Ciri-Ciri Sperma yang Baik, Kenali dari 3 Indikator Ini

Ciri-ciri sperma yang baik adalah yang “kuat” untuk bisa sampai ke sel telur
Perjalanan sperma untuk sampai ke sel telur haruslah berenang melewati serviks, rahim, dan tuba falopi

Seorang pria sehat bisa mengeluarkan jutaan sperma dalam satu kali ejakulasi. Dari jutaan sperma itu, pada akhirnya hanya ada satu yang berhasil untuk membuahi sel telur. Artinya, salah satu ciri-ciri sperma yang baik adalah yang “kuat” untuk bisa sampai ke sel telur.

Sperma yang baik sangat berkaitan dengan kesuburan pria. Biasanya ketika seorang pria mengalami masalah dengan kesuburan, dokter akan memeriksa bagaimana kualitas spermanya terlebih dahulu.

Ciri-ciri sperma yang baik

Bagi orang yang berusaha memiliki keturunan, tentu penting untuk menjaga kesehatan sperma. Beberapa ciri-ciri sperma yang baik di antaranya:

  • Jumlah sperma

Normalnya, jumlah sperma dalam tiap mililiter air mani adalah 15 juta hingga 200 juta. Apabila jumlah sperma kurang dari 15 juta atau kurang dari 39 juta di tiap kali ejakulasi, artinya jumlah sperma termasuk rendah (oligospermia).

Sebaliknya, jumlah sperma di atas 200 juta per mililiter air mani dianggap tinggi. Untuk menghitung jumlah sperma, akan dilakukan analisis air mani yang dilakukan oleh dokter atau ahlinya.

  • Gerakan sperma

Penting sekali memastikan gerakan sperma bisa maksimal untuk bisa membuahi sel telur. Perjalanan sperma untuk sampai ke sel telur haruslah berenang melewati serviks, rahim, dan tuba falopi. Pada pria normal, ciri-ciri sperma yang baik adalah 32-75% dari seluruh spermanya memiliki motilitas yang optimal.

  • Struktur sperma

Ciri-ciri sperma yang baik adalah memiliki kepala berbentuk oval dan ekor panjang sehingga bisa bergerak dengan optimal. Semakin normal struktur atau bentuk sperma, semakin besar kemungkinan seorang pria membuahi sel telur.

Faktor yang berpengaruh pada kualitas sperma

celana dalam yang terlalu ketat dapat pengaruhi kualitas sperma yang baik
Hindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat

Beberapa faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan sperma di antaranya:

  • Celana yang digunakan

Menggunakan bawahan mulai dari celana dalam, boxer, hingga celana yang terlalu ketat tidak baik untuk kesehatan sperma. Selain itu, materialnya juga sebaiknya tidak membuat panas. Bahkan saran untuk tidak pakai celana dalam saat tidur juga berkaitan dengan kesehatan sperma.

  • Alkohol

Mengonsumsi alkohol dapat mengganggu produksi sperma. Pertama, produksi testosteron akan berkurang sehingga jumlah sperma menurun. Kedua, alkohol juga bersifat beracun terhadap sel-sel yang memproduksi sperma di testis.

  • Obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan sperma, seperti steroid atau obat lain yang digunakan dalam pengobatan kanker. Untuk itu, diskusikan dengan dokter apabila ada kekhawatiran obat yang dikonsumsi berpengaruh terhadap kesuburan.

  • Racun lingkungan

Radiasi memang bisa menyebabkan cacat lahir atau gangguan lainnya. Hal yang sama berlaku pada sperma. Tak hanya itu, substansi berbahaya lain seperti merkuri, pestisida, polychlorinated biphenyls dan lainnya juga disebut-sebut berpengaruh terhadap kualitas sperma.

  • Merokok

Merokok dapat berpengaruh terhadap pergerakan sperma dan juga kesehatan sperma

Bagaimana meningkatkan kualitas sperma?

Ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas sperma, seperti mengonsumsi makanan untuk sperma sehat hingga rajin berolahraga. Beberapa cara sederhana meningkatkan kualitas sperma adalah:

  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengonsumsi banyak buah dan sayur sebagai antioksidan
  • Mencegah infeksi menular seksual
  • Mengelola stres
  • Aktif bergerak
  • Tidak merokok dan minum alkohol
  • Menghindari paparan zat beracun dari sekitar
  • Menjaga area skrotum (kantung yang membungkus buah zakar) tetap dingin, seperti menggunakan pakaian dalam yang longgar, hindari sauna, serta hindari berendam di kolam air panas
  • Menjaga kualitas tidur
  • Sebisa mungkin menghindari konsumsi obat tertentu (atau cari alternatif)
  • Mendapatkan cukup vitamin D
  • Batasi konsumsi makanan tinggi estrogen

Sebenarnya, tidak ada jenis makanan tertentu yang secara instan dapat meningkatkan kualitas atau produksi sperma. Namun, memiliki gaya hidup sehat adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan sperma.

Menjaga pola makan yang diiringi dengan menjalani gaya hidup sehat adalah perpaduan seimbang untuk memiliki sperma sehat. Bonusnya, tubuh pun jadi lebih bugar.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320010.php#summary
Diakses 28 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/fertility/art-20047584
Diakses 28 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/normal-sperm-count#treatment
Diakses 28 Januari 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/healthy-sperm-2328531
Diakses 28 Januari 2020

Artikel Terkait