Penyakit paru-paru dapat dengan mudah menyerang jika Anda adalah seorang perokok aktif
Perokok aktif harus mewaspadai kemungkinan terjadinya penyakit paru-paru

Ketika seseorang bernapas, udara mengalir melewati kerongkongan dan berakhir di kantung udara dalam paru-paru: alveoli. Namun pada orang dengan ciri-ciri penyakit paru-paru, bernapas tidaklah semulus itu.

Sejatinya, setelah kantung udara terisi udara, oksigen akan terdistribusi ke pembuluh darah yang mengalir di seluruh tubuh. Pada saat bersamaan, darah juga melepaskan karbon dioksida ke alveoli untuk dikeluarkan.

Namun pada penderita penyakit paru obstruktif kronis, udara yang masuk sangat terbatas. Akibatnya, pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida juga tidak bisa optimal.

[[artikel-terkait]]

Ciri-ciri penyakit paru-paru

Salah satu sinyal yang menandakan ciri-ciri penyakit paru-paru adalah ketika seseorang bernapas dengan tersengal-sengal. Mungkin awalnya hal ini hanya terjadi ketika orang tersebut melakukan aktivitas fisik cukup berat.

Namun ketika penyakitnya semakin memburuk, kesulitan bernapas ini bisa terjadi kapan saja, bahkan saat tengah beristirahat.

Berikut ini beberapa ciri-ciri penyakit paru-paru obstruktif kronis lainnya:

  • Suara mengi ketika bernapas
  • Dada terasa sesak
  • Batuk kronis dengan dahak
  • Terasa penumpukan dahak di pangkal tenggorokan terutama saat bangun tidur
  • Tak berenergi
  • Berat badan turun
  • Kuku dan bibir terlihat kebiruan
  • Infeksi pernapasan yang terjadi berulang seperti flu
  • Kaki dan betis membengkak
  • Detak jantung sangat cepat

Ciri-ciri penyakit paru-paru di atas bisa bervariasi pada tiap orang, bergantung pada tingkat keparahannya. 

Namun pada beberapa orang, ada yang tidak merasakan ciri-ciri penyakit paru-paru karena sangat ringan. Meski demikian, apabila seseorang masih menjalani gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, cepat atau lambat kerusakan paru-paru menjadi kian parah.

Mengapa penderita penyakit paru-paru mengalami kesulitan bernapas?

Pada orang dengan ciri-ciri penyakit paru-paru, udara tidak dapat mengalir dengan leluasa. Beberapa penyebabnya adalah:

  • Penumpukan lendir atau dahak kental di saluran pernapasan
  • Pembengkakan dan radang di saluran pernapasan
  • Kerusakan dinding kantung udara

Pada orang dengan ciri-ciri penyakit paru-paru, kantung udara dalam paru-paru tidak lagi elastis. Akibatnya, mereka tidak dapat mengeluarkan udara karena terjebak di dalam paru-paru.

Hal ini yang membedakan penderita penyakit paru obstruktif kronis dengan yang restriktif. Pada penderita penyakit paru restriktif, seseorang tidak bisa bernapas dengan leluasa karena otot sekitar paru-paru kaku.

Berbeda dengan penyakit paru-paru obstruktif, beberapa hal yang mempengaruhi paru-paru restriktif adalah obesitas hingga gangguan otot pernapasan.

Apakah bisa dicegah?

Hampir 75% penderita penyakit paru-paru obstruktif kronis adalah perokok aktif atau mantan perokok. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, hal ini terjadi karena ada paparan asap rokok selama bertahun-tahun.

Itu sebabnya, berhenti merokok atau menjadi perokok pasif adalah salah satu cara pencegahan penyakit paru-paru obstruktif.

Lebih jauh lagi, hal lain yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan antara lain tidak menghirup debu, atau zat kimia. Menghirup asap terus menerus tanpa ada sistem ventilasi yang baik di rumah atau pabrik juga sebaiknya dihindari.

Selain itu, rajin berolahraga secara berolahraga juga dapat melatih menjaga kekebalan tubuh Anda tetap optimal.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679
Diakses pada 3 Juni 2019

National Heart, Lung, and Blood Institute. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/copd
Diakses pada 3 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324406.php
Diakses pada 3 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed