Mengenal Ciri Perilaku Stalking yang Perlu Diwaspadai


Perilaku stalking sangat negatif dan merusak. Ciri-ciri perilaku ini dapat terlihat saat pelaku mengikuti hingga mengancam korbannya.

(0)
30 May 2021|Azelia Trifiana
Wanita bisa menjadi korban stalking dari pria yang menyukainyaWanita bisa menjadi korban stalking dari pria yang menyukainya
Meski kerap dilontarkan dalam gurauan sehari-hari, stalking adalah hal yang serius dan bersifat destruktif. Bahkan, seorang stalker termasuk dalam pelaku kriminal karena dapat menimbulkan konsekuensi tidak main-main kepada para korbannya.Meski kecenderungan menjadi stalker lebih rentan dilakukan oleh laki-laki, tidak menutup kemungkinan yang terjadi adalah sebaliknya. Tujuannya adalah membuat korban merasa tidak aman bahkan terpengaruh kesehatan fisik dan mentalnya.

Mengenali perilaku stalking

Ada batasan antara sekadar kepo atau penasaran dengan kehidupan seseorang dengan stalking. Siapa saja bisa melakukan hal ini, pada target yang bervariasi pula. Mulai dari orang terdekat sampai orang asing yang tidak dikenal seperti seorang selebritas.Lalu, bagaimana membedakan perilaku sekadar kepo dan stalking? Berikut beberapa indikatornya:
  • Menelepon hingga mengirim email dan chat

Hal pertama yang akan dilakukan seorang stalker adalah terus menerus menelepon, mengirim email, atau mengirim pesan teks bergantung pada mana yang aksesnya tersedia. Bahkan ketika interaksi ini hanya berlangsung satu arah, mereka tak akan ragu untuk terus membombardir serangan.Terlebih ketika target sudah pernah menyatakan keberatan dan meminta pelaku berhenti namun tidak berhasil, ini sudah termasuk dalam tindakan stalking.
  • Mengikuti dan memantau

Perilaku lain dari stalker adalah mengikuti ke manapun target bergerak. Ini bahkan bisa berlangsung setiap hari tanpa mengenal waktu. Pergerakan terus menerus dipantau dan diikuti. Jika terganggu dan menyebabkan Anda merasa terancam, jangan ragu untuk melaporkan kepada yang berwenang.
  • Berkeliaran

Seakan tidak punya pekerjaan lain, orang yang gemar stalking tak akan segan berkeliaran di sekitar tempat Anda beraktivitas. Contohnya ikut berada di café yang sama, seharian berada di restoran tempat kantor Anda berada, dan semacamnya.Bahkan tanpa pelaku mencoba berkomunikasi secara langsung pun, tindakan ini sudah dianggap sebagai bentuk stalking. Kondisi ini juga cukup rumit karena pelaku bisa saja mengklaim memang sedang ada urusan lain dan perlu berada di tempat itu.
  • Komunikasi lewat jalur lain

Ketika Anda sudah memutus akses berinteraksi dengan pelaku, jangan terkejut apabila stalker masih bisa menghubungi Anda. Mulai dari membuat akun palsu di media sosial, lewat teman, atau lewat anggota keluarga Anda. Mereka juga sangat mudah membuat alamat email baru untuk mengirimkan pesan-pesan tak diharapkan.
  • Perilaku merusak

Seorang stalker juga bisa saja merusak properti atau rumah targetnya. Tujuannya demi mendapatkan perhatian dari target. Biasanya, tindakan ini dilakukan setelah korban meminta dengan tegas untuk berhenti mengikuti atau menghubungi mereka.
  • Melancarkan ancaman

Sudah bukan strategi baru apabila seseorang yang melakukan stalking berani akan mengumbar ancaman. Mereka tak segan berkata akan melakukan sesuatu berbahaya apabila tidak kunjung direspons. Tindakan mengancam orang lain hingga membuat mereka merasa tidak aman termasuk dalam stalking.Seberapa acuhnya seseorang, tetap saja perilaku stalking ini bisa mengganggu. Bahkan, korban bisa saja merasa ketakutan dan tidak berani meninggalkan rumah. Aktivitas pun menjadi berantakan.Bahkan, korban bisa mengalami post-traumatic stress disorder karena teror yang terus menerus terjadi. Ketika aksi ini sudah berakhir pun, bayang-bayang teror masih bisa terus muncul dan membuat mereka ketakutan untuk dekat dengan orang lain.Kecenderungan menjadi depresi dan merasa tidak berdaya juga sangat mungkin terjadi.

Cara merespon perilaku stalking

Ketika mengalami menjadi korban stalking, coba lakukan beberapa hal di bawah ini. Memang tidak mudah, namun setidaknya bisa membantu:

1. Jangan terpancing

Sangat mudah merasa terpancing ketika seseorang melancarkan serangannya kepada Anda. Namun, keputusan paling bijak adalah tahan jangan sampai berkomunikasi dengan mereka.Alih-alih menghormati permintaan Anda, pelaku sangat mungkin merasa semakin bersemangat untuk melancarkan berbagai strategi baru. Mereka merasa bahwa seluruh tindakan stalking ini pada akhirnya berhasil membuat Anda berbicara dengan mereka.

2. Sampaikan kepada orang terdekat

Untuk menambah rasa aman, sampaikan tentang hal ini kepada orang terdekat. Mulai dari sahabat, keluarga, dan tentunya pasangan. Dengan demikian, mereka bisa membantu mencari jalan keluar. Termasuk dengan tidak melakukan interaksi apapun dengan pelaku.

3. Kumpulkan bukti

Jangan lewatkan seluruh tindakan stalking pelaku tanpa menyimpannya menjadi bukti. Ketika mereka mengirim pesan, menelepon, menguntit, atau melecehkan Anda, rekam semuanya. Tulis dengan jelas runutan kejadian lengkap dengan keterangan waktu.Masukkan sebanyak mungkin detail dalam bukti Anda sehingga bisa memudahkan ketika nanti harus mengakses bukti-bukti. Ketika ada saatnya memperkarakan kasus ini secara hukum, bukti-bukti ini akan sangat membantu.

4. Cari bantuan hukum

Ada lembaga hukum atau advokat yang bisa membantu korban stalking. Bukan hanya memberikan perlindungan, mereka juga bisa menjadi tempat bercerita dan memberikan pandangan objektif tentang situasi yang tengah dihadapi.

Ada banyak hal yang membuat seseorang menjadi stalker. Bisa karena ditolak, fantasi terhadap orang yang diidolakan, hingga kondisi mental. Kenali juga apa akar masalah yang membuat pelaku melancarkan aksi mereka. Ini dapat membantu merunut duduk perkara dan menentukan langkah apa yang tepat dilakukan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara menjaga kesehatan mental dari perilaku stalking seseorang, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalhidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-stalking-5114376
Diakses pada 17 Mei 2021
Case Reports in Psychiatry. https://www.hindawi.com/journals/crips/2017/8652524/
Diakses pada 17 Mei 2021
Frontiers. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyg.2018.00321/full
Diakses pada 17 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait