Memahami Cuci Darah yang Membantu Pasien Gagal Ginjal

(0)
10 Dec 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cuci darah atau dialisis adalah prosedur untuk menyingkirkan zat limbah di tubuh pada penderita gagal ginjalSalah satu prosedur cuci darah dilakukan dengan mesin pembersih buatan untuk menyingkirkan zat limbah di tubuh
Cuci darah penting dilakukan untuk penderita gagal ginjal. Pada kondisi medis ini, tubuh akan mengalami penumpukan cairan maupun zat beracun di tubuh. Kapan harus menjalani cuci darah jika menderita gagal ginjal?

Cuci darah dan manfaatnya untuk penderita gagal ginjal

Cuci darah adalah prosedur yang dilakukan untuk membuang limbah berbahaya dan cairan berlebih di dalam tubuh menggunakan alat medis. Prosedur ini dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal. Dikenal juga dengan istilah dialisis, cuci darah juga membantu menjaga keseimbangan cairan dan partikel elektrolit di tubuh saat ginjal gagal menjalankan fungsinya.Ginjal yang normal menjalankan beragam fungsi penting, seperti mengendalikan keseimbangan cairan, menyingkirkan zat limbah dari tubuh, hingga menghasilkan hormon untuk mengendalikan tekanan darah. Namun pada penderita gagal ginjal (penyakit ginjal kronis), fungsi normal tersebut sulit atau tidak optimal dijalankan oleh ginjal.Prosedur cuci darah atau dialisis dapat membantu pasien gagal ginjal untuk menjalani hidup berkualitas. Jika tidak melakukan cuci darah, garam dan produk limbah lainnya akan menumpuk di darah. Zat tersebut juga dapat meracuni tubuh dan merusak organ-organ.Walau begitu, penting untuk diingat bahwa cuci darah tidak bisa menyembuhkan penyakit ginjal kronis.

Kapan harus menjalani cuci darah?

Cuci darah perlu dilakukan apabila pasien mulai mengalami stadium akhir gagal ginjal, yakni saat ginjal tidak lagi mampu menjalankan 85-90% dari fungsi normalnya.Indikator lain dari urgensi untuk melakukan cuci darah adalah nilai eFGR. eFGR adalah nilai estimasi laju filtrasi glomerulus, memperkirakan volume darah yang melewati glomerulus (penyaring kecil pada ginjal) dalam satu menit.Jika nilai eGFR semakin rendah, maka kerusakan ginjal pun semakin parah.Pasien gagal ginjal perlu melakukan cuci darah apabila memiliki nilai eFGR di bawah 15. Cuci darah harus dijalankan seumur hidup, kecuali jika pasien mendapatkan transplantasi ginjal.

Jenis-jenis prosedur cuci darah

Secara umum, terdapat dua jenis cuci darah atau dialisis, yaitu hemodialisis dan peritoneal dialisis.

1. Hemodialisis

Hemodialisis adalah prosedur cuci darah yang menggunakan ginjal buatan (hemodializer). Darah penderita akan ‘dipindahkan’ dari tubuh dan disaring melewati hemodializer. Darah yang sudah disaring tersebut dikembalikan ke tubuh dengan bantuan dari mesin dialisis.Untuk mengalirkan darah dari tubuh ke hemodializer, dokter akan membuat titik akses ke pembuluh darah. Terdapat tiga jenis titik akses untuk prosedur ini, yaitu:
  • Arteriovenous fistula, yang menghubungkan pembuluh nadi dengan pembuluh balik untuk membuat ‘pembuluh darah’ yang lebih besar yang disebut dengan fistula.
  • Arteriovenous graft. Pembuluh nadi dan pembuluh balik dihubungkan dengan tabung plastik yang lembut.
  • Kateter. Dokter memasukkan semacam tabung plastik kecil ke dalam pembuluh balik yang besar di leher.
Hemodialisis umumnya berlangsung selama 3-5 jam per sesi, dan dilakukan 3 kali dalam seminggu. Walau begitu, durasi tersebut dapat lebih singkat dengan frekuensi yang lebih sering.Hemodialisis juga biasanya akan dilakukan di rumah sakit atau klinik cuci darah. Setelah menjalani hemodialisis beberapa waktu, dokter mungkin mengizinkan pasien untuk melakukan dialisis di rumah.

2. Peritoneal dialisis

Apabila hemodialisis dilakukan dengan ginjal buatan, peritoneal dialisis merupakan prosedur cuci darah yang dilaksanakan di dalam tubuh pasien. Melalui tindakan bedah, dokter akan menempatkan kateter ke dalam perut untuk membuat akses.Area perut tersebut akan diisi dengan cairan dialisat melalui kateter. Cairan tersebut akan menyerap zat limbah. Begitu dialisat selesai menyerap limbah dari aliran darah, cairan tersebut akan dikeluar dari perut pasien.Prosedur cuci darah peritoneal dialisis membutuhkan waktu beberapa jam, dan perlu diulang empat hingga enam kali sehari.

Adakah efek samping cuci darah?

Dialisis atau cuci darah tetap memiliki risiko dan efek samping. Beberapa efek samping cuci darah tersebut, termasuk:
  • Kram otot
  • Kulit gatal, seringkali lebih parah sebelum atau seusai cuci darah dilakukan
  • Tekanan darah rendah, terutama pada orang yang menderita diabetes
  • Masalah tidur
  • Cairan berlebih, sehingga orang yang menjalani cuci darah harus mengonsumsi jumlah cairan yang sama tiap harinya
  • Infeksi atau menggelembung di area titik akses cuci darah
  • Depresi dan perubahan mood

Hal lain terkait cuci darah lain

Berikut ini hal-hal seputar cuci darah, yang patut untuk diketahui

1. Berapa biaya cuci darah?

Umumnya prosedur cuci darah membutuhkan biaya Rp800 ribu-1 juta dalam satu kali kunjungan. Walau begitu, biaya ini juga akan bergantung pada kebijakan fasilitas kesehatan yang Anda tuju.

2. Bisakah penderita gagal ginjal bertahan hidup dengan cuci darah?

Tentunya bisa, dengan syarat, pasien harus menjalani cuci darah seumur hidupnya sampai ia mendapatkan cangkok ginjal.Harapan hidup pasien gagal ginjal akan bergantung pada kondisi kesehatan pasien dan kepatuhannya dalam menjalani arahan dokter. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk membantu Anda tetap sehat saat mulai menjalani prosedur cuci darah.

3. Perlukah pasien memerhatikan konsumsi makanannya?

Ya, dengan bantuan dokter, pasien gagal ginjal akan perlu memerhatikan asupan makanannya. Pasien juga harus membatasi konsumsi air. Jenis diet yang diperlukan akan bergantung pada jenis prosedur cuci darah yang dilakukan.

4. Bisakah pasien kembali bekerja?

Bisa, banyak pasien penyakit ginjal kronis yang tetap bekerja, walau memang ia harus mengalokasikan waktu untuk menjalani cuci darah. Pasien juga harus menghindari pekerjaan yang menuntut tenaga fisik.

Catatan dari SehatQ

Gagal ginjal memang menjadi penyakit yang mengancam nyawa jika tidak ditangani. Pasiennya tidak dapat disembuhkan kecuali jika mendapatkan transplantasi ginjal. Walau begitu, cuci darah dapat membantu pasien untuk tetap menjalani hidup yang berkualitas.
penyakit ginjaltransplantasi ginjalgangguan ginjalgagal ginjal
BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/post/read/2018/885/8-Tahun-Hemodialisa-Gatot-
Diakses pada 12 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/dialysis
Diakses pada 12 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/152902.php
Diakses pada 12 Desember 2019
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/atoz/content/dialysisinfo
Diakses pada 12 Desember 2019
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/atoz/content/gfr
Diakses pada 12 Desember 2019
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/kidneydisease/howkidneyswrk
Diakses pada 12 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait