logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Apa Saja Ciri-ciri Penyakit Kista pada Saat Menstruasi?

open-summary

Ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi antara lain nyeri panggul, serta pembengkakan atau kembung pada perut. Untuk kebanyakan kasus kista ovarium, yaitu kista yang berpotensi muncul dalam siklus haid, pasien tidak memerlukan perawatan khusus. Sebab, kista tersebut bisa menghilang dengan sendirinya.


close-summary

2.92

(26)

23 Feb 2021

| Maria Yuniar

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi adalah gangguan suplai darah menuju ovarium

Ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi antara lain nyeri panggul

Table of Content

  • Ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi
  • Jenis-jenis kista ovarium
  • Pemeriksaan untuk mendeteksi kista
  • Operasi pengangkatan kista, apakah diperlukan?
  • Catatan dari SehatQ

Ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi adalah jenisnya, yang bukan merupakan kista akibat kanker maupun berbagai penyakit lainnya. Kista yang terbentuk pada periode menstruasi, sebenarnya normal terjadi. Bahkan, kista semacam ini bisa menunjukkan bahwa ovarium berfungsi dengan baik.

Advertisement

Kista ovarium, yang berpotensi muncul selama periode haid tersebut, merupakan kantung terisi cairan pada bagian luar maupun dalam ovarium. Setiap bulan pada siklus menstruasi, suatu folikel atau kista, timbul di dalam ovarium. Folikel ini menjadi tempat berkembangnya sel telur.

Jenis kista lainnya muncul setelah sel telur dilepaskan dari folikel. Kista ini disebut sebagai kista korpus luteum (corpus luteum cyst), dan mungkin mengandung sedikit darah. Kista tersebut melepaskan hormon progesteron dan estrogen.

Ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi

no caption
Nyeri panggul adalah salah satu ciri kista 

Kista ovarium umumnya dialami perempuan pada usia antara pubertas dan menopause. Kondisi ini jarang terjadi setelah seorang wanita mengalami menopause. Selain itu, penggunaan obat-obatan untuk kesuburan, biasanya meningkatkan pertumbuhan kista ovarium.

Pada kebanyakan kasus, kista tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah periode menstruasi usai, atau sesudah akhir masa kehamilan. Lantas, apa saja gejala atau ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi?

Berikut ini berbagai cirinya.

  • Pembengkakan atau kembung pada perut
  • Nyeri ketika usus mengalami pergerakan
  • Nyeri pada panggul, mendekati periode haid, atau setelahnya
  • Nyeri pada panggul ketika tubuh bergerak
  • Nyeri panggul terus-menerus
  • Nyeri panggul tiba-tiba dan parah, biasanya disertai mual serta muntah. Kondisi ini bisa menandakan gangguan suplai darah menuju ovarium, maupun kebocoran kista diikuti perdarahan dalam.

Biasanya, seorang perempuan dengan kista ovarium, tidak menyadari adanya kista tersebut. Sebab, kista ovarium sebenarnya jarang menimbulkan gejala. Namun, kondisi ini dapat membuat rasa sakit apabila:

  • Bertambah besar
  • Berdarah
  • Mengalami robekan
  • Mengganggu suplai darah ke ovarium
  • Terpelintir, atau menyebabkan ovarium terpelintir

Seorang perempuan dengan kista folikular jarang mengalami perubahan siklus haid. Yang berpotensi mengalaminya adalah mereka yang memiliki kista korpus luteum. Pada sejumlah kasus kista, flek maupun perdarahan mungkin saja muncul.

Jenis-jenis kista ovarium

Ada dua jenis kista ovarium selain yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu kista ovarium fungsional dan kista ovarium patologis. Berikut ini penjelasannya.

  • Kista ovarium fungsional:

    Kista ini berkembang sebagai bagian dari siklus menstruasi, biasanya berumur singkat, dan tidak berbahaya. Jenis ini adalah yang paling umum sebagai kista ovarium.
  • Kista ovarium patologis:

    Kista ini tumbuh akibat pertumbuhan sel abnormal. Jenis kista ini jarang ditemukan.

Terkadang, kista ovarium terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti endometriosis. Sebagian besar kista ovarium bersifat non-kanker. Meski begitu, tetap ada potensi kanker, meski kemungkinannya kecil. Kista dengan sifat kanker, lebih sering dijumpai pada wanita yang telah melalui masa menopause.

Baca Juga

  • 5 Cara Mengatasi Darah Haid yang Keluar Terlalu Banyak dari Sisi Medis
  • Tanda Ovulasi Berakhir dan Pembuahan Berhasil Terjadi
  • Apakah Boleh Berenang saat Haid?

Pemeriksaan untuk mendeteksi kista

no caption
Tes CA-125 mampu mendeteksi kista

Tim medis dapat mendeteksi kista melalui pemeriksaan panggul, maupun melalui USG untuk keperluan lain, maupun mencari kista. Pemeriksaan tersebut mungkin diulang dalam 6-8 minggu untuk memastikan kista sudah tidak ada.

Ada dua jenis pemeriksaan untuk mendeteksi kista, yaitu prosedur dengan pencitraan, maupun tes darah.

1. Pemeriksaan lewat pencitraan

Prosedur pemeriksaan melalui pencitraan yang dapat dijalani adalah:

  • CT scan
  • Pemeriksaan ultrasound dengan Doppler
  • MRI

2. Tes darah

Selain itu, dokter pun mungkin merekomendasikan juga tes darah berikut ini:

  • Tes CA-125 untuk mendeteksi potensi kanker jika pemeriksaan ultrasound memperlihatkan hasil abnormal, atau jika Anda menopause
  • Tes kadar hormon (misalnya LH, FSH, estradiol, dan testosteron)
  • Tes kehamilan (serum hCG)

Operasi pengangkatan kista, apakah diperlukan?

Kista ovarium fungsional biasanya tidak memerlukan perawatan, dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 8-12 minggu. Apabila Anda mengalami kista ovarium secara berulang, dokter mungkin akan meresepkan pil KB. Pil kontrasepsi ini mampu mengurangi risiko pertumbuhan kista baru, meski tidak bisa mengurangi ukuran kista yang masih ada.

Namun, operasi diperlukan untuk mengangkat kista atau bahkan ovarium, untuk memastikan tidak ada kanker ovarium. Tindakan operasi melalui prosedur exploratory laparotomy dan pelvic laparoscopy dibutuhkan apabila:

  • Kista ovarium terjadi secara kompleks dan tidak hilang dengan sendirinya.
  • Kista menimbulkan gejala dan tidak kunjung hilang
  • Kista bertambah besar, lebih dari 10 sentimeter
  • Pasien menjelang menopause, atau malah sudah melewati menopause

Selain itu, perawatan tambahan pun mungkin dibutuhkan apabila muncul gejala sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovary syndrome (PCOS) maupun gangguan lain yang bisa menimbulkan kista.

Catatan dari SehatQ

Apabila Anda tidak merencanakan kehamilan, mengonsumsi pil KB bisa membantu mencegah kemunculan kista ovarium. Untuk mengetahui lebih banyak tentang ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

menstruasikistakista ovariumgangguan menstruasi

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved