Ciri-Ciri TBC Tak Hanya Batuk Berdahak

(0)
18 Dec 2019|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ciri-ciri TBC bisa muncul setelah 1-12 minggu Anda terpapar bakteri Mycobacterium tuberculosisTBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis
Tuberkulosis atau TBC merupakan salah satu penyakit yang berpotensi mematikan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada sekitar 1,7 juta orang yang meninggal akibat penyakit ini di tahun 2016.Angka kematian yang tinggi tersebut menjadikan penyakit yang juga sering disingkat TB ini sebagai salah satu dari 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia. Oleh sebab itu, Anda perlu mengenali ciri-ciri TBC agar bisa segera terdeteksi dan tidak terlambat ditangani. Pasalnya, penyakit paru ini bisa disembuhkan.  

Ciri-ciri TBC yang perlu diwaspadai

TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat hidup di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala. Bila tak bergejala, Anda dianggap mengidap TB laten atau kuman TB ini ‘tidur’ di paru-paru Anda.Namun begitu daya tahan tubuh Anda menurun, TB laten dapat berkembang menjadi TB aktif yang memicu keluhan sekaligus bisa menular pada orang lain.  Umumnya, ciri-ciri TBC aktif yang dialami oleh penderita bisa berupa:
  • Gangguan pada sistem pernapasan, seperti batuk berdahak dan batuk darah. Gejala batuk bisa berlangsung selama lebih dari tiga minggu.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Rasa lelah tanpa sebab yang jelas.
  • Demam.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Berat badan yang turun tanpa sebab.
  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher.
Meski paling sering menyerang paru-paru, penyakit TBC juga dapat memengaruhi organ lainnya, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Ciri-ciri TBC akan bervariasi, tergantung pada organ yang terkena. Misalnya, TBC ginjal dapat mengakibatkan kencing berdarah. 

Penularan bakteri TBC tidak semudah flu

Setelah mengetahui ciri-ciri TBC, penting juga untuk memahami dan mewaspadai cara penularan TBC. Bakteri penyebabnya bisa menyebar melalui udara ketika penderita bersin, batuk, berbicara, atau bernyanyi.Meski begitu, penularan TBC tidak semudah yang Anda kira. Anda lebih berisiko tertular penyakit ini dari orang yang sering Anda temui. Misalnya, anggota keluarga yang tinggal serumah, teman sekantor, atau teman sekelas.Berbeda dengan anggapan banyak orang, TBC tidak bisa menular melalui aktivitas di bawah ini:
  • Berbagi makanan atau minuman.
  • Saling meminjamkan sikat gigi.
  • Bersalaman.
  • Menyentuh barang-barang pribadi penderita, misalnya sisir atau pakaian.
  • Berciuman.
  • Terpercik liur ketika penderita TBC batuk.
Meski begitu, ada pula kelompok orang yang lebih rentan tertular TBC. Siapa sajakah mereka?
  • Orang yang merokok.
  • Orang yang menyalahgunakan obat-obatan.
  • Orang mengonsumsi alkohol untuk waktu lama.
  • Orang dengan sistem imun yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, pengidap kanker yang menjalani kemoterapi, orang yang menjalani operasi transplantasi organ.
Sejak Anda terpapar bakteri Mycobacterium tuberculosis, ciri-ciri TBC umumnya baru akan muncul setelah 1-12 minggu. Jeda waktu ini disebut masa inkubasi. 

TBC bisa disembuhkan dengan cara ini

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda merasakan ciri-ciri TBC. Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk membantu menentukan diagnosis.TBC dapat terdeteksi melalui tes kulit, tes darah, tes dahak, dan rontgen dada. Jika hasil pemeriksaan belum jelas, Anda mungkin menganjurkan CT scan, bronkoskopi, atau biopsi paru. Bila Anda didiagnosis mengidap tuberkulosis, dokter akan memberikan beberapa jenis obat antibiotik untuk menangani infeksi bakteri. Jenis-jenis antibiotik yang paling umum diresepkan untuk mengatasi TB aktif meliputi:Anda harus mengonsumsi obat-obatan selama jangka waktu yang ditentukan dokter, umumnya antara 6, 9, hingga 12 bulan. Pengobatan tuberkulosis wajib dijalani sampai tuntas. Jika tidak, infeksi bakteri dapat kembali terjadi dan pengobatannya akan berbeda.Sama seperti obat lain, antibiotik untuk menangani penyakit yang juga disebut flek paru ini dapat menimbulkan efek samping pada hati. Jadi Anda sebaiknya segera menghubungi dokter apabila mengalami keluhan tidak nafsu makan, urine berwarna merah, demam lebih dari tiga hari, mual atau muntah tanpa sebab yang jelas, sakit perut, serta kulit yang menguning.Sementara untuk TB laten, obat antibiotik yang diresepkan umumnya sejenis dengan TB aktif. Namun durasi konsumsinya bisa lebih singkat, yaitu antara 3-9 bulan. Waktu konsumsi ini tergantung pada jenis dan kombinasi obat yang digunakan.  Jika tidak diobati dengan benar, TBC dapat menyebabkan kerusakan sendi, masalah hati atau ginjal, hingga gangguan jantung.

Mencegah TBC tidaklah sulit

Di Indonesia, pencegahan TBC yang utama adalah dengan mendapatkan vaksinasi BCG (Bacillus CalmetteGuérin) yang merupakan salah satu imunisasi wajib. Pemberian vaksin ini dianjurkan pada anak berusia 0-2 bulan.Penderita TB aktif juga dapat melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak menularkannya pada orang lain. Berikut tipsnya:
  • Meminum obat TBC sesuai dengan petunjuk dokter dan berhenti mengonsumsinya ketika sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.
  • Jangan keluar rumah, terutama selama beberapa minggu pertama pengobatan.
  • Isolasikan diri, misalnya tidak tidur sekamar dengan anggota keluarga lain.
  • Tutup mulut dengan tisu jika tertawa, bersin, atau batuk. Ketika membuang tisu, masukkan dalam kantong plastik dan ikat, lalu buang ke tempat sampah. 
  • Gunakan masker jika Anda berada di dekat orang lain, khususnya selama tiga minggu pertama pengobatan.
  • Pastikan ada pertukaran udara dalam ruangan. Pasalnya, kuman TBC lebih mudah menyebar di ruangan tertutup tanpa ventilasi udara yang baik.
Dengan mengenali ciri-ciri TBC, pemeriksaan medis dan deteksi bisa dilakukan secepatnya. Dengan ini, pengobatan pun dapat sedini mungkin sebelum penularan terjadi.Pastikan juga Anda menjalani pengobatan sesuai dengan anjuran dokter. Tanpa pengobatan yang benar, infeksi bakteri penyebab TBC bisa muncul kembali, dan bahkan lebih sulit untuk diobati.
tbcinfeksi saluran pernapasantuberkulosisgangguan pernapasanbatuk berdahakbatuk berdarah
Healthline. https://www.healthline.com/health/tuberculosis
Diakses pada 18 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
Diakses pada 18 Desember 2019
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/tb/topic/basics/howtbspreads.htm
Diakses pada 18 Desember 2019
Jurnal Sari Pediatri. https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/viewFile/1120/pdf_1
Diakses pada 18 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait