Memahami CT Value Dalam tes PCR pada Diagnosis Covid-19

(0)
04 Mar 2021|Nurul Rafiqua
Ct Value adalah komponen dari tes real time RT-PCCt (cycle threshold) merupakan siklus yang akan diukur untuk menentukan hasil test RT-PCR
Semenjak pandemi Covid-19 merebak, kita jadi mendengar banyak istilah baru di bidang kesehatan. Belakangan ini istilah Ct Value sedang menjadi sorotan di banyak perbincangan. Sebenarnya, apa itu Ct Value?

Ct Value sebagai komponen dari tes real time RT-PCR 

Di antara sejumlah metode diagnosis COVID-19, real-time reverse-transcriptase polymerase chain reaction (realtime RT-PCR) adalah tes yang saat ini dianggap paling akurat. Ketika Anda menjalani pemeriksaan tersebut, suatu komponen penilaian yang disebut Ct (cycle threshold) value akan diukur untuk mengetahui gambaran seberapa banyak partikel virus yang terdapat dalam tubuh.Real time RT-PCR itu sendiri merupakan suatu metode yang dapat mendeteksi keberadaan materi genetik tertentu dari benda asing yang masuk ke dalam tubuh (patogen), termasuk virus. Prosedurnya meliputi swab test, melalui pengambilan sampel cairan dari hidung dan tenggorokan pasien.Di laboratorium, sampel akan diproses menggunakan alat khusus untuk mengeluarkan materi genetik virus yang ditargetkan. Dalam proses tersebut, sinyal flouresens akan digunakan sebagai penanda ketika ada materi genetik yang teridentifikasi.Untuk dapat terdeteksi lebih cepat, materi genetik tersebut harus berbentuk DNA. Namun, Coronavirus (SARS-CoV-2) yang menyebabkan COVID-19 hanya mengandung RNA. Oleh karena itu, RNA virus akan diubah atau dikonversikan terlebih dahulu menjadi DNA menggunakan suatu enzim yang disebut enzim reverse transcriptase.Selanjutnya target materi genetik akan diperbanyak menggunakan mesin real-time PCR sehingga bisa terdeteksi. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh informasi genetik yang dibutuhkan dengan cukup demi penilaian akurat.Karenanya, proses amplifikasi tersebut perlu dilakukan secara berulang hingga membentuk siklus. Selama siklus tersebut berlangsung, materi genetik bisa dilihat melalui sinyal flouresens. Umumnya tindakan penggandaan atau amplifikasi tersebut memiliki batas maksimum dalam 40 siklus.Di satu titik tertentu, sinyal flouresens pada proses amplifikasi tersebut akan terakumulasi dan mencapai ambang batas suatu nilai serta dianggap sebagai hasil positif. Titik inilah yang disebut dengan cycle threshold value atau CT value.

Perhitungan CT Value

Batas perhitungan CT ditentukan oleh masing-masing produsen yang membuat alat atau kit pengujian. Meski tidak semua produsen menggunakan batas CT yang sama, tapi pada umumnya, batas ambang nilai CT adalah di atas 40, dengan penjelasan sebagai berikut:
  • Nilai CT kurang dari 29: hasil positif, menunjukkan kadar asam nukleat virus yang sangat banyak
  • Nilai CT 30-37: Hasil positif, menunjukkan asam nukleat virus dengan jumlah sedang
  • Nilai CT 38-40: Hasil positif lemah, menunjukkan asam nukleat virus dalam jumlah sedikit, dan ada kemungkinan hasil deteksi adalah kontaminasi dari lingkungan.
  • Nilai Ct 40 ke atas: Hasil negatif
Jadi bisa dilihat, semakin tinggi angka CT, semakin rendah konsentrasi materi genetik virus yang terdeteksi pada sampel pasien.

CT Value dalam diagnosis COVID-19

Meski fungsi utamanya adalah untuk memberikan hasil positif atau negatif pada sampel pasien, nilai CT juga dapat menggambarkan jumlah partikel virus yang ada dalam tubuh pasien. Ini berarti, tingkat infeksius atau kemampuan seseorang dalam menularkan virus, juga dapat dinilai.Semakin tinggi nilai CT seseorang, semakin rendah kemungkinannya untuk menyebarkan virus yang dapat menginfeksi. Hal ini sempat dibuktikan oleh suatu penelitian klinis yang dilakukan pada 2020. Pasien yang memiliki sampel dengan nilai CT di atas 34, terbukti tidak lagi dapat menularkan infeksi.Dengan begitu, beberapa dokter kerap menggunakan nilai CT untuk menentukan bahwa pasien sudah bisa dipulangkan dari rumah sakit. Di samping itu dokter juga dapat menentukan kebutuhan pasien terhadap isolasi mandiri, berdasarkan CT Value.Meski demkian, CT Value belum bisa dijadikan acuan utama untuk menentukan tingkat keparahan atau daya infeksi seseorang. Sebab, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi penilaian CT.Misalnya, hal teknis terkait metode pengambilan sampel, jumlah materi genetik yang terkandung dalam sampel, metode ekstraksi yang digunakan, serta alat atau kit PCR. Belum lagi, penelitian tentang CT Value dan hubungan dengan tingkat keparahan penyakit atau tingkat infeksi dari COVID-19 pun masih minim.Oleh karena itu, diperlukan diagnosis yang menyeluruh dengan penuh kehati-hatian dari dokter dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan pasien dan evaluasi terhadap CT Value sebagai salah satu komponen diagnosis.    
 
 
 
coronavirus
Interntional Atomic Energy Agency. https://www.iaea.org/newscenter/news/how-is-the-covid-19-virus-detected-using-real-time-rt-pcr
Diakses pada 3 Maret 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3322901/
Diakses pada 3 Maret 2021
Tennessee Department of Health. https://www.tn.gov/content/dam/tn/health/documents/cedep/novel-coronavirus/Ct_Fact_Sheet.pdf
Diakses pada 3 Maret 2021
Wisconsin University. https://www.wvdl.wisc.edu/wp-content/uploads/2013/01/WVDL.Info_.PCR_Ct_Values1.pdf
Diakses pada 3 Maret 2021
American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. https://www.ajtmh.org/view/journals/tpmd/103/5/article-p2019.xml
Diakses pada 3 Maret 2021
WHO. https://www.who.int/diagnostics_laboratory/eual/eul_0515_202_00_covid19_coronavirus_real_time_pcr_kit_ifu.pdf?ua=1
Diakses pada 3 Maret 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7667391/
Diakses pada 3 Maret 2021
National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32342252/
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait