Ciri-ciri Strict Parents dan Dampaknya pada Anak


Strict parents adalah orangtua yang menempatkan standar tinggi pada anak dan suka menuntut. Pola pengasuhan ini dapat berdampak buruk pada anak.

0,0
29 Sep 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Strict parents adalah gaya pengasuhan yang bisa berdampak buruk pada anakStrict parents adalah gaya pengasuhan ketat yang bisa berdampak buruk pada anak.
Strict parents, atau gaya pengasuhan yang ketat, dipercaya banyak orang bisa membentuk perilaku anak dan menjadikannya orang hebat. Namun, tahukah Anda kalau metode pengasuhan ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental anak?Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu strict parents, ciri-cirinya, dan dampak buruknya pada anak, Anda bisa menyimak penjelasan berikut ini..

Apa itu strict parents?

Dari sisi psikologi, arti strict parents adalah orangtua yang menempatkan standar tinggi dan suka menuntut anak. Orangtua yang menganut gaya pengasuhan ini dapat bersifat otoritatif atau otoriter.Saat orangtua menempatkan standar tinggi pada anak sambil memberikan dukungan dengan kasih saying dan dukungan, itu tandanya mereka bersifat otoritatif. Gaya pengasuhan ini umumnya dapat membuat anak menjadi pribadi yang lebih baik. Sayangnya, sebagian besar strict parents tidak bersifat otoritatif, melainkan otoriter.Strict parents yang otoriter ditandai dengan perilaku dingin, tidak responsif dan tidak suportif terhadap anaknya. Peraturan yang mereka buat dianggap sangat ketat dan sewenang-wenang.Orangtua strict yang bersifat otoriter tidak mengizinkan anak untuk menyuarakan opini atau mempertanyakan keputusan yang telah dibuat oleh orangtuanya.

Ciri-ciri strict parents

Berikut adalah sejumlah karakteristik strict parents yang bisa Anda identifikasi:

1. Menuntut, tapi tidak responsif

Strict parents dengan sifat otoriter memiliki banyak peraturan yang berdampak pada hampir setiap aspek dalam kehidupan anak, baik itu di rumah atau di tempat umum.Ditambah lagi, mereka punya banyak peraturan tak tertulis yang harus dipatuhi oleh anak. Namun, orangtua yang otoriter ini tidak menyampaikan peraturan tersebut pada si kecil.Mereka berekspektasi bahwa anak sudah tahu peraturan tersebut tanpa perlu diberi tahu.

2. Minim kasih sayang

Orangtua yang ketat dapat terlihat dingin, kasar, serta jauh dari anak-anaknya. Mereka cenderung berteriak pada anak dan jarang memberikan dukungan atau pujian.Dilansir dari Very Well Mind, strict parents juga lebih mementingkan kedisiplinan dibandingkan kesenangan.

3. Memberikan hukuman fisik

Strict parents yang otoriter tidak ragu-ragu memberikan hukuman fisik, misalnya memukul. Biasanya, hukuman ini dapat dilakukan saat anak tidak mematuhi peraturan.

4. Tidak memberikan pilihan pada anak

Orangtua yang otoriter dan menganut gaya asuh strict parents tidak memberikan anak pilihan. Mereka membuat peraturan sendiri tanpa meminta opini dari anak terlebih dahulu.Anak tidak memiliki ruang untuk bernegosiasi dan tidak diperbolehkan untuk menentukan keputusannya sendiri.

5. Tidak memercayai anak

Selanjutnya, orangtua dengan gaya asuh strict parents cenderung tidak memercayai anak dalam membuat keputusannya sendiri.Mereka tidak memberikan kebebasan pada anak untuk membuktikan bahwa dirinya bisa berperilaku baik dengan keputusannya sendiri.

6. Mempermalukan anak

Agar anak mau mematuhi peraturan, strict parents kerap mempermalukan si kecil di depan umum.Alih-alih memberikan dukungan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak, justru mereka malah mempermalukan anak sebagai cara untuk memotivasi si kecil agar menjadi lebih baik lagi.

Dampak buruk strict parents pada anak

Saat anak dididik oleh strict parents, terdapat beberapa dampak buruk yang bisa ia alami:
  • Tidak bahagia dan depresi

Sebuah studi yang dirilis dalam The Journal of Psychology menyatakan bahwa anak-anak yang diasuh oleh strict parents cenderung tidak bahagia dan bisa menunjukkan gejala-gejala depresi.
  • Mengundang gangguan perilaku

Pola asuh yang terlalu ketat dianggap bisa mengundang gangguan perilaku pada anak. Sebab, anak dapat mencontoh perilaku orangtuanya yang menganut gaya asuh strict parenting.Saat orangtua mendisiplinkan anak dengan kekerasan, ancaman, paksaan, serta hukuman, bisa saja anak menjadi menirunya. Alhasil, sifat membangkang, pemarah, agresif, dan impulsif dapat tertanam di dalam diri anak.
  • Membuat anak suka berbohong

Saat anak didispilinkan dengan kekerasan, pengekangan, dan tanpa kasih sayang, rasa takut dapat muncul. Untuk menghindari hukuman dari orangtuanya, alhasil anak bisa berbohong.Misalnya, anak dapat berperilaku baik di depan orangtuanya. Namun, saat mereka sedang tidak di rumah, anak bisa kembali melakukan perilaku buruk.Ditambah lagi, orangtua strict parents tidak menyediakan kesempatan bagi anak untuk mengutarakan kejujuran. Hal ini dapat membuat anak jadi suka berbohong dan menyembunyikan sesuatu.
  • Menjadikan anak tukang bully

Orangtua yang menggunakan kekerasan untuk mendapatkan apa yang mereka mau dari anaknya dapat mengundang sifat bully atau perundungan pada si kecil.Anak-anak nantinya belajar bahwa mereka bisa menggunakan paksaan dan kekerasan untuk mendapatkan apa yang mereka mau dari teman-temannya.Sebuah penelitian yang dimuat dalam American Psychological Association mengungkapkan, pola asuh otoriter dapat membuat anak menjadi tukang bully atau berteman dengan orang-orang yang suka bully.
  • Menjadikan anak tidak percaya diri

Dikutip dari sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Adolescence, remaja perempuan yang dididik oleh orangtua otoriter tidak mampu membuat keputusan sendiri saat diberikan kesempatan. Hal ini terjadi karena mereka kurang percaya diri.Memiliki orangtua dengan gaya asuh strict parents membuat anak-anak terbiasa didikte. Mereka merasa tidak percaya diri untuk membuat keputusan sendiri karena takut keputusan yang dibuat nantinya salah.

Catatan dari SehatQ

Memiliki orangtua dengan pola asuh strict parents dapat berdampak buruk pada kesehatan mental anak. Tanpa dukungan dan kasih sayang dari kedua orangtuanya, anak dapat merasa kesulitan untuk memperbaiki dirinya.Perlu dipahami, bersikap tegas adalah hal yang wajar dalam mendidik, tapi jangan sampai lupa untuk memberikan apa yang telah menjadi hak anak, salah satunya kasih sayang.Jika Anda ingin bertanya mengenai kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentinggaya parenting
AHA Parenting. https://www.ahaparenting.com/parenting-tools/positive-discipline/strict-parenting
Diakses pada 15 September 2021
Parenting for Brain. https://www.parentingforbrain.com/strict-parents/
Diakses pada 15 September 2021
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-authoritarian-parenting-2794955
Diakses pada 15 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait