logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Olahraga

Segala Hal Tentang CrossFit dan Manfaatnya untuk Kesehatan

open-summary

CrossFit adalah olahraga intensitas tinggi yang dilakukan dalam waktu singkat yaitu dalam 5-15 menit. Manfaatnya antara lain untuk meningkatkan kekuatan fisik, membakar kalori, meningkatkan kebugaran, dan kecepatan.


close-summary

5

(2)

9 Jun 2020

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi yang melatih stamina, kekuatan, otot, hingga koordinasi

CrossFit adalah olahraga yang menantang kekuatan tubuh dalam bergerak.

Table of Content

  • CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi
  • Jenis-jenis gerakan CrossFit
  • CrossFit dan manfaatnya untuk kesehatan
  • Apakah CrossFit aman dilakukan?
  • Catatan dari SehatQ:

CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi atau high-intensity power fitness (HIPT) yang mengombinasikan latihan kekuatan, ketahanan, kecepatan, pliometrik, sampai angkat beban. CrossFit adalah olahraga "paket komplit" yang menawarkan banyak manfaat kesehatan.

Advertisement

CrossFit adalah jenis aktivitas fisik yang tidak boleh dianggap remeh. Diperlukan tubuh yang fleksibel dan kuat dalam menjalaninya.

Mari kupas tuntas segala hal yang perlu diketahui tentang CrossFit ini.

CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi

CrossFit adalah olahraga yang bisa meningkatkan segala aspek kebugaran fisik, mulai dari stamina, kekuatan otot, kesehatan kardiorespirasi (jantung dan pernapasan), ketahan dan fleksibilitas tubuh, tenaga, kecepatan, kestabilan, hingga koordinasi.

Melakukan latihan CrossFit bukanlah hal yang mudah. Sebab, diperlukan komitmen dan konsistensi dalam menjalaninya. CrossFit harus dilakukan selama 3-5 kali dalam seminggu, dengan aktivitas yang berintensitas tinggi, tapi dalam jangka waktu yang pendek (5-15 menit).

Umumnya, segala gerakan olahraga dalam CrossFit akan dilakukan secara cepat, dengan rentang waktu istirahat yang tidak lama. Seluruh bagian tubuh menjadi “peralatan” olahraga yang dibutuhkan selama menjalani CrossFit.

Jenis-jenis gerakan CrossFit

Total ada sangat banyak variasi gerakan yang dilakukan dalam latihan CrossFit. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai ratusan. Berikut ini beberapa contoh jenis gerakan CrossFit yang terhitung sering dilakukan:

1. Power cleans

Salah satu jenis gerakan CrossFit adalah Power Cleans yang dilakukan dengan cara mengangkat beban berupa barbel seperti atlet angkat besi.

Untuk melakukan gerakan ini, Anda perlu mengangkat beban di lantai hingga ke depan bahu dengan mengerahkan kekuatan secara maksimal dan cepat.

2. Burpees

Burpees adalah salah satu gerakan CrossFit yang tidak memerlukan alat untuk melakukannya. Anda cukup memanfaatkan berat badan yang akan menambah beban latihan sehingga otot bisa lebih terlatih.

Burpees dilakukan dengan dimulai dari posisi berdiri lalu secepatnya mengubah posisi menjadi seperti sedang push up. Setelah itu, naik lagi seperti sedang melakukan posisi squat dan terakhir kembali seperti posisi semula yaitu berdiri tegak.

3. The Snatch

Gerakan The Snatch dilakukan dengan mengangkat beban yang tadinya terletak di atas lantai lalu dinaikkan hingga ke atas kepala dengan posisi lengan tegak lurus ke atas.

4. Thruster

Thruster adalah salah satu latihan beban dalam CrossFit yang juga menggunakan barbel. Gerakan ini dimulai dengan mengangkat barbel hingga ke depan dada dalam posisi berdiri tegak.

Setelah itu, secara perlahan, Anda melakukan gerakan seperti akan jongkok hingga posisi paha sejajar dengan lantai. Terakhir, secara cepat kembali ke posisi tegak dan angkat beban hingga ke atas kepala.

5. Box Jump

Box jump merupakan salah satu gerakan CrossFit yang paling sederhana namun efektif untuk melatih otot-otot sekaligus membakar kalori.

Untuk melakukan gerakan ini, Anda membutuhkan satu kotak yang kuat untuk dijadikan pijakan. Lalu dengan menggunakan kedua kaki secara bersamaan lompat ke atas kotak dan kembali turun.

Gerakan ini dilakukan selama beberapa kali dalam satu siklus.

6. Push up with hand release

Gerakan CrossFit yang satu ini biasanya cocok untuk pemula. Cara melakukannya hampir sama dengan push up biasa, namun saat tubuh di bawa menurun ke bawah, telapak tangan harus di angkat dari lantai sesaat.

CrossFit dan manfaatnya untuk kesehatan

Dengan intensitas yang tinggi dan gerakan olahraga yang sangat beragam, tentunya CrossFit akan memberikan manfaat kesehatan, jika dilakukan secara rutin.

Kenalilah berbagai macam manfaat CrossFit yang sangat baik untuk kesehatan ini.

1. Meningkatkan kekuatan fisik

CrossFit adalah olahraga dengan intensitas tinggi. Berbagai sendi pun ikut bergerak saat melakukannya. Tidak heran kalau CrossFit bisa meningkatkan kekuatan fisik para pengikutnya.

Mulai dari otot yang akan terlatih dan terbentuk, hingga stamina yang “terasah”. Semua ini dapat dirasakan saat Anda menjadikan latihan CrossFit sebagai kebiasaan.

Perlu diketahui, ada program khusus dalam CrossFit yang dikenal sebagai workout of the day atau WOD. Dalam program itu, instruktur akan memberikan sebuah gerakan olahraga yang harus dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu.

2. Meningkatkan kebugaran

CrossFit adalah
CrossFit adalah olahraga intensitas tinggi

Tubuh membutuhkan oksigen yang cukup untuk berolahraga. Jika tubuh tidak terbiasa dengan berolahraga, maka tubuh tidak akan optimal dalam menggunakan oksigen selama berolahraga.

Dengan melakukan CrossFit, tubuh dilatih untuk bisa lebih efisien dalam menggunakan oksigen sebagai “bahan bakar” saat berolahraga. Sebab, CrossFit adalah olahraga yang berintensitas tinggi.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan efektivitas CrossFit dalam meningkatkan kebugaran aerobik dibandingkan jenis olahraga lainnya.

3. Meningkatkan kecepatan, kestabilan, dan fleksibilitas

Tidak hanya push up, sit up, atau plank saja yang jadi “menu” CrossFit. Segala gerakan tubuh sehari-hari pun juga bisa menjadi gerakan CrossFit yang dilakukan saat menjalani sesinya.

Gerakan seperti squat, mengayun kettlebell, sampai mengangkat beban yang dilakukan dalam sesi CrossFit mampu meningkatkan kecepatan, kestabilan, fleksibilitas tubuh.

CrossFit juga bisa menurunkan risiko cedera saat berolahraga dan meningkatkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.

4. Membakar kalori dan menjaga berat badan

CrossFit adalah
CrossFit bisa membantu Anda jaga berat badan

CrossFit dianggap sebagai jenis olahraga yang paling banyak membakar kalori. Sebab, disebutkan bahwa pria akan membakar 15-18 kalori per menitnya dengan melakukan latihan olahraga tersebut. Sementara itu, wanita bisa membakar 13-15 kalori per menitnya. Walaupun CrossFit hanya dilakukan dalam waktu yang singkat, jumlah kalori yang dibakar tetap saja banyak.

Jika tujuan Anda adalah menurunkan dan menjaga berat badan, melakukan CrossFit sambil mengonsumsi makanan-makanan sehat seperti buah dan sayuran, dapat dicoba.

Apakah CrossFit aman dilakukan?

Dengan intensitas olahraga yang tinggi, banyak orang bertanya, “Apakah CrossFit aman dilakukan?”. Sebab, semakin tinggi intensitas olahraga, semakin besar pula risiko cederanya.

Beberapa cedera umum yang bisa dirasakan pengikut CrossFit di antaranya:

• Nyeri punggung bagian bawah

Cedera lutut

Rotator cuff tendinitis atau tendonitis (pembengkakan dan peradangan jaringan tendon)

Achilles tendonitis

Tennis elbow (iritasi pada jaringan yang menyambungkan otot lengan ke siku)

Namun tenang saja. Jika Anda melakukan CrossFit dengan pengawasan instruktur profesional, maka cedera-cedera di atas tidak akan terjadi.

Para pemula, disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan CrossFit. Lakukanlah gerakan-gerakan yang lebih mudah dengan intensitas rendah terlebih dahulu.

Sementara itu, ibu hamil sebaiknya melakukan CrossFit sebelum berkonsultasi pada dokter. Sebab, CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi yang berpotensi membahayakan kesehatan janin.

Jika Anda sedang tidak sehat atau memiliki cedera pada bagian tubuh, sebaiknya tunggu sampai sembuh total, sebelum melakukan CrossFit. Berkonsultasi pada dokter sebelum melakukan CrossFit juga disarankan.

Selain itu, orang lanjut usia (65 tahun ke atas), sebaiknya tidak melakukan CrossFit jika belum mendapatkan persetujuan dari dokter.

Baca Juga

  • Manfaat Senam Aerobik Tak Hanya Turunkan Berat Badan, Ini Buktinya
  • Fungsi Antibiotik dan Risiko Resistensi Jika Digunakan Tidak Sesuai Resep Dokter
  • Terapi Regresi, Cara Berdamai dengan Trauma Masa Lalu

Catatan dari SehatQ:

CrossFit adalah olahraga berintensitas tinggi yang tidak boleh dilakukan tanpa pelatihan ataupun instruktur. Selalu berkonsultasi pada dokter maupun praktisi CrossFit sebelum Anda melakukannya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera saat melakukan CrossFit.

Advertisement

olahragatips olahragahidup sehatadv odyn

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved