Clean Medicine, Tren Baru Obat yang “Bersih” dari Zat Tambahan

(0)
31 Mar 2021|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Clean medicine adalah obat yang bersih dari zat tambahan yang tidak dibutuhkanClean medicine dipopulerkan oleh perusahaan farmasi baru dari Amerika bernama Ganexa
Sebagai upaya menjalani hidup sehat, gaya hidup menyatu dengan alam masih diminati banyak orang. Setelah tren clean eating dan clean beauty sempat mencuat, kini giliran obat yang memasuki era clean medicine. Apa yang yang dimaksud dengan clean medicine ini, yang ternyata berbeda dari obat herbal maupun obat tradisional?

Apa itu clean medicine?

Clean medicine adalah obat-obatan yang mengandung zat aktif dan minim zat tambahan. Jenis obat ini berbeda dari obat tradisional. Sebab, obat alami umumnya dibuat dari bahan murni yang didapat dari alam tanpa ada bahan yang berasal dari proses buatan (sintetis). Sementara itu, clean medicine bisa saja mengandung salah satu bahan yang dihasilkan dari laboratorium. Clean medicine dipopulerkan oleh perusahaan farmasi baru dari Amerika bernama Ganexa, sebagai produsen pertama obat-obatan “bersih”.Prinsip dari Clean medicine adalah dengan menyediakan obat yang bersih dari bahan tambahan yang tidak diperlukan bagi tubuh. Sebab, berdasarkan fakta di lapangan, saat ini, hampir semua obat yang dijual bebas (over the counter) mengandung berbagai macam zat tambahan.Melalui konsep tersebut, Ganexa telah meluncurkan beberapa jenis obat bebas seperti obat untuk mengatasi nyeri, batuk, pilek, maag, alergi hingga gangguan tidur dan stres yang dibuat dari bahan baku obat pilihan.Obat-obatan ini tetap mengandung zat aktif layaknya obat-obatan biasa, tapi formulanya meminimalkan penggunaan zat tambahan. Jika pun dibutuhkan, bahan tambahan tersebut akan dipilih dari bahan yang sealami mungkin.Menurut klaimnya, clean medicine dari Ganexa ini bebas dari zat pewarna, perasa dan pengawet buatan. Selain itu obat-obatan ini juga tidak mengandung alergen, dibuat dari bahan organik, non-GMO, dan vegan.Namun, apakah hal tersebut menjadikan clean medicine lebih efektif dan aman dibanding obat-obatan pada umumnya? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami proses pembuatannya dan bahan pilihan dalam clean medicine.

Mengapa obat mengandung zat tambahan?

Para peniliti mengemukakan bahwa rata-rata obat dalam bentuk tablet atau kapsul mengandung sekitar sembilan zat tambahan.Banyaknya zat tambahan tersebut dalam suatu formulasi obat bukan tanpa alasan. Masing-masing komponen dari bahan tambahan ini memiliki fungsi khusus pada proses pembuatan obat.Sebagai contoh, berikut ini adalah beberapa zat tambahan yang umum digunakan pada obat berjenis tablet.
  • Zat pengisi seperti pati singkong atau kalsium fosfat, untuk memperbesar volume tablet
  • Zat pengikat seperti pati, tepung, dan gluten, untuk menjaga agar tablet tidak pecah atau retak sehingga dapat dibentuk dengan kokoh
  • Zat penghancur seperti pati singkong, gelatin, atau natrium alginate, untuk memastikan agar tablet dapat hancur dalam saluran pencernaan
  • Zat pemanis seperti aspartame atau sakarin, untuk memperbaiki rasa obat
  • Zat pewarna seperti zat pewarna buatan allura red, brilliant blue, sunset yellow FCF, untuk memperbaiki penampilan obat
Formula yang telah dirancang sedemikian rupa dengan melibatkan zat aktif serta berbagai zat tambahan tersebut ditujukan untuk menjaga kestabilan obat baik dari segi fisik maupun kandungannya. Adanya zat tambahan juga meningkatkan kemudahan dalam cara penggunaan atau konsumsi obat.Tujuan dibuatnya Clean medicineDalam jumlah kecil, zat tambahan pada obat hampir tidak memengaruhi kebanyakan orang. Namun, pada sebagian individu, beberapa jenis zat tambahan tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi atau efek samping lain.Suatu studi yang meneliti efek dari bahan inaktif terhadap penggunanya memperkuat fakta tersebut. Dalam riset ini ditemukan bahwa mayoritas obat terbukti mengandung bahan yang dapat mengiritasi atau menyebabkan alergi (alergen).Misalnya, zat tambahan berupa gluten atau laktosa yang sering kali menjadi pemicu pada pasien dengan alergi makanan atau kondisi kronis seperti penyakit celiac. Kelompok individu tersebut harus memperoleh perhatian khusus ketika mendapatkan obat-obatan yang mengandung bahan tersebut. Berdasarkan alasan tersebutlah, clean medicine hadir. Dari konsep ini, diharapkan bahan-bahan yang berpotensi membahayakan tubuh dapat dieliminasi. Apakah Clean medicine lebih baik dari obat-obatan biasa?Jika ditelaah dari cara kerjanya, obat-obatan bersih dari Ganexa ini umumnya masih memiliki zat aktif yang sama dengan obat lain. Misalnya pada obat obat pereda nyeri dan penurun panas yang mereka miliki, obat ini mengandung zat aktif berupa paracetamol. Oleh karena itu, kemungkinan besar cara kerja dari obat itu sendiri masih sama.Adapun, hal yang berbeda berasal dari zat tambahannya. Dibandingkan obat konvensional yang mengandung zat tambahan berupa pemanis dari fruktosa dan pewarna seperti FD&C Red, produk Ganexa menggantinya dengan sirup agave organik, blueberi organik, dan ekstrak jeruk sebagai zat tambahannya.Pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan ini cukup jelas, yakni mencantumkan bahan-bahan obat dengan transparan, yang mudah dikenali publik.Akan tetapi, kita tidak bisa menilai zat tambahan berbahan natural sebagai bahan baku obat yang lebih baik. Keamanan obat alami sesungguhnya lebih sulit untuk diukur secara akurat.Banyak faktor yang dapat memengaruhi penilaian tersebut. Misalnya, lingkungan tempat tumbuhnya atau kemungkinan adanya bahan lain yang terkandung pada tanaman tersebut. Di samping itu, secara teori, dengan menghilangnya beberapa zat tambahan, performa obat.Selain itu, beberapa produk Ganexa tidak hanya mengganti zat tambahannya saja, tapi juga mengubah zat aktifnya. Misalnya pada obat alerginya yang mengandung bahan homeopati alih-alih dibuat dari zat antialergi pada umumnya seperti loratadine atau cetirizine.Dalam hal tersebut, tentu saja kedua obat tersebut sudah berbeda jenisnya dan tidak dapat dibandingkan dengan penilaian yang sama.Apakah clean medicine worth it untuk dicoba?Clean medicine yang dibuat dengan zat aktif yang sama dengan obat konvensional tentu saja dapat menjadi alternatif obat yang lebih sehat. Terlebih, apabila Anda memiliki kondisi medis yang membuat tubuh lebih sulit menerima bahan-bahan obat.Sementara itu bagi individu yang tidak memiliki kondisi tersebut, perbedaan manfaatnya mungkin sangat kecil jika dibandingkan obat apotek pada umumnya. Selain itu, satu hal yang paling mencolok dari clean medicine adalah harganya yang bisa berkali-kali lipat lebih mahal dari obat-obatan biasa.Kata “alami” memang tidak selalu dapat diartikan sebagai suatu hal yang sehat. Namun jika ingin mencobanya, tak ada salahnya untuk memilih clean medicine ini. Terutama, jika Anda tidak bermasalah dengan harganya.Penelitian terhadap clean medicine masih perlu ditelaah, untuk itu sebelum memutuskan untuk menggunakan obat tersebut, berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker. Pastikan obat yang dipilih adalah produk yang tepat sesuai kebutuhan Anda.Tanyakan tentang bahan yang terkandung dalam obat tersebut. Apoteker dapat menjelaskan fungsi dan efeknya pada kondisi Anda, apalagi jika menemukan kandungan obat yang belum terbukti khasiatnya secara ilmiah.
alergi obattanaman obatminum obatobat bebas terbatas
Ganexa. https://www.genexa.com/products/allergy-care-sinus-decongestant-medicine
diakses pada 29 Maret 2021
Thepapergown. https://thepapergown.zocdoc.com/whats-clean-medicine/
diakses pada 29 Maret 2021
Sciencemag. https://stm.sciencemag.org/content/11/483/eaau6753
diakses pada 29 Maret 2021
NBC News. https://www.nbcnews.com/health/kids-health/why-do-pills-have-gluten-ingredients-medications-may-trigger-allergic-n982876
diakses pada 29 Maret 2021
MIT. https://dspace.mit.edu/bitstream/handle/1721.1/125869/aau6753_ArticleContent_final.pdf?sequence=2&isAllowed=y
diakses pada 29 Maret 2021
Kementrian Kesehatan. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2018/09/Teknologi-Sediaan-Solid.pdf
diakses pada 29 Maret 2021
Harvard. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-risk-of-inactive-ingredients-in-everyday-drugs
diakses pada 29 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait