Crown Gigi Patah saat Olahraga, Kenali Jenis dan Penanganannya!

Cedera gigi akibat olahraga yang paling sering terjadi adalah patahnya crown gigi
Crown gigi rentan patah saat melakukan olahraga yang penuh dengan kontak fisik

Gigi terdiri dari tiga lapisan, yaitu enamel, dentin, dan pulpa. Enamel merupakan bagian gigi paling luar yang bersifat keras. Di bawah enamel, terdapat dentin yang berfungsi untuk melindungi pulpa. Pulpa adalah bagian gigi yang mengandung pembuluh darah dan serabut saraf.

Bagian gigi di atas gusi disebut sebagai mahkota atau crown gigi. Bagian gigi ini bisa dilihat dari luar. Sementara itu, bagian gigi yang terdapat di dalam gusi dan tidak dapat dilihat dari luar disebut sebagai akar gigi.

Gigi yang paling rentan patah saat olahraga adalah bagian mahkota atau crown gigi, terutama pada gigi tetap bagian depan. Crown gigi yang patah dapat melibatkan:

  • Enamel saja
  • Enamel dan dentin
  • Ketiga lapisan gigi (enamel, dentin, dan pulpa)

Fraktur Enamel

Jika bagian crown gigi yang patah hanya melibatkan bagian enamel saja, biasanya gigi yang patah terasa kasar jika diraba menggunakan lidah atau tangan. Kondisi ini bukanlah suatu kegawatdaruratan dan biasanya tidak mengganggu. Seringkali tidak disadari dan baru ditemukan saat pemeriksaan gigi rutin. Penanganannya jenis fraktur gigi ini dilakukan dengan menghaluskan dan membentuk kembali gigi yang patah

Fraktur Enamel-dentin

Pada fraktur enamel-dentin, crown gigi yang patah menyebabkan dentin terpapar. Gejala fraktur gigi ini adalah meningkatnya sensitivitas gigi terhadap udara, air dingin, atau tekanan. Gigi juga dapat terasa nyeri, yang mengindikasikan bahwa saraf gigi masih hidup.

Jika saat berolahraga terjadi fraktur enamel-dentin, sebisa mungkin temukan potongan gigi yang patah, kemudian rendam potongan gigi dalam susu atau cairan salin normal, untuk kemudian dibawa ke dokter gigi atau IGD. Potongan gigi ini mungkin masih dapat disambung kembali.

Penanganan lainnya adalah dengan memberikan pasta kalsium hidroksida atau zinc oksida yang dicampur eugenol untuk melindungi pulpa dari kerusakan dan mengurangi sensitivitas gigi. 

Fraktur Enamel, Dentin, dan Pulpa

Jenis fraktur gigi ini merupakan jenis yang paling sulit penanganannya. Terapi fraktur enamel, dentin, dan pula, tergantung pada status pulpa gigi dan usia gigi.

  • Pada gigi yang pulpanya masih hidup dan puncak akar gigi tertutup, terapi yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian pasta kalsium hidroksida di atas pulpa yang terbuka, kemudian dilakukan restorasi.
  • Sedangkan pada gigi yang pulpanya masih hidup tetapi puncak akar giginya terbuka, terapi pertama kali dilakukan untuk menutup akar gigi terlebih dahulu.
  • Pada gigi dengan pulpa yang sudah mati dan puncak akar gigi tertutup, harus dilakukan perawatan saluran akar.
  • Pada gigi dengan pulpa yang sudah mati dan puncak akar gigi terbuka, terapi ditujukan untuk menutup akar gigi terlebih dahulu.

Pencegahan Crown Gigi Patah

Pencegahan gigi patah saat berolahraga dapat diupayakan dengan menggunakan pelindung mulut. Hasil studi menunjukkan bahwa jika pelindung mulut tidak digunakan, risiko crown gigi patah saat berolahraga meningkat lebih besar. Tujuan penggunaan pelindung mulut saat berolahraga, yaitu:

  • Menjadi shock absorber untuk mencegah gigi patah
  • Melindungi jaringan lunak sehingga dapat mencegah robeknya bibir dan mulut
  • Memberi penopang dengan cara mengisi bagian-bagian yang tidak ada gigi.

Young EJ, et al. Common Dental Injury Management in Athletes. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4482297/
Diakses pada Mei 2019

Ranalli, Dennis N. Dental injuries in sports. https://journals.lww.com/acsm-csmr/Fulltext/2005/02000/Dental_Injuries_in_Sports.4.aspx.
Diakses pada Mei 2019

Dental Care. https://www.dentalcare.com/en-us/professional-education/ce-courses/ce127/statistics
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed