Ciri-ciri Paru-paru Basah dan Sederet Penyakit yang Jadi Penyebabnya

Bila mencurigai Anda mengalami ciri-ciri paru-paru basah, dokter umumnya akan menganjurkan rontgen dada
Paru-paru basah bisa dideteksi melalui rontgen dada

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa paru-paru basah sama dengan pneumonia. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat. Paru-paru basah memang bisa disebabkan oleh pneumonia, namun ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menjadi pemicunya.

Kadangkala, ciri-ciri paru-paru basah tidak nampak walau seseorang sebenarnya sedang mengidapnya. Kondisi ini umumnya baru terdeteksi saat orang tersebut melakukan pemeriksaan rontgen dada untuk keperluan lain, misalnya saat tes kesehatan kerja.

Apa itu paru-paru basah?

Paru-paru basah terjadi ketika terdapat cairan berlebihan pada area di antara paru-paru dan rongga dada. Di situ terdapat sebuah membran tipis bernama pleura.

Membran pleura menyelubungi bagian luar paru-paru dan bagian dalam rongga dada. Sejatinya, selalu ada sedikit cairan pada pleura untuk melumasi paru-paru yang mengembang dan mengempis dalam rongga dada saat manusia bernapas. 

Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan penumpukan cairan berlebihan pada pleura atau disebut efusi pleura. Inilah yang kenal secara awan dengan istilah paru-paru basah.

Paru-paru basah termasuk kondisi yang serius karena dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Sekitar 15% dari pasien yang dirawat di rumah sakit akibat kondisi ini akhirnya meninggal dalam jangka waktu 30 hari. 

Ciri-ciri paru-paru basah dan jenisnya

Ketika seseorang mengidap paru-paru basah dan menunjukkan gejala, ciri-ciri paru-paru basah yang muncul dapat meliputi:

  • Ada rasa sakit di dada.
  • Mengalami batuk kering.
  • Demam.
  • Sesak napas terutama saat berbaring.
  • Napas pendek atau sulit mengambil napas dalam-dalam.
  • Sering cegukan.
  • Kurang kuat untuk melakukan aktivitas fisik.

Sementara itu, jenis paru-paru basah bisa dikelompokkan dalam dua kategori berikut ini:

Transudatif

Jenis transudatif terjadi ketika kelebihan cairan berupa cairan yang normalnya ada di rongga pleura. Kondisi ini biasanya tidak perlu dikeluarkan, kecuali memang kelebihannya sangat banyak. Kondisi paru-paru basah transudatif umumnya disebabkan oleh gagal jantung kongestif.

Eksudatif

Paru-paru basah eksudatif muncul saat kelebihan cairan berupa cairan ekstra yang terbentuk dari protein, darah, sel-sel terinfeksi, dan bakteri yang merembes dari pembuluh darah rusak ke pleura. Penyebab kondisi ini umumnya adalah pneumonia dan kanker paru-paru.

Kelebihan cairan eksudatif biasanya mesti dikeluarkan. Namun perlu atau tidaknya juga tergantung pada jumlah cairan dan parahnya peradangan. 

Kenapa paru-paru basah bisa terjadi?