Coba Sendiri 8 Manfaat Pernapasan Perut untuk Kesehatan

Melalukan pernapasan perut dapat membuat pikiran lebih rileks
Pernapasan perut dapat membuat pikiran lebih rileks

Bernapas adalah sebuah aktivitas penting bagi tubuh dan dilakukan tanpa kita sadari, bahkan tanpa diajari. Kebanyakan dari kita sejak kecil sudah terbiasa bernapas menggunakan pernapasan dada setiap hari.

Tapi tahukah Anda jika ada bentuk pernapasan yang lebih sehat dan sudah dilakukan bahkan saat kita baru lahir? Teknik pernapasan ini disebut pernapasan perut atau pernapasan diafragma.

Pernapasan perut sebenarnya sudah kita lakukan saat baru lahir. Ketika bayi menangis keras saat ia baru keluar dari rahim, ia menangis menggunakan pernapasan perut. Namun seiring  bertambahnya usia, pernapasan perut mulai tergantikan dengan pernapasan dada.

Jadi apa itu pernapasan perut?

Pernapasan perut adalah sebuah teknik pernapasan yang menggunakan diafragma (otot yang memisahkan jantung serta paru-paru dengan organ perut). Oleh karena itu Teknik ini juga dikenal sebagai pernapasan diafragma.

Manfaat pernapasan perut

Pernapasan menggunakan otot perut memiliki banyak keuntungan dan manfaat. Salah satunya adalah Anda dapat mengirup dan menghela napas yang lebih panjang. Oleh karena itu teknik ini sering digunakan oleh para penyanyi dan juga pembicara publik. Pernapasan difragma juga memungkinkan para penyanyi dan para pembicara menghasilkan suara yang lantang tanpa harus menyakiti tenggorokan.

Di samping itu, ada juga manfaat pernapasan ini untuk kesehatan. Berikut manfaatnya.

  • Membantu Anda merasa rileks, menurunkan efek berbahaya dari hormon stres
  • Membantu dalam menghadapi stres akibat kejadian yang traumatis
  • Memperlambat detak jantung
  • Menurunkan tekanan darah
  • Meningkatkan stabilitas otot inti di perut dan punggung
  • Meningkatkan kemampuan tubuh untuk melakukan olahraga berat
  • Menurunkan risiko keletihan otot dan cedera otot
  • Memperlambat pernapasan, sehingga tidak menghabiskan banyak energi

Cara melatih pernapasan perut

Karena memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan, rasanya sayang untuk melewatkan teknik bernapas satu ini. Apa lagi jika Anda mengalami stres, pernapasan ini dapat membantu Anda lebih rileks. Berikut cara melatih pernapasan perut:

  1. Berbaring telentang di atas permukaan yang datar dengan posisi lutut yang ditekuk. Anda bisa menggunakan bantal di bawah kepala dan lutut untuk menopang agar posisi Anda lebih nyaman.
  2. Rilekskan bahu Anda.
  3. Letakkan satu tangan di dada bagian atas dan tangan sebelahnya lekatakan di perut, tepat di bawah tulang rusuk.
  4. Tarik napas pelahan-lahan melalui hidung, biarkan udara masuk ke dalam. Tangan di dada Anda harus tetap diam, sedangkan tangan yang di perut harus naik.
  5. Kencangkan otot perut Anda dan biarkan jatuh ke dalam saat Anda mengeluarkan napas melalui bibir. Turunkan tangan di perut ke posisi semula.
  6. Teruslah bernapas seperti ini sepanjang durasi latihan pernapasan Anda.

Sebaiknya lakukan latihan ini selama 10 hingga 20 kali setiap hari. Lakukan latihan ini di tempat yang tenang, jangan khawatir jika Anda tidak melakukannya dengan benar karena hal tersebut bisa membuat stres. Cukup jernihkan pikiran Anda dari hal-hal yang membuat Anda merasa stres. Tetap fokus pada suara dan ritme pernapasan Anda dan cobalah melakukannya pada waktu yang sama setiap hari untuk menjadikannya sebuah rutinitas.

Catatan dari SehatQ

Jika sudah terbiasa, Anda bisa melakukan pernapasan perut sambil duduk di kursi. Cara ini akan meningkatkan tantangan dalam latihan pernapasan diafragma. Setelah mahir melakukan pernapasan perut dalam posisi berbaring dan duduk, Anda bisa mempraktikkannya sambil melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti saat berjalan kaki, naik tangga, berolahraga hingga membawa beban. Semakin Anda terus melatihnya, tanpa sadar Anda akan bernapas dengan cara ini setiap saat.

Healthilne. https://www.healthline.com/health/diaphragmatic-breathing#tips

Diakses 10 Maret 2020

Web MD. https://www.webmd.com/parenting/raising-fit-kids/recharge/how-to-deep-breathe#1

Diakses 10 Maret 2020

Harvard. Edu https://www.health.harvard.edu/lung-health-and-disease/learning-diaphragmatic-breathing

Diakses 10 Maret 2020

Artikel Terkait