Curhat Masalah Hubungan Suami Istri Tidak Boleh Sembarangan

(0)
30 Jan 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tidak jarang pasangan yang sudah menikah akan mencari orang lain untuk curhat masalah hubungan suami istri. Baik sekadar ingin mengeluarkan unek-unek maupun dengan tujuan mencari jalan keluar masalah yang sedang dihadapi. Namun, curhat masalah suami istri sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.Pasalnya masalah rumah tangga juga dapat menyangkut harga diri dan pribadi pasangan. Sebaiknya perhitungkan terlebih dahulu kepada siapa Anda harus curhat, serta hal apa saja yang sebaiknya dihindari saat curhat masalah hubungan suami istri.

Orang yang tepat untuk curhat masalah hubungan suami istri

Memberitahu orang lain mengenai keadaan rumah tangga Anda yang sedang dilanda masalah, mungkin tidak diharapkan oleh pasangan Anda.Namun, jika Anda merasa tidak mampu menyelesaikan masalah sendirian, curhat masalah hubungan suami istri sebetulnya sah-sah saja, selama Anda menceritakannya dengan orang yang tepat.‘Orang yang tepat’ untuk mendengarkan curhat masalah hubungan suami istri tentu akan berbeda bagi setiap individu. Perhatikan kriteria orang yang tepat untuk diajak curhat masalah hubungan suami istri berikut ini:
  • Berbicaralah dengan orang yang bersikap netral dan memiliki kepedulian terhadap Anda dan pasangan.
  • Berbicaralah dengan orang yang dapat dipercaya dan selama ini sudah Anda kenal sebagai orang yang mampu menjaga rahasia.
  • Berbicaralah dengan orang yang dapat memberikan solusi bijak. Harus diingat, bahwa setuju dengan semua yang Anda katakan dan ikut berpihak menyalahkan pasangan Anda tanpa solusi nyata, tidak termasuk pemberi saran yang baik.
Sayangnya tidak semua orang tahu bagaimana menjaga rahasia orang lain. Bahkan, sebagian orang mungkin akan merasa senang mengetahui Anda memiliki masalah dan dengan mudahnya membagikan hal tersebut kepada pihak lain. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda jangan curhat masalah suami istri dengan orang-orang yang pernah membocorkan rahasia.Memilih pihak yang netral juga penting untuk dipertimbangkan. Jangan curhat masalah hubungan suami istri pada orang-orang yang sejak awal sudah berada di pihak Anda. Apalagi, mereka hanya mendengarkan cerita dari satu sisi saja.Walaupun Anda mungkin akan merasa lega dan dimengerti, secara tidak langsung Anda telah menyalakan persepsi negatif pada pasangan Anda. Bahkan, saat masalah rumah tangga telah selesai, bisa jadi persepsi negatif orang-orang terdekat kepada pasangan Anda masih tetap bertahan.Terlebih lagi, Anda pun tidak akan mendapat jalan keluar yang baik, jika orang yang diajak curhat tidak dapat memandang masalah secara objektif.Jika masalah yang Anda hadapi tergolong berat, bisa jadi bukan teman, orangtua, atau saudara yang Anda butuhkan untuk mendengarkan curhat masalah hubungan suami istri. Anda mungkin membutuhkan bantuan profesional yang dapat membantu memberikan konseling pernikahan.

Hal yang harus dihindari saat curhat hubungan suami istri

Saat curhat masalah hubungan suami istri, ada beberapa hal yang harus Anda hindari:
  • Jangan berbicara kepada banyak orang tentang masalah rumah tangga Anda. Cukup bercerita pada satu orang yang menurut Anda dapat memberikan solusi.
  • Jangan menjelek-jelekkan pasangan, apalagi secara berlebihan. Cukup bercerita tentang akar masalah dan hindari memberikan julukan yang buruk pada pasangan.
  • Hindari menceritakan masalah mengenai sesuatu yang pasangan Anda tidak kehendaki. Misalnya, tentang penghasilan atau masalah seks.
  • Jangan bercerita tentang hal-hal yang telah disepakati hanya menjadi urusan Anda berdua. Hal ini harus menjadi batasan yang jelas antara suami istri.
  • Hindari curhat masalah rumah tangga pada teman dari lawan jenis. Kondisi ini dapat memicu adanya kedekatan yang malah berpotensi menjadi masalah baru.
Masalah hubungan suami istri umumnya hal biasa dan bersifat sementara. Jika Anda dan pasangan memiliki masalah, berusahalah untuk menyelesaikannya secara pribadi terlebih dahulu. Apalagi, jika sebatas masalah silang pendapat atau tentang kebiasaan yang perlu penyesuaian.Sering kali, masalah dalam pernikahan sebetulnya bisa diselesaikan hanya dengan bersikap saling terbuka terhadap satu sama lain.Apabila Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
mempertahankan pernikahanpernikahanmenjalin hubungan
Mad About Marriage. https://madaboutmarriage.com/2012/10/12/do-not-share-your-marriage-problems-with-your-friends-unless/
Diakses 15 Januari 2021
Mad About Marriage. https://madaboutmarriage.com/2016/10/05/should-you-tell-your-friends-and-family-about-your-marital-problems/
Diakses 15 Januari 2021
Engaged Marriage. https://www.engagedmarriage.com/should-you-tell-your-friends-about-your-marriage-problems/
Diakses 15 Januari 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/divorce-busting/201005/dont-ask-dont-tell-your-family
Diakses 15 Januari 2021
Fatherly. https://www.fatherly.com/love-money/the-stuff-about-your-marriage-you-should-never-talk-about-with-your-friends/
Diakses 15 Januari 2021
Focus on The Family. https://www.focusonthefamily.com/family-qa/sharing-marital-concerns-with-an-opposite-sex-friend-on-social-media/
Diakses 15 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait