Cup Feeder Bayi: Benarkah Lebih Baik Daripada Botol Susu? (Plus Ketahui Cara Pakainya)


Cup feeder bayi adalah cangkir dengan corong untuk ibu memberikan ASI pada bayi yang bingung puting. Memberikan susu lewat cup feeder lebih baik daripada lewat dot karena tidak merusak gigi si Kecil.

(0)
Cup feeder bayi adalah corong seperti sloki kecil untuk memberikan ASICup feeder bayi berguna agar bayi tidak bingung puting
Cup feeder bayi adalah alat berbentuk seperti sloki atau cangkir dengan corong di ujungnya untuk memberikan ASI perah pada bayi yang mengalami bingung puting saat menyusui.Namun selain untuk bayi yang menolak menyusu lewat payudara, beberapa bayi dengan kondisi lain mungkin juga membutuhkan cup feeder ASI. Lantas, kenapa ada bayi yang memerlukan cup feeder untuk minum susu?

Alasan bayi butuh menyusu lewat cup feeder

Bayi prematur kesulitan mengisap dari puting sehingga membutuhkan cup feeder
Bayi prematur kesulitan mengisap dari puting sehingga membutuhkan cup feeder
Selain bayi yang bingung puting, beberapa alasan Si Kecil memerlukan cup feeder adalah:
  • Bayi prematur atau terlahir memiliki masalah kesehatan, sebab mereka belum memiliki kekuatan yang cukup untuk mengisap dari puting.
  • Kesulitan menyusui akibat puting tertarik ke dalam, tongue tie, sumbing, atau masalah perlekatan.
  • Ibu mengalami puting pecah-pecah
  • Ibu harus pergi meninggalkan bayinya
  • Ibu dilarang menyusui langsung karena kondisi kesehatan tertentu.

Kelebihan cup feeder bayi

Cup feeder mampu menjaga gigi bayi agar tidak rusak
Cup feeder mampu menjaga gigi bayi agar tidak rusak
World Health Organization (WHO) menyebut pemberian ASI dengan cup feeder bayi sebagai metode yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan botol atau dot.Bila dibandingkan dengan botol susu bayi, keuntungan menggunakan cup feeder bayi adalah:

1. Tidak menyebabkan bingung puting

Menyusu lewat botol dot dapat membuat Si Kecil bingung puting sehingga tidak ingin menyusui sama sekali. Rupanya, cup feeder bayi membantu mengatasi masalah tersebut.Hal ini pun dipaparkan dalam riset terbitan Cochrane. Berdasarkan temuan ini, menggunakan cup feeder untuk bayi rupanya meningkatkan durasi menyusui. Jadi, asupan nutrisi pada bayi pun tetap terjaga.

2. Bayi menggunakan teknik menyusu yang sama seperti menghisap puting ibu

Menurut penelitian dari BMC Pregnancy and Childbirth, teknik menyusui dari cup feeder rupanya lebih menyerupai menyusui dari puting daripada saat menggunakan botol. Jadi, ketika diberikan cup feeder bayi, lidah Si Kecil pun bisa bersiap-siap dengan bergerak maju untuk menelan ASI.

3. Mengurangi risiko bentuk gigi dan rahang tidak normal

Botol susu terbukti mampu membuat bentuk gigi dan rahang berubah dari yang seharusnya. Sebab, cara pengisapan dot pun berbeda dengan puting susu.Efeknya, fungsi mulut, seperti napas dan makan pun bisa terganggu.Feeding cup bayi ini mampu mencegah kelemahan dari penggunaan botol bayi.

4. Bantu kurangi risiko gigi rusak

Botol susu kerap kali membuat gigi bayi terendam susu. Ini rupanya mampu membuat gigi bayi keropos hingga bolong.Menggunakan cup feeder bayi pun terbukti mencegah gigi terendam susu sehingga kemungkinan gigi rusak pun berkurang.

5. Mencegah bayi makan berlebihan

Bayi memerlukan usaha yang lebih banyak untuk meminum ASI dari cup feeder. Sebab, ia harus menggerakkan lidahnya agar ASI masuk ke mulut dan tertelan.Sementara, dot bisa langsung meneteskan ASI ke dalam mulut.Bila "terlalu mudah", hal ini membuat bayi minum ASI terlalu banyak. Karena itu, cup feeder membantu mengontrol jumlah asupan ASI sesuai kebutuhannya.

6. Mempermudah bayi belajar menggunakan cangkir

Setelah Si Kecil beranjak dewasa, ia pun seharusnya bisa minum dari cangkir secara mandiri. Bila sejak kecil telah terbiasa minum ASI dari cup feeder bayi, ia akan tidak kesulitan menggunakan cangkir di kemudian hari.

7. Alatnya terjangkau

Pada dasarnya, Anda bisa menggunakan cangkir kecil apa pun sebagai cup feeder. Terlebih, karena teknologi yang dibutuhkan cukup sederhana, feeding cup bayi lebih murah daripada membeli botol dan dot.Beberapa keunggulan cup feeder ASI lainnya adalah:
  • Bisa digunakan bayi berusia yang cukup kecil, yaitu sejak 29 minggu
  • Bentuknya yang terbuka sehingga mudah dicuci dan kebersihannya terjaga.

Kekurangan cup feeder bayi

Risiko menggunakan cup feeder adalah bayi tersedak
Risiko menggunakan cup feeder adalah bayi tersedak
Meski perlengkapan bayi yang satu ini mampu memberikan beragam keunggulan, rupanya ada pula kelemahan dari cup feeder untuk bayi ini. Apa saja?
  • Risiko tersedak atau susu masuk ke lubang hidung jika tidak hati-hati
  • Membutuhkan waktu lama
  • Susu berisiko tumpah lebih banyak daripada menggunakan botol
  • Tidak disarankan untuk bayi yang mengantuk karena mampu menyebabkan tersedak.

Cara menggunakan cup feeder

Posisikan bayi duduk tegak agar tidak tersedak saat minum ASI dari cup feeder
Posisikan bayi duduk tegak agar tidak tersedak saat minum ASI dari cup feeder
Organisasi Ibu Menyusui Internasional (La Leche League International) menjelaskan cara memberikan ASI melalui cup feeder bayi yang benar sebagai berikut:
  • Dudukkan bayi di pangkuan, pegang leher dan punggungnya agar tetap tegak lurus. Anda juga bisa menggendongnya dengan kain agar Si Kecil tidak menyenggol cangkirnya.
  • Pegang cup feeder, lalu letakkan pinggirannya perlahan-lahan di bibir bagian bawah bayi.
  • Miringkan cangkir dengan hati-hati, jangan sampai terlalu miring. Pastikan ASI berada di tepi cup feeder agar mudah masuk ke mulut. Perhatikan bayi agar ia tetap membuka mulut dan mata saat minum.
  • Tuang ASI perlahan-lahan. Jangan tuang ASI langsung ke dalam mulutnya. Biarkan bayi mengatur kendali aliran ASI dari feeding cup. Bila ia sudah kenyang, ia akan menutup mulutnya dan Anda sebaiknya segera berhenti.
Sebelum menggunakan gelas menyusui ini, pastikan Anda sudah membersihkannya secara benar agar ASI tidak terkontaminasi bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya.Pastikan pula ibu tidak meninggalkan ASI perah terlalu lama dibiarkan di udara terbuka sehingga ASI tidak rusak.Bila Anda ibu yang kerap bepergian, sebaiknya latih terus Si Kecil saat menggunakan cup feeder. Hal ini membuat ia akan terbiasa sehingga asupan ASI pun tidak terhenti.Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang menyusui, Anda bisa berkonsultasi pada dokter anak yang juga menjadi konselor ASI.Anda juga bisa menghubungi dokter secara gratis melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuiproduksi asimenyusuibayiasi eksklusifibu menyusuibayi cukup asi
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia. https://aimi-asi.org/layanan/lihat/tips-melatih-bayi-minum-asip-tanpa-dot Diakses pada 5 Mei 2021Firstcry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/cup-feeding-your-baby-benefits-and-drawbacks/ Diakses pada 5 Mei 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/cup-feeding Diakses pada 5 Mei 2021Australian Breastfeed Association. https://www.breastfeeding.asn.au/bfinfo/cup-feeding Diakses pada 5 Mei 2021Cochrane. https://www.cochrane.org/CD005252/NEONATAL_avoidance-bottles-during-establishment-breast-feeds-preterm-infants Diakses pada 5 Mei 2021BMC Pregnancy and Childbirth. https://bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2393-14-154 Diakses pada 5 Mei 2021Breastfeeding Support. https://breastfeeding.support/cup-feeding-newborn/ Diakses pada 5 Mei 2021La Leche League International. https://www.llli.org/cup-feeding/ Diakses pada 5 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait