Berbeda, Apa Saja Ciri-ciri Pubertas pada Laki-laki dan Perempuan?

Ciri-ciri pubertas laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dari perubahan fisik, biologis, psikososial, dan emosional
Anak laki-laki dan perempuan memiliki ciri pubertas yang berbeda

Masa pubertas adalah masa di mana anak lelaki dan anak perempuan mengalami proses kematangan seksual. Masa pubertas meliputi serangkaian tahapan fisik yang hasil akhirnya adalah kesuburan dan perkembangan karakteristik seksual, yaitu bagian-bagian tubuh yang diasosiasikan dengan lelaki atau perempuan dewasa (seperti tumbuhnya bulu kemaluan).

Pubertas tidak hanya melibatkan serangkaian perubahan-perubahan fisik atau biologis, namun proses ini juga memiliki dampak pada psikososial dan perkembangan emosional dari remaja.

Ciri-ciri pubertas normal

Ciri-ciri pubertas dapat ditemukan pada remaja lelaki dan perempuan. Untuk perempuan, bagian payudara akan mulai berkembang dan fase menstruasi dimulai. Pada lelaki, ciri-ciri pubertas akan ditandai dengan suara akan mulai bertambah berat dan rambut halus akan tumbuh pada bagian wajah.

Usia normal perempuan memulai masa pubertas adalah 11 tahun, sementara rata-rata usia laki-laki memasuki masa pubertas adalah 12 tahun. Walaupun demikian, masa pubertas ini berbeda bagi setiap orang. Normalnya, rentang usia dimulainya pubertas adalah 8-14 tahun, Proses pubertas ini bisa berlangsung sampai 4 tahun.

Ciri-ciri pubertas pada perempuan

  • Payudara akan mulai tumbuh dan terkadang terasa lebih lembut. Perubahan ini bisa terjadi pada salah satu payudara terlebih dahulu, kemudian disusul bagian lainnya.
  • Rambut kemaluan mulai tumbuh dan kadang tumbuh rambut juga di sekitar tangan dan kaki
  • Perubahan pada tubuh mulai terlihat dengan panggul yang mulai melebar
  • Pinggang yang mulai terlihat lebih kecil
  • Muncul lemak yang akan mulai menumpuk pada bagian perut dan pantat

Perubahan yang terjadi karena pubertas pada perempuan

Selama masa pubertas, organ seksual mulai berfungsi dan proses menstruasi berjalan. Jika periode menstruasi telah dimulai, maka kehamilan juga dapat terjadi. Alat kelamin perempuan akan mengeluarkan cairan yang mengindikasikan organ seksual mereka sudah aktif.

Kulit menjadi lebih berminyak dan tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sehingga dibutuhkan deodorant untuk menghilangkan bau badan akibat keringat. Hal ini disebabkan karena kelenjar minyak dan kelenjar keringat mulai berkembang. Jerawat juga merupakan ciri-ciri pubertas yang bisa muncul.

Selain perubahan fisik, perubahan emosional juga mungkin terjadi. Salah satu bentuknya adalah rasa ketidaknyamanan terutama saat menstruasi. Hal ini wajar karena kadar hormon yang fluktuatif selama siklus menstruasi. Jika perubahan emosi ini terasa mengganggu, dokter biasanya menyarankan mengonsumsi obat-obatan tertentu dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti rutin berolahraga.

Ciri-ciri pubertas pada laki-laki

  • Testikel yang bertambah besar dan bagian skrotum terlihat menipis dan berwarna kemerahan.
  • Rambut kemaluan muncul pada area sekitar penis dan rambut-rambut halus muncul pada ketiak dan kaki.
  • Mulai berkeringat dalam jumlah banyak
  • Perubahan warna suara yang awalnya serak menjadi lebih berat
  • Mengalami “mimpi basah”, yaitu ejakulasi pertama yang biasanya dialami ketika sedang tidur.
  • Jerawat pada wajah dan kulit mulai berminyak
  • Mengalami pertambahan tinggi

Perubahan yang terjadi karena pubertas pada laki-laki

Secara keseluruhan, tubuh laki-laki akan menjadi lebih berotot dan tumbuh lebih banyak rambut pada wajah, sekitar paha bagian dalam, dan di sekitar penis. Perubahan pada penis semakin terlihat dan berbentuk layaknya penis laki-laki dewasa.

Perubahan emosional juga akan terjadi. Perubahan ini bisa menjadi hal yang menyenangkan karena terjadi perkembangan pada perasaan-perasaaan baru. Namun, perkembangan emosi yang naik turun ini dapat memberikan dampak berupa perubahan suasana hati yang sulit dijelaskan, perasaan rendah diri, agresivitas, dan depresi. 

[[artikel-terkait]]

Pubertas dini pada laki-laki dan perempuan

Pubertas dini merupakan perkembangan dini dari karakteristik seksual pada perempuan sebelum usia 8 tahun dan pada laki-laki sebelum usia 9 tahun. Sebagian besar anak dengan pubertas dini tumbuh cepat di awal, namun ada kemungkinan selesai sebelum mencapai potensi maksimal dari genetik mereka.

Pubertas dini dan perkembangan organ seksual yang terlalu cepat bisa jadi disebabkan karena tumor atau perkembangan dari indung telur, kelenjar adrenal, kelenjar pituitari, atau otak. Penyebab lainnya bisa berupa ketidaknormalan pada sistem saraf pusat, riwayat penyakit keluarga, atau sindrom genetik langka. Dalam banyak kasus, tidak ditemukan penyebab dari pubertas dini.

Kondisi ini tentunya akan menyulitkan anak-anak yang mengalaminya. Pada perempuan, perkembangan payudara atau terjadinya menstruasi yang terlalu cepat ketimbang teman-teman bermainnya mungkin bisa menimbulkan ejekan atau rasa tidak percaya diri.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/stages-of-puberty
Diakses pada April 2019

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/puberty/article.htm#when_does_puberty_occur
Diakses pada April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/156451.php
Diakses pada April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/stages-of-puberty-what-happens-to-boys-and-girls/#late-or-early-puberty
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed