Ciuman Bisa Membuat Hamil, Mitos Atau Fakta?

Apakah ciuman bisa hamil nyatanya merupakan sebuah mitos
Pertanyaan apakah ciuman bisa hamil seringkali dilontarkan oleh para remaja

Tak sedikit orang yang kerap termakan hoaks atau mitos keliru berkaitan dengan topik seksual. Salah satunya, Anda mungkin pernah mendengar kekhawatiran mengenai apakah ciuman bisa hamil. 

Ya, beberapa orang mungkin masih memercayai bahwa ciuman yang dilakukan pria dan wanita bisa memicu terjadi kehamilan. Lantas, apakah ciuman bisa hamil? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Apakah ciuman bisa hamil?

Pertanyaan mengenai apakah ciuman bisa hamil banyak sekali dilontarkan oleh para remaja. Faktanya, hamil akibat berciuman tentu merupakan sesuatu yang mustahil. Pasalnya, kehamilan terjadi ketika sperma pria berhasil bertemu dan membuahi sel telur wanita.

Hal tersebut dapat terjadi setelah Anda melakukan hubungan seksual yang melibatkan ejakulasi penis di dalam vagina. Bahkan, tanpa aktivitas penetrasi penis ke vagina, kehamilan pun dapat terjadi asalkan sperma pria bertemu dan membuahi sel telur.

Saat melakukan hubungan intim, penis akan mengeluarkan air mani (proses ini dikenal dengan istilah ejakulasi) menuju ke vagina. Air mani pria mengandung jutaan sel sperma. Sekali dikeluarkan, air mani akan mengandung lebih dari 300 juta sel sperma.

Setelah sperma memasuki tubuh wanita melalui vagina, sperma akan bergerak melalui leher rahim ke tuba falopi, mencari sel telur wanita yang sudah siap dibuahi. Sel telur dapat dibuahi oleh sperma yang terdapat dalam air mani atau cairan praejakulasi.

Di situlah terjadi awal mula kehamilan. Aktivitas seksual lain yang tidak melibatkan sperma dan sel telur dalam vagina tentunya tidak bisa bikin hamil, termasuk berciuman atau berpelukan.

Saat berciuman (mulut dengan mulut), yang bersentuhan adalah air liur atau saliva. Air liur tentunya tidak mengandung sperma atau sel telur sehingga tidak mungkin terjadi pembuahan melalui ciuman baik ke pipi, mulut, dahi, ataupun tangan.

Demikian halnya dengan berpelukan. Saat berpelukan, yang bersentuhan adalah kulit Anda dan kulit pasangan. Hal tersebut tentu tidak dapat menyebabkan terjadinya sebuah kehamilan.

Aktivitas seksual yang berisiko menyebabkan kehamilan

Apakah ciuman bisa hamil, jawabannya adalah hanya sebuah mitos. Akan tetapi, jika selain ciuman Anda melakukan aktivitas lain yang melibatkan sperma dan sel telur dan vagina, maka kemungkinan hamil akan tetap ada.

Misalnya, saat Anda dan pasangan berciuman, lalu pasangan mengalami ejakulasi (mengeluarkan sperma) atau ereksi di dekat vagina. Akibatnya, kemungkinan sperma masuk ke dalam vagina pun tetap ada.

Risiko hamil dengan kondisi di atas memang sangat rendah karena sperma sebenarnya cenderung lebih cepat mati apabila terlalu lama berada di luar tubuh. Kendati demikian, kemungkinan tersebut masih ada, jadi sebaiknya Anda dan pasangan perlu berhati-hati.

Tak hanya itu, setelah ciuman biasanya kemungkinan untuk melakukan hubungan lebih intim bisa semakin tinggi. Ini karena ciuman bisa membuat Anda dan pasangan merasa lebih bergairah.

Penyakit yang dapat ditularkan melalui ciuman dengan pasangan

Kini, Anda sudah mengetahui jawaban dari apakah ciuman bisa hamil. Jawabannya tentu saja tidak.

Akan tetapi, bukan berarti ciuman bebas risiko sama sekali. Meski ada berbagai manfaat ciuman, berciuman juga tetap memiliki risiko bagi kesehatan Anda. Berikut adalah ragam penyakit yang bisa ditularkan melalui ciuman:

1. Pilek

Salah satu penyakit yang bisa ditularkan melalui ciuman adalah pilek. Ada berbagai macam virus yang dapat menyebabkan pilek.

Virus tersebut dapat ditularkan dengan mudah melalui udara dan air liur yang berasal dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi lewat ciuman.

2. Kutil

Kutil yang terletak di mulut ternyata juga bisa menyebar melalui ciuman, terutama bila di area mulut terdapat luka.

3. Demam glandular

Demam glandular dikenal pula sebagai penyakit ciuman. Demam glandular adalah istilah umum untuk jenis infeksi virus yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr dan menyebar melalui air liur orang yang terinfeksi.

4. Hepatitis B

Hepatitis B juga menjadi penyakit yang dapat ditularkan melalui ciuman. Walaupun sebenarnya berisiko lebih besar menular apabila melalui kontak darah.

Penularan dapat terjadi apabila darah dan air liur yang berasal dari orang yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan luka dalam mulut atau selaput lendir (membran mukosa) Anda.

Seseorang dapat terinfeksi penyakit ini apabila orang yang terinfeksi memiliki luka terbuka di dalam atau di area mulut.

5. Herpes

Berikutnya, penyakit yang dapat ditularkan melalui ciuman adalah herpes. Virus herpes simpleks dapat menyebar melalui kontak langsung saat Anda dan pasangan berciuman.

Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lepuhan terbentuk atau pecah. Pada saat itulah, virus ‘dilepaskan’ dari lepuhan, bahkan saat orang yang terinfeksi sudah sembuh.

Catatan dari SehatQ

Apakah ciuman bisa hamil adalah mitos. Kehamilan dapat terjadi apabila ada aktivitas seksual yang melibatkan sel sperma pria dan sel telur wanita dalam vagina.

Meski ciuman tidak dapat menyebabkan kehamilan, ciuman tetap dapat menimbulkan risiko penyakit bagi kesehatan. Mulai dari pilek, kutil, hepatitis B, hingga herpes.

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/can-i-get-pregnant-if-i-have-sex-without-penetration/

Diakses pada 24 Februari 2020

Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/ask-experts/can-i-get-pregnant-from-tongue-kissing

Diakses pada 24 Februari 2020

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/kissing-and-your-health

Diakses pada 24 Februari 2020

Artikel Terkait