Ciri-ciri Tidak Cocok Minum Susu Ibu Hamil yang Bisa Dikenali

(0)
20 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada ciri-ciri tidak cocok minum susu ibu hamil yang bisa dikenaliSusu ibu hamil tidak wajib untuk dikonsumsi saat hamil
Minum susu hamil untuk menjamin janin tumbuh dengan baik selama masa kehamilan masih menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat saat ini. Namun bagi Anda yang tidak cocok minum susu hamil karena berbagai alasan, Anda tetap bisa mendapatkan nutrisi penting saat mengandung lewat berbagai cara lainnya.Susu ibu hamil pada dasarnya adalah susu sapi yang kaya akan kalsium, protein, fosfor, kalium, yodium, vitamin D, vitamin B12, dan riboflavin. Pada susu ibu hamil, kandungannya juga bisa diperkaya dengan asam folat yang dapat menunjang pertumbuhan sehat janin.Semua nutrisi tersebut sangat dibutuhkan oleh ibu hamil maupun janin, tapi bukan berarti ibu hamil wajib minum susu hamil. Ibu hamil yang tidak minum susu hamil juga bisa melahirkan bayi sehat asalkan menjaga asupan gizinya dari sumber yang lain.

Susu ibu hamil tidak wajib diminum

Apakah Anda wajib minum susu hamil selama mengandung? Jawabannya adalah tidak.Di trimester pertama misalnya, ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan yang kaya akan asam folat untuk mencegah terjadinya cacat bawaan seperti spina bifida. Oleh karena itu, dokter atau bidan biasanya membekali Anda dengan suplemen asam folat usai pemeriksaan rutin bulanan sehingga Anda tidak perlu lagi minum susu hamil.Sama halnya ketika Anda dinyatakan kekurangan zat besi atau vitamin maupun mineral lainnya, kebutuhan tersebut bisa dipenuhi lewat makanan atau suplemen. Jika Anda membarenginya dengan minum susu ibu hamil, apalagi tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, bisa jadi Anda mengalami over-supplementing alias kelebihan suplemen.Meskipun demikian, dokter bisa saja merekomendasikan Anda untuk minum susu hamil dalam kondisi tertentu, seperti:
  • Anda tidak bisa makan atau minum karena mual berlebihan alias hiperemesis gravidarum.
  • Anda didiagnosis kekurangan kalsium dan vitamin D yang kronis.
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa susu juga mengandung zat lain yang kurang baik bagi kesehatan, seperti kalori yang tinggi, sehingga berpotensi menambah berat badan ibu hamil. Masalah ini bisa teratasi jika Anda berkonsultasi dengan dokter sehingga ia dapat merekomendasikan takaran minum susu hamil yang aman bagi Anda.

Tanda-tanda Anda tidak cocok minum susu hamil

Sekalipun dokter memberi lampu hijau bagi Anda untuk minum susu ibu hamil, Anda sebaiknya tetap waspada akan tanda-tanda ketidakcocokan tubuh terhadap susu hamil. Kondisi ini kerap dikenal dengan istilah intoleransi laktosa yang biasanya dicirikan dengan gejala, seperti:
  • Diare
  • Mual dan terkadang muntah
  • Kram perut
  • Perut seperti memiliki gas dan terasa kembung.
Gejala ini biasanya muncul 30 menit hingga 2 jam seusai Anda minum susu hamil. Intoleransi laktosa sendiri tidak membahayakan, namun Anda dapat memeriksakan diri ke dokter bila kejadian ini terus berulang dan berisiko menyebabkan Anda mengalami kekurangan kalsium.

Alternatif dari susu ibu hamil

Pada dasarnya, susu jenis apapun aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Susu yang paling direkomendasikan untuk dikonsumsi ibu hamil ialah jenis low-fat alias rendah lemak atau susu skim karena ia mengandung nutrisi yang relatif sama dengan susu hamil, namun lebih rendah lemak sehingga tidak menaikkan risiko kegemukan pada ibu hamil.Sedangkan bagi Anda yang tidak ingin mengonsumsi susu ibu hamil dengan bahan dasar susu sapi, terdapat pilihan lain yang lebih aman, seperti:
  • Susu kambing

Susu kambing memiliki kandungan protein, lemak, dan kalori yang lebih tinggi dibanding susu sapi. Sisi positifnya yang lain adalah nutrisi susu ini mudah diserap oleh tubuh serta kaya akan vitamin B2 yang dapat menaikkan fungsi sistem imun.
  • Susu kedelai

Mirip dengan susu skim, susu kedelai juga relatif lebih rendah lemak dan beberapa produk komersial sudah diperkaya dengan serat dan kalsium yang dapat mendukung tumbuh kembang janin. Susu ini juga mengandung antioksidan yang dapat menangkal efek radikal bebas pada tubuh.
  • Susu almond

Susu almond dinilai sebagai alternatif terbaik dibanding susu ibu hamil karena ia juga kaya akan asam folat, vitamin B dan E, kalsium, dan zat besi. Hanya saja, jumlah kalsium di dalam susu almond lebih rendah dari susu sapi sehingga Anda masih dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen kalsium.
  • Susu safron

Belakangan, menambahkan sedikit safron ke dalam minuman, termasuk susu, menjadi tren kesehatan. Pada ibu hamil, minum susu safron dipercaya akan membuat otot lebih rileks, menurunkan terjadinya konstipasi, menaikkan nafsu makan, mengontrol mood swing, hingga meredakan mual dan muntah, meski klaim ini masih harus diteliti lebih lanjut secara ilmiah.Yang terpenting, ibu hamil harus minum susu yang telah dipateurisasi terlebih dahulu. Susu hamil yang tidak melewati tahap ini rentan mengandung bakteri yang membahayakan janin.
nutrisi ibu hamilsusu
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3505908/
Diakses pada 7 Juli 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com.my/x1052143/do-i-need-to-take-pregnancy-milk-to-get-the-nutrition-i-need-for-a-healthy-pregnancy
Diakses pada 7 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lactose-intolerance/symptoms-causes/syc-20374232
Diakses pada 7 Juli 2020
Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/types-milk-can-consumed-pregnancy_0076537/
Diakses pada 7 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait