logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

5 Gejala Miom yang Perlu Diwaspadai, Tak Hanya Gangguan Siklus Haid

open-summary

Gejala penyakit miom antara lain nyeri di area panggul, gangguan pada siklus menstruasi, sakit saat berhubungan intim, sering buang air kecil, dan susah buang air besar.


close-summary

3.39

(71)

12 Jul 2019

| Luker Wasinton

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Gejala miom antara lain nyeri di panggul, gangguan pada siklus haid, dan sakit saat berhubungan intim

Gejala miom antara lain nyeri panggul dan gangguan haid

Table of Content

  • Apa saja gejala miom?
  • Penyebab penyakit miom dan faktor risikonya
  • Bahaya penyakit miom

Miom adalah tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim, baik di bagian dalam maupun luar. Dalam dunia medis, mioma juga dikenal dengan istilah fibroid rahim. Meski jinak, namun miom bisa menjadi ancaman serius bagi wanita. Pasalnya, penyakit ini dapat membuat kaum hawa sulit hamil. Karena itu, Anda perlu mengenali lebih jauh gejala miom agar bisa segera melakukan perawatan bila terkena.

Advertisement

Ciri-ciri atau gejala penyakit miom seringkali tidak terasa, sehingga pada banyak kasus, pengobatan terlambat dilakukan. Pada beberapa kasus, tumor di rahim ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun pada orang dengan ukuran tumor yang cukup besar atau gejala yang cukup parah, miom bisa sangat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Apa saja gejala miom?

Nyeri panggul dan gangguan menstruasi ciri-ciri penyakit miom
Nyeri panggul dan gangguan siklus haid akibat penyakit miom

Miom atau mioma uteri seringkali tidak memicu gejala, sehingga sebagian besar penderitanya kerap tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki kondisi ini. Namun ukuran, jumlah, dan lokasi kemunculan mioma bisa memengaruhi gejala yang dirasakan.

Beberapa gejala penyakit miom yang umumnya terjadi meliputi:

1. Gangguan pada siklus haid

Miom dapat mengganggu siklus menstruasi Anda. Mulai dari perdarahan haid menjadi lebih banyak maupun durasi haid yang lebih lama (biasanya lebih dari sepekan).

2. Sering buang air kecil dan susah buang air besar

Jika ukuran miom tergolong besar, kandung kemih bisa ikut tertekan. Sebagai akibatnya, penderita dapat mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil.

Miom yang berukuran besar juga dapat menekan usus besar, sehingga menyebabkan penderita susah buang air besar atau konstipasi.

3. Nyeri di panggul

Miom juga memiliki tangkai yang menghubungkannya dengan dinding rahim. Apabila ada gerakan tertentu yang posisi miom berubah posisi atau berputar, tangkai penghubung dapat terpelintir dan aliran darah ke miom akan terhambat.

Kondisi tersebut bisa memicu sakit luar biasa pada penderitanya. Rasa sakit ini dapat muncul pada bagian panggul hingga menjalar ke kaki.

4. Sakit saat berhubungan intim

Ukuran miom yang semakin membesar akan menekan rahim. Sebagai akibatnya, saat berhubungan intim, rahim dapat berkontraksi dan menimbulkan rasa sakit. Pendarahan juga bisa terjadi setelah berhubungan intim akibat tekanan miom.

Selain gejala di atas, penderita juga bisa mengalami perut yang terasa kencang dan tampak membesar serta perdarahan di luar siklus haid.

5. Gangguan pada perut

Memiliki miom di rahim juga bisa membuat perut terasa tidak nyaman, seperti kembung dan penuh, terutama di perut bagian bawah. Pada beberapa kasus, miom juga bisa menyebabkan ukuran perut membesar, bahkan terlihat seperti sedang hamil.

Baca Juga: Cara Mengobati Miom Tanpa Operasi dan Dengan Operasi

Penyebab penyakit miom dan faktor risikonya

Gambar miom di rahim
Gambar miom di rahim

Penyebab mioma sejatinya belum diketahui pasti hingga sekarang. Namun beberapa faktor di bawah ini diduga terkait dengan kemunculannya:

  • Hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini akan menyebabkan penebalan dinding rahim menjelang siklus menstruasi, dan dikatakan dapat memicu pertumbuhan miom.
  • Riwayat penyakit miom dalam keluarga. Bila memiliki anggota keluarga yang pernah atau sedang menderita miom, risiko Anda untuk mengalaminya juga bisa lebih besar.
  • Faktor usia. Mioma lebih umum dialami oleh wanita berusia 30-50 tahun.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Menggunakan alat kontrasepsi.
  • Mengalami kekurangan vitamin D.
  • Pola makan yang tidak seimbang, misalnya terlalu banyak makan daging merah (seperti daging sapi) dan kurang makan sayuran hijau, buah maupun susu.
  • Kebiasaan minum minuman beralkohol.

Baca Juga

  • Apakah Polip Rahim saat Menopause Membutuhkan Operasi?
  • Terlalu Sering Ganti Pembalut? Anda Mungkin Terkena Menorrhagia
  • Letak Rahim Normal dan Abnormal yang Perlu Diketahui Perempuan

Bahaya penyakit miom

Meskipun termasuk tumor jinak, mioma tetap tidak boleh diremehkan karena pada beberapa kasus, bisa muncul komplikasi yang berbahaya, seperti berikut ini: 

  • Menurunkan peluang hamil 

Miom yang berukuran besar berpotensi memicu infertilitas atau ketidaksuburan. Demikian pula jika fibroid tumbuh dan menghalangi tuba falopi yang berfungsi menghubungkan ovarium dengan rahim. Kondisi ini membuat sel telur tidak bisa memasuki rahim, sehingga tidak bisa dibuahi oleh sel sperma.

  • Menyebabkan gangguan pada kehamilan jika miom dialami oleh ibu hamil

Mulai dari gangguan perkembangan janin, kelahiran prematur, serta keguguran. Meski tergolong jarang, risiko keguguran bisa saja muncul ketika mioma terjadi ketika usia kandungan masih pada trimester pertama. Pasalnya, miom dapat membesar dan mendorong embrio, sehingga tidak bisa menempel dengan baik di dinding rahim.

Jika tidak menimbulkan gejala, miom tidak memerlukan penanganan khusus. Pasalnya, mioma dapat mengecil dan menghilang sendirinya setelah menopause.

Tapi jika Anda mengalami ciri-ciri penyakit miom seperti yang telah disebutkan di atas, pemeriksaan ke dokter kandungan perlu dilakukan. Langkah ini akan memberikan kepastian diagnosis serta penanganan yang tepat.

Advertisement

miomamasalah infertilitaspolip rahim

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved