Crossfit adalah Jenis Olahraga HIPT, Apa Saja Manfaatnya?

CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi yang sangat menyehatkan jika dilakukan dengan benar.
CrossFit adalah olahraga yang menantang kekuatan tubuh dalam bergerak.

CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi atau high-intensity power fitness (HIPT) yang mengombinasikan latihan kekuatan, ketahanan, kecepatan, pliometrik, sampai angkat beban. CrossFit adalah olahraga "paket komplit" yang menawarkan banyak manfaat kesehatan.

CrossFit adalah jenis aktivitas fisik yang tidak boleh dianggap remeh. Diperlukan tubuh yang fleksibel dan kuat dalam menjalaninya.

Mari kupas tuntas segala hal yang perlu diketahui tentang CrossFit ini.

CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi

CrossFit adalah olahraga yang bisa meningkatkan segala aspek kebugaran fisik, mulai dari stamina, kekuatan otot, kesehatan kardiorespirasi (jantung dan pernapasan), ketahan dan fleksibilitas tubuh, tenaga, kecepatan, kestabilan, hingga koordinasi.

Melakukan latihan CrossFit bukanlah hal yang mudah. Sebab, diperlukan komitmen dan konsistensi dalam menjalaninya. CrossFit harus dilakukan selama 3-5 kali dalam seminggu, dengan aktivitas yang berintensitas tinggi, tapi dalam jangka waktu yang pendek (5-15 menit).

Umumnya, segala gerakan olahraga dalam CrossFit akan dilakukan secara cepat, dengan rentang waktu istirahat yang tidak lama. Seluruh bagian tubuh menjadi “peralatan” olahraga yang dibutuhkan selama menjalani CrossFit.

CrossFit dan manfaatnya untuk kesehatan

Dengan intensitas yang tinggi dan gerakan olahraga yang sangat beragam, tentunya CrossFit akan memberikan manfaat kesehatan, jika dilakukan secara rutin.

Kenalilah berbagai macam manfaat CrossFit yang sangat baik untuk kesehatan ini.

1. Meningkatkan kekuatan fisik

CrossFit adalah olahraga dengan intensitas tinggi. Berbagai sendi pun ikut bergerak saat melakukannya. Tidak heran kalau CrossFit bisa meningkatkan kekuatan fisik para pengikutnya.

Mulai dari otot yang akan terlatih dan terbentuk, hingga stamina yang “terasah”. Semua ini dapat dirasakan saat Anda menjadikan latihan CrossFit sebagai kebiasaan.

Perlu diketahui, ada program khusus dalam CrossFit yang dikenal sebagai workout of the day atau WOD. Dalam program itu, instruktur akan memberikan sebuah gerakan olahraga yang harus dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu.

2. Meningkatkan kebugaran

CrossFit adalah
CrossFit adalah olahraga intensitas tinggi

Tubuh membutuhkan oksigen yang cukup untuk berolahraga. Jika tubuh tidak terbiasa dengan berolahraga, maka tubuh tidak akan optimal dalam menggunakan oksigen selama berolahraga.

Dengan melakukan CrossFit, tubuh dilatih untuk bisa lebih efisien dalam menggunakan oksigen sebagai “bahan bakar” saat berolahraga. Sebab, CrossFit adalah olahraga yang berintensitas tinggi.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan efektivitas CrossFit dalam meningkatkan kebugaran aerobik dibandingkan jenis olahraga lainnya.

3. Meningkatkan kecepatan, kestabilan, dan fleksibilitas

Tidak hanya push up, sit up, atau plank saja yang jadi “menu” CrossFit. Segala gerakan tubuh sehari-hari pun juga bisa menjadi gerakan CrossFit yang dilakukan saat menjalani sesinya.

Gerakan seperti squat, mengayun kettlebell, sampai mengangkat beban yang dilakukan dalam sesi CrossFit mampu meningkatkan kecepatan, kestabilan, fleksibilitas tubuh.

CrossFit juga bisa menurunkan risiko cedera saat berolahraga dan meningkatkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.

4. Membakar kalori dan menjaga berat badan

CrossFit adalah
CrossFit bisa membantu Anda jaga berat badan

CrossFit dianggap sebagai jenis olahraga yang paling banyak membakar kalori. Sebab, disebutkan bahwa pria akan membakar 15-18 kalori per menitnya dengan melakukan latihan olahraga tersebut. Sementara itu, wanita bisa membakar 13-15 kalori per menitnya. Walaupun CrossFit hanya dilakukan dalam waktu yang singkat, jumlah kalori yang dibakar tetap saja banyak.

Jika tujuan Anda adalah menurunkan dan menjaga berat badan, melakukan CrossFit sambil mengonsumsi makanan-makanan sehat seperti buah dan sayuran, dapat dicoba.

Apakah CrossFit aman dilakukan?

Dengan intensitas olahraga yang tinggi, banyak orang bertanya, “Apakah CrossFit aman dilakukan?”. Sebab, semakin tinggi intensitas olahraga, semakin besar pula risiko cederanya.

Beberapa cedera umum yang bisa dirasakan pengikut CrossFit di antaranya:

• Nyeri punggung bagian bawah

Cedera lutut

Rotator cuff tendinitis atau tendonitis (pembengkakan dan peradangan jaringan tendon)

Achilles tendonitis

Tennis elbow (iritasi pada jaringan yang menyambungkan otot lengan ke siku)

Namun tenang saja. Jika Anda melakukan CrossFit dengan pengawasan instruktur profesional, maka cedera-cedera di atas tidak akan terjadi.

Para pemula, disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan CrossFit. Lakukanlah gerakan-gerakan yang lebih mudah dengan intensitas rendah terlebih dahulu.

Sementara itu, ibu hamil sebaiknya melakukan CrossFit sebelum berkonsultasi pada dokter. Sebab, CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi yang berpotensi membahayakan kesehatan janin.

Jika Anda sedang tidak sehat atau memiliki cedera pada bagian tubuh, sebaiknya tunggu sampai sembuh total, sebelum melakukan CrossFit. Berkonsultasi pada dokter sebelum melakukan CrossFit juga disarankan.

Selain itu, orang lanjut usia (65 tahun ke atas), sebaiknya tidak melakukan CrossFit jika belum mendapatkan persetujuan dari dokter.

Catatan dari SehatQ:

CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi yang tidak boleh dilakukan tanpa pelatihan ataupun instruktur. Selalu berkonsultasi pada dokter maupun praktisi CrossFit sebelum Anda melakukannya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera saat melakukan CrossFit.

Web MD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/crossfit-review#1
Diakses pada 26 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/exercise-fitness/crossfit-benefits#improve-strength
Diakses pada 26 Mei 2020

Artikel Terkait