8 Manfaat Cordyceps untuk Kesehatan yang Wajib Anda Ketahui


Manfaat Cordyceps sayang untuk Anda lewatkan. Selain meningkatkan imunitas, dan menangani diabetes tipe 2, jamur ini juga mampu melawan tumor.

(0)
16 May 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Manfaat Cordyceps untuk kesehatanCordyceps adalah genus jamur parasit pada larva yang memiliki banyak klaim kesehatan
Pengobatan Tradisional Cina atau Traditional China Medicines (TCM) sudah sangat mendunia. Salah satu bahan pengobatan Cina yang digunakan sejak zaman dahulu adalah Cordyceps. Cordyceps merupakan 'obat' yang unik karena bersifat parasit untuk larva, namun bisa tumbuh dan bermanfaat nantinya bagi manusia. Ketahui Cordyceps lebih lanjut.

Apa itu Cordyceps?

Cordyceps adalah genus jamur yang tumbuh dan bersifat parasit pada larva serangga. Cordyceps bisa menyerang larva yang kemudian mengganti jaringannya. Kemudian, jaringan ini akan tumbuh panjang hingga ke luar tubuh inang atau larva tersebut.Sisa-sisa tubuh jamur Cordyceps dan inangnya tersebut telah banyak digunakan dalam praktik Pengobatan Tradisional Cina atau Traditional Chinese Medicine (TCM), sejak berabad-abad silam. Jamur ini dijadikan obat untuk menangani kelelahan, rasa tidak enak badan, penyakit ginjal, bahkan hasrat seks rendah.Ada lebih dari 400 spesies Cordyceps yang berhasil ditemukan. Dua yang telah banyak diteliti dalam dunia medis yaitu Cordyceps sinensis dan Cordyceps militaris. Manfaat Cordyceps pun cukup menjanjikan, walau studi yang dilakukan masih banyak pada uji hewan dan uji laboratorium. Dengan begitu, efektivitasnya pada manusia masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Manfaat Cordyceps untuk kesehatan

Masih perlu dikaji lebih lanjut, berikut ini potensi manfaat Cordyceps yang mengejutkan:

1. Berpotensi untuk meningkatkan performa aktivitas fisik

Cordyceps berpotensi untuk membantu meningkatkan performa latihan. Sebab, jamur ini diyakini mampu membantu meningkatkan adenosin trifosfat (ATP), molekul yang penting untuk mengirimkan energi ke otot. Manfaat ini berpotensi untuk membantu meningkatkan cara tubuh untuk menggunakan oksigen – terutama saat beraktivitas fisik.Walau menggugah, kesimpulan ini tentu masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Temuan lain juga menyebutkan bahwa klaim ini tidak efektif untuk performa atlet yang sudah terlatih.

2. Berpotensi untuk menjaga kesehatan lansia

Cordyceps telah digunakan orang lanjut usia untuk mengurangi rasa lelah, meningkatkan kekuatan, bahkan menaikkan libido seksual. Menurut ahli, kemampuan Cordyceps ini boleh jadi datang karena kandungan molekul antioksidannya.Beberapa studi pada hewan pun menemukan, Cordyceps membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi seksual – berkat antioksidan tersebut.Walau menjanjikan, belum diketahui apakah manfaat ini sama efektifnya untuk manusia.

3. Berpotensi untuk menangani diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel tubuh tidak merespons hormon insulin yang dihasilkan pankreas. Akibatnya, pankreas bisa menjadi rusak karena terus menerus memproduksi insulin, dan dapat berujung pada kadar gula darah yang tinggi karena tidak terkendali.
Cordyceps
Cordyceps berpotensi untuk membantu mengendalikan kadar gula darah
Menariknya, Cordyceps memiliki potensi untuk membantu mengendalikan kadar gula darah di tubuh – dengan mengimitasi fungsi insulin. Beberapa riset pada hewan juga mengindikasikan, Cordyceps bisa menurunkan gula darah.

4. Diyakini mampu melawan tumor

Selama beberapa tahun ini, Cordyceps mendapatkan perhatian penuh karena diyakini mampu menghambat pertumbuhan tumor. Beberapa uji tabung menyebutkan bahwa Cordyceps membantu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker, seperti pada paru-paru, usus besar, kulit, bahkan hati.Dalam beberapa studi pada hewan, Cordyceps juga dilaporkan berpotensi untuk menghambat tumor pada kanker paru-paru, limfoma, dan melanoma.Walau sangat menggugah, studi-studi tersebut masih dilakukan pada hewan atau uji tabung. Dengan demikian, efeknya pada manusia belum bisa diyakini dengan penuh.

5. Berpotensi untuk menjaga kesehatan jantung

Di Cina, Cordyceps telah disetujui untuk menangani masalah aritmia, kondisi yang membuat irama jantung tidak teratur. Kemudian, masih studi pada hewan, Cordyceps dilaporkan membantu mengurangi cedera jantung pada tikus yang juga menderita penyakit ginjal kronis.Manfaat Cordyceps untuk jantung dikaitkan ahli dengan kandungan adenosin dalam Cordyceps. Adenosin sendiri merupakan senyawa alami yang memiliki efek protektif terhadap jantung.

6. Dipercaya mampu melawan peradangan

Manfaat Cordyceps lain yang diyakini yaitu melawan peradangan. Di satu sisi, peradangan merupakan hal yang bagus untuk tubuh. Namun, peradangan yang tak terkendali dapat memicu berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan kanker.Beberapa ahli percaya bahwa Cordyceps dapat menjadi bahan obat-obatan atau suplemen untuk peradangan. Studi pada hewan pun menemukan, Cordyceps membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan tikus yang diujikan.Riset lanjutan masih diperlukan untuk mengonfirmasikan hal ini.

7. Meningkatkan daya tahan tubuh

Dalam studi yang dilakukan oleh Springer Link, mereka menyiapkan ekstrak kultur miselium Cordyceps (Paecilomyces hepiali, CBG-CS-2) untuk memastikan kemanjurannya dalam meningkatkan sistem kekebalan dan untuk mengevaluasi keamanannya pada orang dewasa yang sehat.Hasilnya menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik dengan suplementasi Cordyceps. Cordyceps dikatakan aman dan efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada orang dewasa yang sehat.

8. Bantu redakan gangguan pernapasan

Menurut studi yang dilakukan NCBI, Cordyceps dapat meredakan gangguang pernapasan seperti gejala asma, gangguan fungsi paru, dan inflamasi pada pasien asma sedang hingga berat. 

Tips aman mengonsumsi jamur Cordyceps

Jamur Cordyceps tak boleh dikonsumsi sembarangan. Anda bisa melakukan beberapa tips aman berikut untuk mengonsumsi jamur Cordyceps.

1. Teh Cordyceps

Orang Cina kuno biasa menggunakan ekstrak jamur Cordyceps dalam bentuk teh. Membuat teh Cordyceps pun tak begitu sulit, mirip dengan membuat teh hijau. Berikut cara membuat teh Cordyceps yang bisa Anda coba di rumah:
  • Ambil enam hingga delapan tubuh buah Cordyceps dan rebus dalam 200-250 ml air minum.
  • Biarkan Cordyceps mendidih dalam air selama 1 menit.
  • Setelah satu menit mendidih, kecilkan api dan tutup wadah dengan penutup
  • Biarkan teh mendidih selama 14-15 menit.
Isi teh dalam termos tahan panas jika Anda ingin meminumnya nanti. Minum teh Cordyceps dua kali sehari untuk efek penuh.

2. Ekstrak Cordyceps

Mengonsumsi Cordyceps dalam bentuk ekstrak juga bisa Anda pilih. Hal ini dikarenakan ekstraksi dapat menghilangkan senyawa-senyawa yang mungkin kurang baik dan mendapatkan senyawa yang diperlukan.Setiap kapsul ekstrak Cordyceps mengandung setidaknya 100 mg beta-glukan di dalamnya. Larutkan ekstrak dalam kapsul Cordyceps setidaknya kapsul per hari cukup untuk menjauhkan Anda dari berbagai macam penyakit dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Adakah efek samping konsumsi Cordyceps?

Cordyceps adalah jamur yang sulit ‘dipanen’, sehingga harganya cenderung mahal. Suplemen yang mungkin Anda temukan pun tersedia dalam bentuk sintetis dari Cordyceps yang disebut Cordyceps CS-4. Untuk itu, pastikan Anda memilih brand yang berlisensi dan sudah mendapatkan persetujuan dari dokter.Efek samping Cordyceps belum diketahui secara pasti. Namun, penggunaannya yang sudah lama dalam Pengobatan Tradisional Cina mengindikasikan jamur ini aman dikonsumsi. Cordyceps CS-4 juga telah digunakan di rumah sakit di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Catatan dari SehatQ

Cordyceps adalah jamur yang sudah sangat terkenal dalam Pengobatan Tradisional Cina. Jamur ini pun telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati banyak masalah kesehatan. Walau menjanjikan, penelitian pada manusia masih cenderung sedikit. Diperlukan lebih banyak riset untuk menguatkan klaim-klaim manfaat Cordyceps di atas.
suplemenhidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/cordyceps-benefits
Diakses pada 30 April 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/difference-between-type-1-and-type-2-diabetes
Diakses pada 30 April 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19133568
Diakses pada 30 April 2020
Springer Link. https://link.springer.com/article/10.1186/s12906-019-2483-y
Diakses pada 19 Oktober 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5165155/
Diakses pada 19 Oktober 2020
MYCO Forest. https://mycoforest.com/blog/five-effective-ways-to-consume-cordyceps-mushrooms/
Diakses pada 19 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait