Cordyceps, Jamur Pengobatan Cina yang Termasyhur Sejak Dahulu Kala

Cordyceps adalah genus jamur yang memiliki banyak klaim kesehatan
Cordyceps adalah genus jamur parasit pada larva yang memiliki banyak klaim kesehatan

Pengobatan Tradisional Cina atau Traditional China Medicines (TCM) sudah sangat mendunia. Salah satu bahan pengobatan Cina yang digunakan sejak zaman dahulu adalah Cordyceps. Cordyceps merupakan 'obat' yang unik karena bersifat parasit untuk larva, namun bisa tumbuh dan bermanfaat nantinya bagi manusia. Ketahui Cordyceps lebih lanjut.

Apa itu Cordyceps?

Cordyceps adalah genus jamur yang tumbuh dan bersifat parasit pada larva serangga. Cordyceps bisa menyerang larva yang kemudian mengganti jaringannya. Kemudian, jaringan ini akan tumbuh panjang hingga ke luar tubuh inang atau larva tersebut.

Sisa-sisa tubuh jamur Cordyceps dan inangnya tersebut telah banyak digunakan dalam praktik Pengobatan Tradisional Cina atau Traditional Chinese Medicine (TCM), sejak berabad-abad silam. Jamur ini dijadikan obat untuk menangani kelelahan, rasa tidak enak badan, penyakit ginjal, bahkan hasrat seks rendah.

Ada lebih dari 400 spesies Cordyceps yang berhasil ditemukan. Dua yang telah banyak diteliti dalam dunia medis yaitu Cordyceps sinensis dan Cordyceps militaris. Manfaat Cordyceps pun cukup menjanjikan, walau studi yang dilakukan masih banyak pada uji hewan dan uji laboratorium. Dengan begitu, efektivitasnya pada manusia masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Potensi manfaat Cordyceps untuk kesehatan

Masih perlu dikaji lebih lanjut, berikut ini potensi manfaat Cordyceps yang mengejutkan:

1. Berpotensi untuk meningkatkan performa aktivitas fisik

Cordyceps berpotensi untuk membantu meningkatkan performa latihan. Sebab, jamur ini diyakini mampu membantu meningkatkan adenosin trifosfat (ATP), molekul yang penting untuk mengirimkan energi ke otot. Manfaat ini berpotensi untuk membantu meningkatkan cara tubuh untuk menggunakan oksigen – terutama saat beraktivitas fisik.

Walau menggugah, kesimpulan ini tentu masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Temuan lain juga menyebutkan bahwa klaim ini tidak efektif untuk performa atlet yang sudah terlatih.

2. Berpotensi untuk menjaga kesehatan lansia

Cordyceps telah digunakan orang lanjut usia untuk mengurangi rasa lelah, meningkatkan kekuatan, bahkan menaikkan libido seksual. Menurut ahli, kemampuan Cordyceps ini boleh jadi datang karena kandungan molekul antioksidannya.

Beberapa studi pada hewan pun menemukan, Cordyceps membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi seksual – berkat antioksidan tersebut.

Walau menjanjikan, belum diketahui apakah manfaat ini sama efektifnya untuk manusia.

3. Berpotensi untuk menangani diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel tubuh tidak merespons hormon insulin yang dihasilkan pankreas. Akibatnya, pankreas bisa menjadi rusak karena terus menerus memproduksi insulin, dan dapat berujung pada kadar gula darah yang tinggi karena tidak terkendali.

Cordyceps
Cordyceps berpotensi untuk membantu mengendalikan kadar gula darah

Menariknya, Cordyceps memiliki potensi untuk membantu mengendalikan kadar gula darah di tubuh – dengan mengimitasi fungsi insulin. Beberapa riset pada hewan juga mengindikasikan, Cordyceps bisa menurunkan gula darah.

4. Diyakini mampu melawan tumor

Selama beberapa tahun ini, Cordyceps mendapatkan perhatian penuh karena diyakini mampu menghambat pertumbuhan tumor. Beberapa uji tabung menyebutkan bahwa Cordyceps membantu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker, seperti pada paru-paru, usus besar, kulit, bahkan hati.

Dalam beberapa studi pada hewan, Cordyceps juga dilaporkan berpotensi untuk menghambat tumor pada kanker paru-paru, limfoma, dan melanoma.

Walau sangat menggugah, studi-studi tersebut masih dilakukan pada hewan atau uji tabung. Dengan demikian, efeknya pada manusia belum bisa diyakini dengan penuh.

5. Berpotensi untuk menjaga kesehatan jantung

Di Cina, Cordyceps telah disetujui untuk menangani masalah aritmia, kondisi yang membuat irama jantung tidak teratur. Kemudian, masih studi pada hewan, Cordyceps dilaporkan membantu mengurangi cedera jantung pada tikus yang juga menderita penyakit ginjal kronis.

Manfaat Cordyceps untuk jantung dikaitkan ahli dengan kandungan adenosin dalam Cordyceps. Adenosin sendiri merupakan senyawa alami yang memiliki efek protektif terhadap jantung.

6. Dipercaya mampu melawan peradangan

Manfaat Cordyceps lain yang diyakini yaitu melawan peradangan. Di satu sisi, peradangan merupakan hal yang bagus untuk tubuh. Namun, peradangan yang tak terkendali dapat memicu berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan kanker.

Beberapa ahli percaya bahwa Cordyceps dapat menjadi bahan obat-obatan atau suplemen untuk peradangan. Studi pada hewan pun menemukan, Cordyceps membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan tikus yang diujikan.

Riset lanjutan masih diperlukan untuk mengonfirmasikan hal ini.

Adakah efek samping konsumsi Cordyceps?

Cordyceps adalah jamur yang sulit ‘dipanen’, sehingga harganya cenderung mahal. Suplemen yang mungkin Anda temukan pun tersedia dalam bentuk sintetis dari Cordyceps yang disebut Cordyceps CS-4. Untuk itu, pastikan Anda memilih brand yang berlisensi dan sudah mendapatkan persetujuan dari dokter.

Efek samping Cordyceps belum diketahui secara pasti. Namun, penggunaannya yang sudah lama dalam Pengobatan Tradisional Cina mengindikasikan jamur ini aman dikonsumsi. Cordyceps CS-4 juga telah digunakan di rumah sakit di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Catatan dari SehatQ

Cordyceps adalah jamur yang sudah sangat terkenal dalam Pengobatan Tradisional Cina. Jamur ini pun telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati banyak masalah kesehatan. Walau menjanjikan, penelitian pada manusia masih cenderung sedikit. Diperlukan lebih banyak riset untuk menguatkan klaim-klaim manfaat Cordyceps di atas.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/cordyceps-benefits
Diakses pada 30 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/difference-between-type-1-and-type-2-diabetes
Diakses pada 30 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19133568
Diakses pada 30 April 2020

Artikel Terkait