Kenali Ciri-ciri Pengapuran Tulang Sesuai Bagian Tubuh yang Mengalaminya

(0)
13 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pengapuran tulang di jari tangan dapat menyebabkan nyeri dan bengkakPengapuran tulang pada jari tangan bisa memicu nyeri dan pembengkakan
Pengapuran tulang adalah kondisi yang terjadi karena ausnya bantalan (kartilage) pada ujung tulang dan kerusakan sendi. Akibatnya, ujung-ujung tulang saling bergesekan tanpa pelindung dan menimbulkan rasa nyeri.Kondisi dengan istilah medis osteoarthritis ini bisa terjadi pada siapa saja. Namun pengapuran tulang lebih umum dialami oleh kalangan lanjut usia (lansia), wanita, atau seseorang yang memiliki keluarga dengan kondisi serupa.Orang yang mengalami kelebihan berat badan, cedera pada sendi atau penggunaan sendi secara berlebihan, kelainan bentuk tulang, hingga penyakit metabolik tertentu (seperti diabetes) juga lebih berisiko untuk terkena osteoarthritis.

Bagian-bagian tubuh yang rentan mengalami pengapuran tulang

Pengapuran tulang bisa terjadi pada tulang dan sendi manapun. Meski demikian, sejumlah bagian tubuh di bawah ini dinilai lebih sering mengalaminya:
  • Tangan

Pengapuran tulang biasanya menyerang tiga area utama tangan, yaitu ibu jari, ujung jari, dan sendi jari. Akibat kondisi ini, jari-jari tangan bisa menjadi kaku dan bengkak.Tidak cuma itu, osteoarthritis pada tangan juga bisa menyebabkan timbulnya benjolan pada bagian bawah ibu jari atau jari-jari lain, sehingga membuat penderitanya sulit menggerakkan tangan seterampil biasanya.
  • Lutut

Pengapuran tulang biasanya menyerang kedua lutut. Sebagai akibatnya, kegiatan tertentu menjadi memicu rasa sakit di lutut, seperti berjalan dan naik turun tangga.Penderita osteoarthritis lutut pun bisa sulit meluruskan kaki dan mengalami bunyi berderak dalam sendinya. Bunyi ini muncul karena tulang yang saling bergesek saat tungkai digerakkan.
  • Pinggul

Pengapuran tulang dapat menyebabkan area pinggul terasa nyeri hingga sulit digerakkan. Hal ini membuat kegiatan seperti membungkuk terasa susah.Bila sudah parah, pengapuran tulang pada tulang pinggul bahkan bisa mengganggu waktu beristirahat Anda karena nyeri dapat muncul saat Anda tidur.
  • Leher dan bahu

Osteoarthritis bisa memicu rasa nyeri di area bahu. Keluhan ini bahkan dapat menjalar ke lengan dan jari-jari.Terlebih lagi, pengapuran tulang di area leher dan bahu juga bisa menjadikan otot leher menjadi kaku, muncul sensasi kebas pada lengan, hingga sakit kepala.
  • Tulang belakang

Osteoarthritis di tulang belakang ditandai dengan rasa nyeri, kebas, hingga menurunnya rentang gerak di area punggung hingga pinggang. Gejala ini juga bisa menyebar hingga area bokong.Pengapuran pada tulang belakang lebih umum terjadi pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, terlalu sering duduk, serta terlalu sering melakukan gerakan squat.

Tahap perkembangan pengapuran tulang

Dari berbagai bagian tubuh yang rentan terkena pengapuran tulang, dapat disimpulkan bahwa gejala umum kondisi ini meliputi rasa sakit dan nyeri, kekakuan sendi, peradangan sendi, hingga munculnya suara gesekan antartulang.Namun keluhan tersebut hanyalah gejala awal osteoarthritis. Seiring berjalannya waktu, tanda-tanda penyakit ini bisa semakin parah.Ketika kondisi Anda termasuk parah, Anda dapat mengalami tanda-tanda pengapuran tulang di bawah ini:
  • Kondisi bengkak yang meningkat. Ini terjadi karena tubuh akan memproduksi cairan untuk melindungi gesekan antartulang secara alami. Semakin parah gesekan ini, semakin banyak cairan yang diproduksi hingga menambah pembengkakan.
  • Rasa nyeri yang terus bertambah. Keluhan ini muncul karena kartilage (tulang rawan) di ujung-ujung tulang yang semakin menipis. Gerakan ringan pun bisa menyebabkan nyeri.
  • Rentang gerak yang semakin menurun.
  • Ketidakstabilan pada sendi, di mana sendi bisa terasa sakit dan kaku secara tiba-tiba.
  • Kelemahan otot hingga perubahan bentuk sendi maupun tulang.

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat pengapuran tulang

Bila terus dibiarkan, pengapuran tulang dapat terus berkembang dan menyebabkan sejumlah komplikasi berikut:
  • Gangguan tidur

Masalah tidur muncul karena seiring berkembangnya pengapuran sendir. Gerakan ringan seperti membalik badan saja bisa menimbulkan nyeri hebat hingga membangunkan Anda.
  • Penurunan produktivitas

Kekakuan dan rasa nyeri saat sendi digerakkan akan membuat penderita kesulitan melakukan kegiatan ringan, seperti berpakaian.
  • Penambahan berat badan

Nyeri pada sendi dan tulang dapat menurunkan motivasi penderita untuk bergerak. Keadaan ini kemudian memicu gaya hidup sedenter (minim gerak) dan kenaikan berat badan.
  • Gangguan kecemasan dan depresi

Keterbatasan gerak tubuh bisa membuat seseorang merasa tidak percaya diri, sehingga menyebabkan gangguan kecemasan hingga memicu depresi.
  • Komplikasi pengapuran tulang lainnya

Sejumlah komplikasi lain juga bisa terjadi, seperti infeksi pada sendi, menurunnya fungsi tendon serta ligamen pada area sendi yang terkena, hingga kematian jaringan pada tulang yang mengalami osteoarthritis.

Apa yang bisa Anda lakukan untuk mencegah pengapuran tulang?

Beberapa gejala pengapuran tulang, terutama bila sudah mencapai tahap berat, tidak bisa diatasi atau dikembalikan seperti sediakala. Pengobatan hanya bertujuan mengurangi risiko hingga frekuensi serangan gejala.Karena itu, sangat penting untuk melakukan pencegahan pengapuran tulang. Anda bisa menerapkan sejumlah cara mencegah osteoarthritis di bawah ini:
  • Merawat tubuh dengan baik, terutama bila Anda sering melakukan aktivitas fisik. Misalnya, selalu mengenakan sepatu olahraga yang tepat.
  • Menjaga berat badan dalam rentang ideal. Pasalnya, kelebihan berat badan termasuk salah satu pemicu pengapuran tulang.
  • Berolahraga agar berat badan maupun kelenturan tubuh bisa terjaga dengan baik. Anda dianjurkan untuk melakukannya minimal 30 menit per hari.
  • Menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang.
  • Mencukupi kebutuhan istirahat yang diperlukan oleh tubuh. Orang dewasa dianjurkan untuk tidur 7-9 jam per hari.
Pengapuran tulang dapat menimbulkan sejumlah keluhan, seperti nyeri dan kekakuan pada sendi. Kondisi ini perlu dikenali dan ditangani sedini mungkin karena dapat terus berkembang hingga menyebabkan komplikasi.Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter apabila Anda merasakan gejala nyeri atau batasan gerakan yang mencurigakan. Jangan menunda pemeriksaan supaya kondisi Anda tidak bertambah parah.
osteoarthritis
Healthline. https://www.healthline.com/health/osteoarthritis
Diakses pada 13 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/osteoarthritis/complications-and-danger
Diakses pada 13 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoarthritis/symptoms-causes/syc-20351925
Diakses pada 13 Juli 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/osteoarthritis/symptoms/
Diakses pada 13 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait