Ciri-ciri Skizofrenia, Sering Muncul tapi Dianggap Sebelah Mata

Gejala skizofrenia pada laki-laki biasanya muncul pada usia awal 20an
Tiba-tiba menjadi senang menyendiri adalah salah satu ciri ciri skizofrenia

Menurut data WHO yang dikeluarkan pada tahun 2016, di Indonesia terdapat 21 juta orang yang menderita skizofrenia. Jumlah tersebut tentu sangatlah besar. Sayangnya, hingga saat ini, kesadaran tentang ciri-ciri skizofrenia masih rendah.

Masih banyak penderita skizofrenia yang dijuluki sebagai “orang gila” dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Mereka malah dipasung atau bahkan dibiarkan beraktivitas di jalanan begitu saja.

Mengenali munculnya gejala skizofrenia sejak dini, memungkinkan perawatan dimulai lebih cepat. Kondisi ini bisa dipulihkan dan dikontrol, selama ada kemauan dari penderita dan bantuan dari orang-orang di sekitarnya.

Kapan ciri-ciri skizofrenia mulai muncul?

Pada pria, gejala skizofrenia umumnya mulai muncul pada usia remaja dan awal 20an. Sementara itu pada wanita, ciri-ciri skizofrenia dapat muncul pada usia akhir 20an hingga awal 30an. Kondisi ini jarang muncul sebelum seseorang berusia 12 tahun, atau lebih dari 40 tahun.

Fenomena tersebut terjadi karena pada usia remaja akhir, 20an atau 30an, saat seseorang mengalami perubahan cukup besar dalam kehidupannya. Pada usia tersebut, kehidupan baru akan dimulai. Mulai dari tinggal sendiri, mengenal lingkungan baru, harus menyesuaikan diri dengan teman baru, hingga mengemban tanggung jawab baru.

Memasuki usia setelah lulus sekolah, kondisi lingkungan yang semula stabil, mulai mengalami banyak goncangan akibat perubahan-perubahan tersebut.

Selain itu, semakin dewasa seseorang, risiko terpapar kebiasaan buruk seperti mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, juga semakin meningkat. Kebiasaan buruk tersebut bisa memicu munculnya gejala skizofrenia.

Ciri-ciri awal skizofrenia yang bisa Anda kenali

Di sebagian penderitanya, gejala skizofrenia dapat muncul secara tiba-tiba tanpa tanda apapun. Namun pada kebanyakan kasus, ciri-ciri skizofrenia akan muncul secara perlahan, dengan tanda yang cukup jelas, disertai penurunan fungsi untuk menjalankan kehidupan sehari-hari secara normal, sebelum akhirnya penyakit ini memasuki fase yang parah.

Seringkali, teman maupun keluarga penderita akan mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah dari orang tersebut, tanpa mengetahui penyebabnya secara pasti.

Ciri-ciri awal skizofrenia yang paling mudah dikenali, di antaranya:

  • Muncul depresi dan menjadi suka menyendiri
  • Menjadi lebih mudah marah atau curiga dengan orang lain
  • Akan bereaksi secara berlebihan terhadap kritik
  • Mengabaikan kebersihan tubuh
  • Pandangan kosong
  • Tidak dapat mengekspresikan kesedihan atau kebahagiaan
  • Tertawa atau menangis secara tiba-tiba, di saat yang tidak tepat
  • Tidur terus-menerus, cepat lupa, tidak bisa berkonsenterasi
  • Cara bicaranya mulai berubah dan aneh, dengan pemilihan kata yang tidak biasa

Perlu diingat, bahwa kondisi di atas juga bisa disebabkan oleh gangguan kesehatan, selain skizofrenia. Meski begitu, tidak ada salahnya jika kondisi di atas juga diwaspadai sebagai ciri-ciri skizofrenia.

Ciri-ciri skizofrenia terdiri dari ciri positif dan negatif

Gejala skizofrenia dapat mengubah pikiran, perasaan, dan tindakan. Namun, tidak semua penderita skizofrenia akan mengalami gejala yang serupa. Selain itu, gejala skizofrenia juga biasanya tidak muncul bersamaan, dan bisa kambuh.

Gejala skizofrenia sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu skizofrenia dengan gejala positif dan negatif.

Kata gejala positif di sini, menggambarkan gejala yang jelas terlihat, dan ditandai dengan adanya pemikiran berlebihan, persepsi tidak wajar, dan perilaku yang membuat orang tersebut terlihat jelas tidak bisa membedakan dunia nyata dan khayalan.

Sementara itu, kata gejala negatif menggambarkan hilangnya kemampuan atau berkurangnya fungsi mental yang melibatkan pemikiran, perilaku, dan persepsi seseorang akibat skizofrenia.

Kondisi yang termasuk ciri-ciri skizofrenia gejala positif

Berikut ini adalah kondisi yang termasuk sebagai gejala skizofrenia positif.

•Halusinasi

Orang yang mengalami skizofrenia mungkin mendengar, melihat, mencium aroma, atau merasakan hal yang tidak dirasakan orang lain.

• Delusi

Delusi adalah kepercayaan akan suatu hal yang oleh orang lain terlihat aneh, dan tidak masuk akal, seperti mempercayai teori konspirasi. Penderita skizofrenia bisa saja merasa bahwa otak mereka dikontrol oleh orang lain, atau tokoh terkenal lainnya, yang benar-benar memiliki kekuatan super.

• Kebingungan dan gangguan bicara

Orang-orang dengan skizofrenia akan kesulitan mengatur pikirannya. Sehingga, mereka mungkin akan kesulitan mengikuti pembicaraan dan tatannya terlihat kosong. Sekalipun bicara, ucapan yang dikeluarkan umumnya tidak masuk akal.

• Gangguan pergerakan tubuh

Penderita skizofrenia umumnya mudah kaget. Mereka juga sering terlihat melakukan gerakan yang sama berulang kali. Sebaliknya, mereka pun bisa saja diam tanpa pergerakan selama beberapa jam pada posisi yang sama.

Kondisi yang termasuk ciri-ciri skizofrenia gejala negatif

Berikut ini adalah kondisi yang termasuk gejala skizofrenia negatif.

• Kurang bergairah

Penderita skizofrenia terlihat tidak dapat menikmati apapun yang terjadi di dalam hidupnya. Kondisi ini disebut juga dengan istilah anhedonia.

• Kesulitan berbicara

Salah satu ciri skizofrenia yang bisa disadari yaitu tidak banyak bicara atau menunjukkan perasaan apapun. Kondisi ini disebut dengan alogia.

• Ekspresi menjadi datar

Kebalikan dari kebanyakan persepsi orang, penderita skizofrenia justru memiliki ekspresi yang datar, seperti tidak punya emosi. Nada bicaranya pun akan datar dan tidak menggambarkan suasana hatinya. Kondisi ini disebut dengan affective flattening.

• Suka menyendiri

Saat ciri-ciri skizofrenia sudah mulai muncul, maka penderitanya umumnya akan menarik diri dari lingkungannya. Ia akan menolak untuk bertemu dengan teman atau saudara. Kondisi ini disebut juga dengan apati.

• Sulit menjalani kehidupan sehari-hari

Orang-orang dengan skizofrenia akan kehilangan kesadaran untuk menjaga kebersihan. Mereka biasanya tidak mandi dan berhenti menjaga diri. Mereka juga akan kesulitan memenuhi janji, maupun mengerjakan hal-hal sederhana, yang biasa dilakukan sehari-hari.

Apabila Anda atau orang-orang terdekat mengalami gejala yang serupa, maka sebaiknya bantu periksakan diri ke dokter spesialis kejiwaan. Dengan begitu, perawatan yang tepat dapat segera dimulai.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/article/print/16100700005/peran-keluarga-dukung-kesehatan-jiwa-masyarakat.html
Diakses pada 7 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/schizophrenia/schizophrenia-onset-symptoms#1
Diakses pada 7 Agustus 2019

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/the-warning-signs-of-schizophrenia-what-you-need-to-know/
Diakses pada 7 Agustus 2019

Help Guide. https://health.clevelandclinic.org/the-warning-signs-of-schizophrenia-what-you-need-to-know/
Diakses pada 7 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/schizophrenia/schizophrenia-symptoms#2
Diakses pada 7 Agutus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed