Covid-19 Diduga Picu Penyakit Mirip Kawasaki pada Anak

Covid-19 diduga sebabkan komplikasi mirip penyakit kawasaki pada anak
Covid-19 diduga picu komplikasi berupa gejala mirip penyakit kawasaki pada anak

Sejauh ini, anak-anak adalah kelompok usia yang paling tidak terdampak oleh penyebaran virus corona. Meski begitu, bukan berarti mereka terbebas dari bahaya yang bisa ditimbulkan oleh Covid-19. Baru-baru ini, muncul suatu fenomena baru pada anak-anak yang terdampak penyakit. Mereka mengalami komplikasi dengan ciri mirip penyakit Kawasaki.

Penyakit Kawasaki adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh darah. Lebih sering, penyakit ini menyerang pembuluh darah koroner yang bertugas menyuplai darah ke otot jantung.

Kawasaki bisa menyebabkan gejala yang khas, seperti demam tinggi, mata merah, ruam merah di badan dan area genital, hingga pembengkakan di beberapa area tubuh. Munculnya gejala-gejala ini pada beberapa anak yang terdampak corona membuat para ahli menduga adanya hubungan antara kedua penyakit tersebut.

Kawasaki dan komplikasi Covid-19 pada anak

Kecurigaan awal soal pola komplikasi Covid-19 pada anak berasal dari laporan ahli yang menyebut bahwa jumlah anak yang mengalami gejala mirip penyakit Kawasaki di kota Bergamo, Italia, meningkat 30 kali lipat dibandingkan dengan 5 tahun terakhir. Kota tersebut adalah pusat penularan virus corona di Italia dan memiliki jumlah infeksi serta angka kematian tertinggi selama masa puncak pandemi di negara itu.

Tidak hanya di Italia, femomena ini juga mulai terlihat di Inggris dan Amerika Serikat. Dilansir dari BBC, di Inggris sendiri sudah ada sekitar 100 anak yang dilaporkan mengalami gejala mirip penyakit Kawasaki, seperti:

  • Demam tinggi
  • Ruam
  • Mata merah
  • Bengkak di beberapa bagian tubuh
  • Badan terasa nyeri

Meski begitu, perlu diketahui bahwa tidak semua anak yang mengalami gejala-gejala di atas pernah menunjukkan gejala khas penderita Covid-19 seperti sesak napas dan batuk. Sehingga ada kemungkinan munculnya gejala ini disebabkan oleh keterlambatan reaksi sistem imun saat menghadapi virus corona, yang berujung pada timbulnya gejala-gejala mirip penyakit Kawasaki.

Kawasaki adalah penyakit langka, sehingga peningkatan jumlah kasus penyakit ini akan sangat terlihat, apalagi jika polanya cukup rapi dan terjadi saat pandemi. Meski sudah menunjukkan pola, masih terlalu dini untuk menganggap bahwa penyakit Kawasaki dan Covid-19 punya hubungan yang pasti. Durasi yang masih terlalu pendek disertai penelitian yang belum mumpuni jadi faktor yang membuat informasi ini perlu disikapi secara bijak.

Anak yang mengalami penyakit Kawasaki bisa sembuh total

Jika memang komplikasi yang muncul tersebut bisa dipastikan sebagai penyakit Kawasaki, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyembuhkannya, yaitu melalui:

• Pemberian immunoglobulin

Immunoglobulin diberikan dengan menyuntikkannya secara langsung ke pembuluh darah (IVIG). Immunoglobulin adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang dapat membantu melawan infeksi. Pemberian obat ini akan menurunkan risiko keparahan dan komplikasi akibat penyakit kawasaki.

• Konsumsi aspirin dosis tinggi

Pemberian obat secara oral ini dilakukan untuk meredakan inflamasi atau peradangan parah yang biasanya terjadi pada anak dengan penyakit Kawasaki. Aspirin perlu terus dikonsumsi hingga hasil tes darah menunjukkan inflamasi sudah mereda.

Perawatan untuk penyakit ini perlu dilakukan sesegera mungkin sebelum komplikasi yang lebih parah terjadi. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa muncul apabila Kawasaki terlambat diatasi.

  • Aneurisma atau penggelembungan dinding pembuluh darah koroner, sehingga suplai darah ke jantung bisa terganggu dan meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah
  • Peradangan pada otot, dinding, katup, dan lapisan membran jantung
  • Aritmia atau perubahan ritme detak jantung
  • Gangguan katup jantung

Anak-anak yang terkena penyakit ini umumnya bisa sembuh dengan baik apabila perawatan dilakukan segera setelah gejala muncul. Pada beberapa kasus, Kawasaki yang tak segera diobati tidak hanya menyebabkan komplikasi, tapi juga kematian.

Informasi lengkap seputar infeksi virus corona

Dapatkan rapid test gratis: Cara rapid test gratis di SehatQ

Gejala baru corona: Covid toes, gejala baru Covid-19 yang perlu diwaspadai

Anak juga bisa tertular corona: Seputar penularan virus corona pada anak, orangtua wajib tahu

Catatan dari SehatQ

Telah muncul fenomena baru dengan gejala mirip penyakit Kawasaki jumlahnya meningkat selama pandemi. Hal ini membuat para ahli menduga ada kemungkinan hubungan antara penyakit tersebut dengan Covid-19.

Pada anak, Covid-19 seringkali tidak menimbulkan gejala. Hal ini terlihat dari sebagian anak yang mengalami gejala Kawasaki tapi tidak pernah mengalami gejala Covid-19 seperti sesak napas atau batuk, sementara tes antibodi virus coronanya tetap positif. Maka dari itu, orangtua tetap perlu waspada dan terus melindungi si Buah Hati dari kemungkinan penularan yang bisa terjadi.

The Lancet. https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)31129-6/fulltext
Diakses pada 17 Mei 2020

BBC News. https://www.bbc.com/news/amp/health-52648557
Diakses pada 17 Mei 2020

Mayo Clinic. https://www.bbc.com/news/amp/health-52648557
Diakses pada 17 Mei 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/kawasaki.html
Diakses pada 17 Mei 2020

Artikel Terkait