Berbeda, Apa Saja Ciri-ciri Pubertas pada Laki-laki dan Perempuan?


Ciri-ciri pubertas dapat ditemukan pada remaja lelaki dan perempuan. Orangtua perlu tahu berbagai ciri-ciri ini agar bisa menjawab segala pertanyaan anak tentang masa pubertas pada remaja.

0,0
31 May 2019|Maria Intan Josi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki dan perempuan bisa mulai dikenali sejak usia 11 tahunCiri-ciri pubertas pada anak laki-laki dan perempuan berbeda
Ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki dan perempuan berbeda. Untuk perempuan, bagian payudara akan mulai berkembang dan fase menstruasi dimulai. Pada lelaki, ciri-ciri pubertas akan ditandai dengan suara yang mulai bertambah berat dan rambut halus akan tumbuh pada bagian wajah.Usia normal anak perempuan memulai masa pubertas adalah 11 tahun, sementara rata-rata usia laki-laki memasuki masa pubertas adalah 12 tahun. Walaupun demikian, masa pubertas ini berbeda bagi setiap orang.Normalnya, rentang usia dimulainya pubertas adalah 8-14 tahun, Proses pubertas ini bisa berlangsung sampai 4 tahun. Akan lebih baik, jika orang tua mengetahui ciri-ciri pubertas anak laki-laki dan perempuan agar dapat membimbingnya dengan benar di masa peralihannya itu.

Ciri-ciri pubertas pada anak perempuan

Pada anak perempuan, ciri-ciri pubertas yang dapat terlihat adalah sebagai berikut:
  • Payudara akan mulai tumbuh dan terkadang terasa lebih lembut. Perubahan ini bisa terjadi pada salah satu payudara terlebih dahulu, kemudian disusul bagian lainnya.
  • Rambut kemaluan mulai tumbuh dan kadang tumbuh rambut juga di sekitar tangan dan kaki
  • Perubahan pada tubuh mulai terlihat dengan panggul yang mulai melebar
  • Pinggang yang mulai terlihat lebih kecil
  • Muncul lemak yang akan mulai menumpuk pada bagian perut dan pantat
  • Proses menstruasi mulai berjalan.
  • Alat kelamin perempuan akan mengeluarkan cairan yang mengindikasikan organ seksual sudah aktif.
  • Kulit menjadi lebih berminyak dan tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sehingga dibutuhkan deodorant untuk menghilangkan bau badan
  • Jerawat mulai muncul di beberapa bagian tubuh 
Selain perubahan fisik seperti di atas, ciri-ciri pubertas pada anak perempuan juga bisa terlihat dari perubahan emosionalnya. Salah satu bentuknya adalah rasa ketidaknyamanan terutama saat menstruasi.Hal ini wajar terjadi karena kadar hormon yang fluktuatif selama siklus menstruasi. Jika perubahan emosi ini terasa mengganggu, dokter biasanya menyarankan mengonsumsi obat-obatan tertentu dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti rutin berolahraga.

Ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki

Berbeda dari anak perempuan, ini ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki yang bisa diamati:
  • Testikel yang bertambah besar dan bagian skrotum terlihat menipis dan berwarna kemerahan.
  • Rambut kemaluan muncul pada area sekitar penis dan rambut-rambut halus muncul pada ketiak dan kaki.
  • Mulai berkeringat dalam jumlah banyak
  • Perubahan warna suara yang awalnya serak menjadi lebih berat
  • Mengalami “mimpi basah”, yaitu ejakulasi pertama yang biasanya dialami ketika sedang tidur.
  • Jerawat pada wajah dan kulit mulai berminyak
  • Mengalami pertambahan tinggi
  • Tubuhnya mulai terlihat lebih berotot dan tumbuh lebih banyak rambut pada wajah, sekitar paha bagian dalam, dan di sekitar penis.
  • Perubahan pada penis semakin terlihat dan berbentuk layaknya penis laki-laki dewasa.
Perubahan emosional juga dialami oleh anak laki-laki yang sedang mengalami pubertas. Perubahan ini bisa menjadi hal yang menyenangkan karena terjadi perkembangan pada perasaan-perasaaan baru.Namun, perkembangan emosi yang naik turun ini dapat memberikan dampak berupa perubahan suasana hati yang sulit dijelaskan, perasaan rendah diri, agresivitas, dan depresi. Baca Juga: Perilaku Anak Remaja yang Normal dan yang Tidak, Orang Tua Perlu Tahu

Pubertas dini pada anak laki-laki dan perempuan

Pubertas dini adalah perkembangan dini dari karakteristik seksual pada perempuan sebelum usia 8 tahun dan pada laki-laki sebelum usia 9 tahun. Sebagian besar anak dengan pubertas dini tumbuh cepat di awal, namun ada kemungkinan selesai sebelum mencapai potensi maksimal dari genetik mereka.Pubertas dini dan perkembangan organ seksual yang terlalu cepat bisa disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan, seperti:
  • Tumor
  • Ketidaknormalan pada sistem saraf pusat
  • Riwayat penyakit keluarga
  • Sindrom genetik langka
Perkembangan yang terjadi pada indung telur, kelenjar adrenal, kelenjar pituitari, atau otak juga bisa memicu anak mengalami kondisi ini. Dalam banyak kasus, penyebab dari pubertas dini tidak ditemukan secara jelas. Kondisi ini tentunya akan menyulitkan anak-anak yang mengalaminya. Pada perempuan, perkembangan payudara atau terjadinya menstruasi yang terlalu cepat ketimbang teman-teman bermainnya mungkin bisa menimbulkan ejekan atau rasa tidak percaya diri.[[artikel-terkait]]Itulah tadi ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki dan perempuan, yang baik untuk diketahui oleh orangtua. Jika anak Anda memiliki pertanyaan terkait perubahan pada tubuhnya saat masa pubertas, Anda jadi tahu informasi penting mengenai ciri-ciri pubertas tersebut.

Tips untuk menemani anak saat masa puber

Anak-anak dapat mengalami masa naik dan turun saat sedang menjalani masa puber. Ditambah lagi, ada banyak perubahan fisik yang terjadi pada tubuh mereka. Maka dari itu, orangtua disarankan untuk menemani dan membantu anak melewati fase ini.Berikut adalah tips untuk menemani anak-anak saat sedang melewati masa pubertas pada remaja.
  • Memberikan instruksi

Terdapat banyak ciri-ciri pubertas anak laki-laki dan perempuan yang dapat membuat mereka kaget. Perubahan fisik yang terjadi dapat membuat mereka merasa kebingungan, misalnya anak perempuan yang mulai menstruasi atau anak laki-laki yang mengalami kemunculan rambut kemaluan.Orangtua perlu memberikan instruksi dan bantuan pada mereka. Contohnya saat anak perempuan ingin menggunakan pembalut untuk pertama kalinya, atau sang ayah yang perlu memberi tahu anak laki-lakinya untuk merawat kebersihan alat kelamin.
  • Bersabar

Masa pubertas perempuan dan laki-laki dapat membuat suasana hati mereka cepat berubah. Sebagai orangtua, Anda perlu bersabar dalam menghadapinya.Gunakan insting Anda sebagai orangtua untuk menghadapi anak yang sedang melewati masa puber tersebut. Jangan biarkan ia melewatinya sendirian.
  • Jangan lupakan perubahan fisik pada anak

Tubuh anak terus berkembang, dan perubahan fisik pun terjadi, mulai dari munculnya jerawat, perkembangan payudara, dan masih banyak lagi.Berikan dukungan dan bantulah anak untuk menjawab segala pertanyaan yang mungkin ada di benak mereka.
  • Ajak anak berkomunikasi

Terus ajak anak berkomunikasi tentang perubahan fisik yang terjadi pada mereka. Beri tahu mereka bahwa Anda selalu siap dan ada dikala mereka ingin mengetahui sesuatu tentang masa pubertasnya.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan remaja, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
pubertas dinipubertasanak praremaja
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/stages-of-puberty
Diakses pada April 2019
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/puberty/article.htm#when_does_puberty_occur
Diakses pada April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/156451.php
Diakses pada April 2019
NHS. https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/stages-of-puberty-what-happens-to-boys-and-girls/#late-or-early-puberty
Diakses pada April 2019
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/make-puberty-easier-for-your-tween-3935326
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait