Cuaca Panas Sebabkan Asma Kambuh, Ini 7 Cara Antisipasinya


Bagi penderita asma, cuaca panas bisa jadi waktu yang cukup menantang. Sebab, bukan hanya cuaca panas sebabkan asma, kelembapan udara juga bisa berdampak pada saluran pernapasan. Terlebih, bagi mereka yang memiliki tipe asma alergi.

0,0
24 Sep 2021|Azelia Trifiana
Cuaca panas dapat menyebabkan asmaCuaca panas dapat menyebabkan asma
Bagi penderita asma, cuaca panas bisa jadi waktu yang cukup menantang. Sebab, bukan hanya cuaca panas sebabkan asma, kelembapan udara juga bisa berdampak pada saluran pernapasan. Terlebih, bagi mereka yang memiliki tipe asma alergi.Gejala yang muncul ketika hal ini terjadi adalah napas menjadi pendek dan berfrekuensi tinggi (wheezing). Ada baiknya apabila memungkinkan, tetap berada di dalam rumah pada cuaca yang sangat panas.

Mengapa cuaca panas sebabkan asma?

Seorang individu dengan kondisi asma berarti paru-parunya sangat sensitif terhadap panas ekstrem. Artinya, bernapas udara yang panas dapat memicu munculnya gejala di saluran pernapasan.Lebih jauh lagi, cuaca panas rentan menyebabkan seseorang dehidrasi. Ketika mengalami dehidrasi, secara otomatis seseorang akan bernapas lebih cepat dari normal. Ini juga merupakan penjelasan mengapa cuaca panas sebabkan asma.Di saat yang sama, udara yang lembap membuat seseorang lebih berat bernapas. Jika ini belum cukup, udara lembap juga membuat iritan terperangkap di paru-paru. contohnya seperti debu, jamur, benang sari, hingga tungau.Selain itu, ozon yang juga ada di atmosfer juga diyakini memperparah gejala asma. Meski kontroversial, ada anggapan bahwa ketika level ozon tinggi, maka fungsi paru-paru bisa memburuk.Jangan lupakan pula bahwa cuaca panas lebih rentan membuat asap terbawa hingga ke tempat Anda berada saat ini. Asap ini membawa zat partikulat berukuran sangat kecil yang bisa masuk ke saluran pernapasan.

Cara menangani asma saat cuaca panas

Bagi yang sudah langganan mengalami asma memburuk pada musim panas, sebaiknya segera susun rencana penanganannya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi yang berada dalam kondisi berikut:
  • Gejala asma mengganggu tidur lebih dari dua kali per bulan
  • Perlu inhaler baru lebih dari dua kali per tahun
  • Menggunakan inhaler lebih dari dua kali per pekan
Jika tidak mengalami hal-hal di atas, maka Anda bisa mendiskusikan bersama dokter apa saja langkah untuk menghindari asma kambuh saat cuaca panas. Pastikan mengikuti panduan dari dokter dan menghindari pemicunya.Lebih jauh lagi, berikut ini detail langkah penanganan yang bisa dilakukan:

1. Tetap berada di dalam rumah

Apabila tidak benar-benar penting, sebisa mungkin tetaplah berada di rumah saat cuaca panas ekstrem. Aktivitas di luar sangat mungkin membuat Anda terpapar iritan dan menyebabkan kambuhnya gejala asma.Jika sedang di luar dan cuaca tiba-tiba menjadi ekstrem, masuk ke gedung berpendingin ruangan seperti bioskop, perpustakaan, atau supermarket bisa jadi pilihan.

2. Hindari pemicunya

Jika sudah mengenali apa yang menjadi pemicu kambuhnya asma, hindari sebisa mungkin. Contohnya asap rokok, pembakaran sampah, atau benang sari. Sebab, polusi udara bisa memperparah reaksi alergi dan asma.

3. Jaga asupan cairan

Mengingat dehidrasi berperan dalam memperparah asma dan alergi, jaga asupan cairan tetap tercukupi. Minum air sesuai kebutuhan sepanjang hari untuk mengurangi gejala asma.

4. Mengenakan pelindung

Saat berada di luar, pastikan tubuh terlindungi. Apabila biasanya berlari di luar ruangan, ganti dengan alternatif olahraga lain semisal berenang. Sesuaikan pakaian dengan cuaca saat itu.

5. Mandi setibanya dari luar

Setelah beraktivitas di luar dan tiba di rumah, segera mandi dan keramas. Jangan lupa untuk mencuci pakaian dan semua aksesoris yang melekat di badan. Tujuannya agar iritan tidak sampai terbawa ke dalam rumah.

6. Bersihkan rumah

Debu dapat mengikat partikel-partikel iritan yang berukuran sangat kecil. oleh sebab itu, pastikan rumah selalu dalam kondisi bersih. Apabila jendela yang terbuka memberi akses bagi masuknya partikel pemicu asma, sebaiknya biarkan tetap tertutup.Lalu, sering-seringlah vacuum ruangan-ruangan di rumah. Bukan hanya membersihkan lantai, namun juga sudut-sudut menumpuknya debu seperti di jendela atau perabotan. Pakai masker saat sedang bersih-bersih.

7. Nyalakan AC dan dehumidifier

Anda bisa mencoba mengurangi kelembapan udara dengan menjaga temperatur tetap dingin. Namun, tidak terlalu dingin. Tujuannya agar semakin mudah bernapas dan mencegah tumbuhnya jamur.

Setiap jenis asma seseorang pasti berbeda. Hanya saja, secara umum cuaca panas dan udara lembap rentan memicu reaksi asma. Selain itu, perubahan cuaca secara ekstrem juga turut berpengaruh. Utamanya ketika beralih dari cuaca panas di luar ruangan ke dalam gedung yang dingin.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara menjaga diri saat cuaca panas, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitasmapola hidup sehat
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/extreme-weather-and-summer-asthma-whats-important-200527
Diakses pada 12 September 2021
National Asthma Council. https://www.nationalasthma.org.au/living-with-asthma/resources/patients-carers/factsheets/healthy-in-the-heat
Diakses pada 12 September 2021
British Lung Foundation. https://www.blf.org.uk/support-for-you/hot-weather
Diakses pada 12 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait