Jangan Salah, Ini Perbedaan Ciri-Ciri Penyakit Kuning pada Bayi dan Anak

Penyakit kuning atau jaundice pada bayi diperlukan penanganan khusus agar kadar bilirubin tubuh kembali normal
Kenali ciri-ciri penyakit kuning pada bayi ataupun anak

Penyakit kuning atau jaundice mungkin tergolong salah satu penyakit yang mudah untuk dikenali. Seperti namanya, ciri-ciri penyakit kuning umumnya adalah ketika kulit dan bagian putih pada mata penderita mulai menguning. 

Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi dan anak-anak. Kadar bilirubin yang tinggi di dalam tubuh merupakan penyebab utamanya.

[[artikel-terkait]]

Secara garis besar, jaundice tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun dalam beberapa kasus, penyakit ini harus mendapat penanganan khusus agar kadar bilirubin tubuh cepat kembali ke angka normal.

Agar lebih jelas, mari kenali penyebab dan gejala penyakit kuning pada bayi serta anak di bawah ini.

Tanda penyakit kuning pada bayi

Setiap bayi baru lahir sejatinya memiliki kadar 'kuning' dalam darah. Menurut catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat sekitar 60% bayi baru lahir yang mengalami kondisi kuning ini.

Jadi, kapan seorang bayi dikatakan mengidap penyakit kuning? Bayi baru dianggap terkena jaundice jika kadar bilirubin dalam darah mencapai lebih dari 5 mg/dL.

Beberapa kondisi tertentu pada bayi baru lahir memiliki juga bisa meningkatkan risiko penyakit kuning. Apa sajakah risiko pada bayi tersebut?

  • Lahir prematur, yaitu bayi yang lahir ketika usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
  • Kurang mendapat asupan air susu ibu (ASI). Faktor ini mungkin terjadi karena ASI yang sulit keluar di hari-hari pertama kehadiran bayi.
  • Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi, khususnya pada ibu dengan golongan darah O dan bayi bergolongan darah A atau B. Selain itu, perbedaan Rhesus (Rh positif atau negatif) antara ibu dan bayi juga bisa menjadi faktor
  • Kelainan pada sel darah merah, misalnya sel darah merah yang lebih cepat hancur. Kondisi ini akan mempertinggi risiko bayi kuning.
  • Jumlah sel darah merah terlalu banyak (polycythemia) atau adanya lebam besar di kepala (cephalohematoma).

Kuning pada bayi biasanya muncul dua hingga empat hari setelah kelahiran. Namun kondisi ini akan pulih sendiri ketika bayi berusia dua minggu. Meski demikian, Anda tetap boleh berkonsultasi pada dokter jika merasa khawatir atas penyakit kuning yang terjadi pada bayi Anda.

Ciri penyakit kuning pada bayi

Penyakit kuning pada bayi umumnya dimulai dari bagian wajah, kulit wajah, dan bagian putih mata bayi yang menguning. Warna kuning tersebut kemudian akan merembet ke bagian dada, perut, tangan dan kakinya.

Bayi dengan kondisi ini biasanya sering tampak mengantuk, lemas, rewel, dan sulit menyusui. Anda sebaiknya segera menghubungi dokter atau membawa buah hati ke rumah sakit jika mendapati tanda-tanda tersebut, apalagi bila disertai kuning yang terlihat semakin parah.

Bagaimana dengan penyakit kuning pada anak-anak?

Sama halnya dengan bayi, anak-anak juga bisa terkena penyakit kuning. Penyebabnya juga sama, yaitu kadar bilirubin yang melebihi normal. Namun faktor yang memengaruhi risikonya tentu berbeda dan bisa meliputi:

  • Konsumsi makanan atau minuman yang tidak bersih. Ini merupakan salah satu penyebab umum dari penyakit kuning pada anak.
  • Infeksi pada organ hati sehingga menyebabkan peradangan.
  • Sindrom Gilbert yang mengganggu fungsi normal hati.
  • Anemia hemolitik yang menyebabkan sel darah merah cepat hancur.
  • Hepatitis A, B, atau C yang menyerang fungsi hati.
  • Anemia sel sabit.

Ciri-Ciri Penyakit Kuning pada Anak-Anak

Selain perubahan warna pada kulit dan bagian putih mata yang menguning, ciri-ciri penyakit kuning pada anak bisa meliputi:

  • Sering mengalami demam tinggi.
  • Kerap merasa kelelahan.
  • Gatal-gatal pada kulit.
  • Mulut terasa pahit.
  • Tinja berwarna pucat.
  • Penurunan berat badan yang terjadi secara cepat.
  • Sakit perut yang parah.
  • Otot yang terasa kaku.
  • Menggigil.

Bila Anda menemukan ciri-ciri penyakit kuning di atas pada bayi maupun anak Anda, segera konsultasikan ke dokter. Dengan ini, diagnosis bisa dipastikan dan penanganan dapat diberikan secara akurat.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/jaundice.html
Diakses pada 13 Mei 2019

Firstcry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/jaundice-in-children/?amp
Diakses pada 13 Mei 2019

Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/indikasi-terapi-sinar-pada-bayi-menyusui-yang-kuning
Diakses pada 13 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed