Ciri-ciri psikopat sangat sulit dikenali karena mereka sangat ahli dalam berpura-pura
Psikopat sangat pandai berpura-pura sehingga ciri-cirinya sulit dikenali

Kelainan psikopat sering menjadi tema film atau cerita fiksi dan horror. Beberapa peristiwa kriminal yang tergolong sadis dan menjadi topik pemberitaan pun tidak jarang dilakukan oleh pengidap psikopat.

Kelainan mental psikopat memang tidak mudah dikenali. Pengamatan ciri-ciri psikopat mesti dilakukan oleh profesional kesehatan jiwa untuk memastikan seseorang memiliki kelainan ini. 

Apa saja ciri-ciri psikopat?

Meski kebanyakan psikopat mampu menampilkan diri sebagai manusia normal, pengidap psikopat sebenarnya tidak memiliki hati nurani dan rasa empati. Sifatnya manipulatif, mudah berubah-ubah, dan kerap (walau pun tidak selalu) menjurus ke arah kriminal. 

Psikopat adalah jenis kelainan spektrum yang dapat didiagnosis menggunakan Hare Psychopathy Checklist. Kriteria ini terdiri dari 20 ciri-ciri psikopat.

Daftar kriteria tersebut awalnya dikembangkan oleh peneliti Robert Hare asal Kanada pada tahun 1970an. Diagnosis mengenai spektrum psikopat hanya bisa dilakukan oleh psikiater dan psikolog klinis. Berikut ciri-ciri psikopat yang akan diamati:

  • Menampilkan pesona diri yang palsu atau dangkal.
  • Selalu butuh stimulasi dan sangat cepat merasa bosan.
  • Pembohong patologis. Psikopat mudah sekali berbohong tanpa alasan dan tanpa rasa bersalah.
  • Grandiose atau merasa dirinya sangat hebat.
  • Tidak memiliki rasa penyesalan atau rasa bersalah.
  • Tidak memiliki afeksi atau rasa kasih sayang). Bila pun ada, afeksinya dangkal.
  • Tak berperasaan dan tak punya empati.
  • Manipulatif dan suka menipu.
  • Gaya hidup parasit, misalnya selalu membebani orang lain.
  • Tidak ada atau kurangnya kendali perilaku.
  • Tidak memiliki tujuan jangka panjang yang realistis.
  • Impulsif.
  • Tidak bertanggung jawab.
  • Menolak untuk menerima konsekuensi dari perilakunya.
  • Perilaku seksual promiskuitas, seperti berganti-ganti pasangan.
  • Memiliki banyak hubungan asmara atau pernikahan yang hanya bertahan dalam waktu singkat.
  • Adanya gangguan perilaku pada usia dini.
  • Terlibat kenakalan remaja.
  • Mampu melakukan berbagai jenis tindakan kriminal.
  • Jika dipenjara, kesempatan bebas bersyaratnya biasa dicabut.

Kebanyakan pengidap psikopat yang sudah dewasa tidak mempan diobati dan sulit disembuhkan. Penyebab kelainan jiwa ini diduga merupakan kombinasi dari anatomi otak dan faktor lingkungan ketika penderita tumbuh. 

Bagaimana psikopat ditangani?

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa otak psikopat mengalami gangguan atau kelainan pada bagian yang bertanggung jawab terhadap perasaan empati. Ada koneksi yang putus di antara amigdala dan korteks prefrontal di otaknya. 

Sebagian dari professional di bidang kesehatan jiwa berpendapat bahwa obat-obatan dan terapi kognitif masih bisa memperbaiki bagian otak yang rusak tersebut karena otak punya sifat neuroplastis.

Masalahnya, para psikopat tidak akan jera karena hukuman. Karena tidak memiliki rasa bersalah dan rasa penyesalan, psikopat tidak akan takut dan tidak bisa belajar dari hukuman yang diberikan. 

Sementara beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa sejumlah model percobaan yang berfokus pada penguatan positif (positive reinforcement) terhadap para psikopat nampaknya memberikan hasil yang baik.

Para peneliti dari University of Saskatchewan di Kanada juga menyimpulkan bahwa para psikopat pelanggar hukum yang dipenjara dan menjalani terapi, memiliki tingkat residivisme (kecenderungan untuk mengulang perbuatannya) yang lebih rendah. 

Banyak pula peneliti kesehatan mental yang meyakini bahwa tidaklah terlalu penting untuk memikirkan apakah sifat dan ciri-ciri psikopat bisa disembuhkan. Yang lebih penting adalah mengusahakan bagaimana sifat-sifat psikopat tersebut dapat dikendalikan. 

Bedakan psikopat dan sosiopat

Penggunaan istilah psikopat dan sosiopat kadangkala tertukar. Tetapi keduanya merupakan kelainan jiwa yang berbeda.

Jika dilihat dari istilahnya, sosiopat merujuk pada orang yang memiliki kecenderungan perilaku antisosial, yang disebabkan oleh faktor sosial dan faktor lingkungan. Sedangkan psikopat merujuk pada sifat bawaan di mana faktor lingkungan juga bisa memicu munculnya sifat bawaan tersebut.

Berikut ini adalah perbedaan antara psikopat dan sosiopat secara umum:

Psikopat

  • Sengaja berpura-pura untuk peduli pada orang lain.
  • Menunjukkan perilaku tak berperasaan atau berdarah dingin.
  • Tidak bisa mengenali kesulitan atau penderitaan orang lain.
  • Memiliki hubungan personal yang palsu dan dangkal.
  • Mampu menjalankan kehidupan normal yang menutupi perilaku kriminalnya.
  • Tidak mampu membentuk ikatan emosional.

Sosiopat

  • Jelas-jelas memperlihatkan sikap bahwa mereka tidak mau peduli dengan orang lain.
  • Berperilaku impulsif dan emosional.
  • Cenderung mudah marah dan mengamuk.
  • Menyadari apa yang mereka lakukan salah, tapi selalu mencari pembenaran atas kelakuan tersebut.
  • Tidak bisa mempertahankan pekerjaan dan rumah tangga.
  • Mampu membuat ikatan emosional tetapi sulit. 

Sangat sulit untuk mengenali ciri-ciri psikopat bila hanya melihat perilaku pengidapnya secara umum. Butuh pemeriksaan secara saksama dari psikolog dan dokter spesialis jiwa untuk memastikan seseorang benar-benar mengalami kelainan psikopat atau tidak.

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/basics/psychopathy
Diakses pada 6 september 2019

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-a-sociopath-380184
Diakses pada 6 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321839.php
Diakses pada 6 September 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed