya. Menariknya, pelaku adalah sosok yang paham betul bagaimana mengoperasikan teknologi dan juga kreatif.Berikut ini beberapa hal yang sangat mungkin dilakukan oleh pelaku:
  • Mengunggah komentar yang kasar dan bersifat ofensif
  • Memberikan reaksi seperti “like” di semua unggahan target
  • Membuat akun palsu untuk mengikuti target di media sosial
  • Mengirimkan pesan terus menerus dan berulang
  • Mengirimkan hadiah atau benda yang tidak diinginkan
  • Membuka informasi rahasia secara online
  • Mengunggah atau mendistribusikan foto palsu atau asli milik target
  • Mengirimkan foto cabul kepada target
  • Meretas kamera target di laptop atau ponselnya
  • Melacak pergerakan target secara online
  • Menguntit target secara online dengan bergabung di forum atau grup yang sama
  • Mengirimkan pesan atau email yang manipulatif atau cabul
  • Menandai target terus menerus dalam unggahan media sosial
Bahkan ketika sudah diminta berhenti pun, pelaku tak akan segan untuk memutar otak mencari cara lain. Metode baru segera diluncurkan. Ada banyak sekali ide di kepala pelaku yang mungkin bahkan tak pernah terpikirkan oleh orang kebanyakan sebelumnya.

Bagaimana mencegahnya?

Sangat penting untuk melindungi diri dari cyberstalker meski secara online. Memang hal ini tidak bisa sepenuhnya dicegah. Namun, ada langkah yang bisa diterapkan untuk meningkatkan keamanan Anda serta mencegah cyberstalking terjadi:

1. Membuat kata sandi rumit

Ada situs yang dapat membantu menilai seberapa cepat kata sandi milik Anda bisa diretas. Contohnya kombinasi nama dan tanggal lahir, itu bisa diretas hanya dalam sepersekian detik. Oleh sebab itu, buatlah kata sandi yang rumit pada alat-alat elektronik Anda.Kemudian, pasang pengingat untuk mengganti kata sandi secara berkala. Pilih kata sandi yang sukar ditebak namun tetap mudah Anda ingat.

2. Selalu log out

Setelah menggunakan email, akun media sosial, dan akun online lainnya, jangan lupa untuk log out. Dengan demikian, ketika ada seseorang yang meretas ponsel Anda mereka tidak akan mendapatkan akses ke akun Anda.Aktifkan pula two factor authentication yaitu sistem yang perlu dua jenis autentikasi untuk bisa diakses. Contohnya dengan kata sandi dan juga dengan mengirimkan kode OTP ke nomor HP Anda.

3. Pantau alat elektronik

Selalu pantau di mana lokasi ponsel dan laptop Anda terutama ketika berada di ruang publik seperti kantor. Hanya perlu kurang dari satu menit untuk memasang alat pelacak atau meretas alat Anda. Jadi, pastikan alat elektronik selalu berada di bawah pengawasan Anda dan tidak sembarangan meminjamkannya kepada orang lain.

4. Berhati-hati saat gunakan wifi publik

Ketika menggunakan wifi publik, siap-siaplah dengan konsekuensi mengalami peretasan. Oleh sebab itu, jangan terlalu sering menggunakan wifi publik kecuali terpaksa. Apabila sedang terkoneksi pun, sebaiknya tidak menggunakannya untuk membuka hal pribadi seperti akun media sosial dan internet banking.

5. Isi data secara selektif

Ketika harus mengisi data seperti nama lengkap hingga tanggal lahir, ada baiknya tidak memasukkan data sebenar-benarnya. Gunakan nama alias atau tidak menggunakan nama lengkap. Terlebih soal tanggal lahir dan nama ibu kandung yang merupakan informasi rahasia dan rentan disalahgunakan.

6. Audit media sosial

Luangkan waktu untuk menelusuri seluruh akun media sosial Anda. Hapus foto atau unggahan yang memaparkan terlalu banyak informasi atau gambar yang tidak Anda inginkan. Jangan terlena dengan fitur block seseorang karena sangat mudah bagi mereka untuk tetap mengakses profil Anda lewat akun palsu.

Cara menghadapi cyberstalking

Apabila terlanjur terjebak menjadi target cyberstalking, langkah pertama yang harus dilakukan adalah hentikan interaksi dengan si pelaku. Itulah yang mereka harapkan, bahwa Anda membalas dan menunjukkan rasa terganggu atau bahkan memenuhi permintaan pelaku.Berikut ini tahapan yang bisa dilakukan:
  • Minta pelaku untuk berhenti menghubungi Anda, namun hanya lakukan ini satu kali
  • Tidak perlu memberikan penjelasan mengapa Anda merasa terganggu karena hanya akan memperpanjang interaksi dengan pelaku
  • Block pelaku dari seluruh akun Anda
  • Apabila pelaku tetap bisa menghubungi Anda, jangan merespons terhadap aksi mereka
  • Buat alamat email baru dan ubah nama akun secara online sehingga menyulitkan mereka mengontak Anda
  • Simpan bukti dari semua yang dikirim pelaku untuk proses secara hukum
  • Laporkan ke platform yang mereka gunakan seperti media sosial atau email
Jangan memberikan respons berlebihan karena itulah yang menjadi target dari pelaku. Ketika merasa kewalahan, jangan tunjukkan rasa frustrasi kepada pelaku. Justru, cari bantuan dari pakarnya atau orang terpercaya.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar cyberstalking dan konsekuensinya terhadap kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalhidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-cyberstalking-5181466
Diakses pada 17 Mei 2021
Cyberbullying Research Center. https://cyberbullying.org/cyberstalking
Diakses pada 17 Mei 2021
Future Internet. https://www.mdpi.com/1999-5903/11/5/120
Diakses pada 17 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait