4 Ciri-Ciri Penyakit Kulit Manusia Pohon yang Mudah Dikenali

Sindrom manusia pohon adalah penyakit kulit yang membuat lapisan kulit seperti kutil dan bercak lebar di kulit
Epidermodysplasia verruciformis disebut juga sebagai sindrom manusia pohon karena gejalanya

Istilah ‘manusia akar’ atau ‘manusia pohon’ pernah menggemparkan Indonesia beberapa tahun silam. Berbagai media meliput pria asal Jawa Barat bernama Dede Koswara yang mengalami ciri-ciri penyakit kulit dengan tumbuhnya kutil-kutil besar pada tangan, kaki, dan wajah yang membuatnya tampak seperti akar pohon.

Penyakit di balik kondisi Dede sebetulnya adalah epidermodysplasia verruciformis (EV). Penyakit akibat infeksi humanpapilloma virus (HPV) ini bersifat genetik (keturunan) dan sangat langka. Tercatat, hanya sekitar ada 200 kasus sejak kemunculan pertamanya yang dilaporkan pada 1922 silam, termasuk dari Indonesia.

[[artikel-terkait]]

Penyakit ini termasuk tidak bisa disembuhkan. Oleh sebab itu, mengenali gejalanya sejak awal mungkin dapat membantu penderita dan keluarga untuk menyusun penanganan yang diperlukan bersama dokter. Seperti apakah gejala EV?

Apa saja ciri-ciri penyakit kulit epidermodysplasia verruciformis?

EV sangat mudah dikenali ketika sudah berkembang dalam jangka waktu yang lama atau menyebar di sekujur tubuh, seperti yang dialami oleh Dede Koswara. Ciri-ciri penyakit kulit ini ialah adanya lesi seperti kutil di beberapa bagian tubuh. 

Kutil tersebut kebanyakan berwarna cokelat, kasar, dan menyerupai kulit atau akar pohon. Karena itu, tidak jarang EV dikenal sebagai ‘sindrom manusia pohon’.

Kutil pada penderita EV tumbuh merajalela. Namun kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan bukan merupakan jenis kanker kulit.

EV sejatinya sudah bisa dideteksi sejak awal kemunculannya. Berikut ciri-ciri penyakit kulit ini pada tahap awal:

  • Lesi dengan permukaan datar atau menonjol. Gejala ini paling sering muncul di bagian kulit yang terpapar sinar matahari, seperti di tangan, kaki, wajah, dan telinga.
  • Muncul papul, yaitu tonjolan kecil pada kulit.
  • Sebagian kulit yang meradang dan menonjol, menyerupai bercak lebar. Bercak ini disebut plak. Lengan, ketiak, leher, telapak tangan, telapak kaki, tubuh bagian atas, serta bagian luar organ intim termasuk bagian tubuh yang kerap mengalami plak.
  • Lesi berukuran kecil yang mirip koreng.

Beberapa kutil bisa tumbuh dan berkumpul pada satu bagian kulit tertentu. Namun jumlah kutil yang muncul juga dapat lebih dari ratusan dan menyebar di seluruh tubuh.

Kapan Anda harus menghubungi dokter?

Begitu merasa ada kelainan pada kulit Anda, apalagi menemukan gejala-gejala EV, langsung hubungi dan konsultasikan dengan dokter. Selain memeriksa ciri-ciri penyakit kulit yang Anda alami, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan Anda maupun keluarga. 

Jika mencurigai gejala yang menerpa Anda sebagai indikasi EV, dokter akan mengambil sampel kulit Anda untuk diperiksa lebih lanjut. Prosedur pengambilan sampel ini disebut biopsi. Untuk menegakkan diagnosis epidermodysplasia verruciformis, sampel tersebut akan dites guna melihat apakah terdapat HPV.

Penanganan untuk epidermodysplasia verruciformis

Sebagai penyakit yang tidak bisa diobati, penanganan epidermodysplasia verruciformis bertujuan mengendalikan ciri-ciri penyakit kulit langka ini pada tubuh penderita. Misalnya, melalui jalan operasi untuk membuang kutil-kutil yang telah mengganggu fungsi tubuh. 

Meski begitu, peluang untuk kutil kembali tumbuh tetap tinggi. Oleh karena itu, Anda mungkin saja membutuhkan operasi yang sama setahun sekali. Dokter juga bisa meresepkan obat-obatan berupa interferon, retinoid sistemik, serta obat oles 5-fluorouracil, guna membantu terapi perawatan.

Penderita EV pun sebaiknya menghindari paparan sinar matahari sebisa mungkin. Pasalnya, risiko kanker kulit akan meningkat bila Anda mengalami EV. Jadi, pastikan Anda mematuhi nasihat dokter mengenai hal ini.

American Council of Science and Health. https://www.acsh.org/news/2017/01/11/headlines-suggest-tree-man-syndrome-curable-10711
Diakses pada 19 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/epidermodysplasia-verruciformis
Diakses pada 19 Juni 2019

National Institute of Health. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/6357/epidermodysplasia-verruciformis
Diakses pada 19 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed