9 Ciri-Ciri Penjilat, Bagaimana Cara Menghadapi Mereka?

(0)
08 Jun 2020|Azelia Trifiana
Seorang penjilat sangat senang dengan gosipCiri orang penjilat adalah menyukai rumor atau gosip
Ada saja orang di sekitar – biasanya di lingkungan kerja – yang terkesan sebagai penjilat. Orang dengan karakter seperti ini tidak akan segan melakukan segala cara agar menjadi lebih dekat dengan pihak yang dirasanya menguntungkan, seperti atasan atau orang tertentu. Tapi, jangan samakan penjilat dengan mereka yang memang benar-benar ramah pada semua orang.Memang menjebak, membedakan mana yang penjilat dan mana yang benar-benar tulus. Mengenali ciri-ciri penjilat sangat penting untuk memetakan orang di sekitar, termasuk bagaimana harus bersikap menghadapi mereka.

Mengenali ciri-ciri penjilat

Beberapa cara untuk mengenali penjilat bisa dilihat dari ciri-ciri berikut ini:

1. Serba setuju dengan opini orang lain

Idealnya, sedekat apapun hubungan seseorang justru semakin jujur dengan perbedaan opini. Bahkan, mereka bisa menghargai orang lain dengan menyampaikan ketidaksetujuan atas opini dan menyampaikan argumen versi mereka sendiri.Namun lain halnya dengan penjilat. Mereka tak akan segan setuju dengan segala opini atau selera orang yang menjadi targetnya, bahkan membagikannya kepada orang lain dengan begitu antusias. Tak hanya soal opini, bisa merambah hingga ke gaya berbicara, selera interior, atau perilaku.Tujuannya tak lain untuk mengambil hati orang yang sedang didekati. Ketika merasa ada kesamaan minat, dari situ bisa terbentuk kedekatan.

2. Menyombongkan diri

Penjilat juga tidak akan segan menyombongkan dirinya secara berlebihan di depan banyak orang. Utamanya, ketika ada atasan atau target yang ingin dibuatnya terkesan. Perilaku penjilat yang seperti ini kerap membuatnya dijauhi karena tak segan mengambil credit dari hal yang sebenarnya juga dilakukan oleh orang lain.

3. Menyepelekan orang lain

Meskipun penjilat sangat piawai mengambil hati atau membuat targetnya terkesan, di saat bersamaan mereka juga bisa menyepelekan orang lain yang menurutnya tidak memberikan keuntungan. Misalnya kepada rekan satu kantor atau bawahan yang dirasa tidak signifikan, penjilat sangat bisa mengabaikan atau menganggap mereka tidak penting.

4. Hanya berani argumen kecil

Ciri khas lain dari penjilat adalah hanya berani berargumen untuk hal kecil yang tidak signifikan. Tujuannya adalah agar muncul kesan bahwa dirinya juga punya prinsip. Namun pada hal-hal yang lebih besar, jangan harap. Mereka tak akan punya kemandirian atau keberanian untuk menentang ide besar – terutama dari atasan atau orang yang ingin didekati.

5, Memuji berlebihan

Penjilat tidak akan segan memuji berlebihan segala hal yang melekat pada targetnya. Mulai dari hal sederhana seperti pakaian, selera makanan, ide, hingga hal besar lainnya. Tujuannya agar orang yang dipuji merasa senang dan akhirnya menjadi lebih dekat dengan penjilat. Namun hati-hati, pujian ini bisa jadi jauh dari kata tulus.

6. Cenderung bawel

Tanpa bisa menempatkan diri, penjilat biasanya cenderung bawel atau terlalu banyak bicara di manapun dan kapanpun. Terutama, ketika mencari perhatian dari targetnya. Jangan heran juga apabila penjilat bisa berbicara dengan suara lantang demi mencari perhatian dan eksistensi. Ciri lainnya adalah kuantitas dan kualitas bicaranya berbanding terbalik dengan pencapaiannya.

7. Suka dengan rumor

Tidak ada lingkungan kerja atau sosial tanpa rumor. Inilah yang paling disukai penjilat. Rumor atau gosip seakan menjadi informasi penting yang harus disebarkan seluas mungkin. Jenis rumor yang disukai adalah informasi personal, fakta yang berkebalikan, sepanjang itu menguntungkan dirinya.

8. Menghalalkan segala cara

Hal mengerikan dari penjilat – namun sayangnya bisa benar-benar terjadi – adalah keberanian mereka untuk menghalalkan segala cara. Demi mencapai tujuan atau mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin, penjilat tak akan segan nekat menghalalkan segala cara dengan menyikut orang yang dirasa menghalanginya.

9. Tak segan jadi public enemy

Penjilat yang terang-terangan menghalalkan segala cara demi keuntungannya sendiri pasti menjadi sosok yang dibenci atau public enemy. Tapi, mereka tak akan peduli dengan hal ini. Dibenci orang sekitar tak akan membuat mereka berhenti menjilat selama keuntungan belum diraihnya.

Bagaimana menghadapi penjilat?

Perlu ketegasan ketika menghadapi seorang penjilat. Contohnya saat mereka memuji berlebihan atau serba setuju dengan opini, sampaikan bahwa tiap orang harus bisa berargumen. Tekankan bahwa sikap serba setuju tidak diperlukan di lingkungan pekerjaan.Tetaplah waspada terhadap orang yang diduga kuat seorang penjilat. Jangan percaya pada rumor atau gosip yang bersumber dari mereka. Apabila sudah dirasa sangat mengganggu, mengambil langkah tegas seperti bicara pada divisi HR atau menegur sebagai atasan juga bisa dilakukan.Ingat pula bahwa penjilat tak mengenal lelah mencari perhatian demi mendapatkan keuntungan. Jangan sekalipun terpancing hingga mengganggu fokus dalam bekerja, karena itulah yang mereka harapkan. Tetap utamakan profesionalisme.
gangguan mentalkesehatan mentalhidup sehat
Career Stint. https://careerstint.com/how-to-identify-deal-with-sycophant-at-work
diakses 23 Mei 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/sg/blog/sucking/201802/how-recognize-sycophant
diakses 23 Mei 2020
The Guardian. https://www.theguardian.com/money/1999/jul/11/careers
diakses 23 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait