Ciri-ciri Paru-paru Basah dan Sederet Penyakit yang Jadi Penyebabnya

(0)
12 Aug 2019|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Paru-paru basah biasanya baru akan terdeteksi setelah melakukan rontgen dadaParu-paru basah bisa dideteksi melalui rontgen dada
Mungkin banyak yang beranggapan bahwa paru-paru basah sama dengan pneumonia atau infeksi kantong udara. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat. Paru-paru basah memang bisa disebabkan oleh pneumonia, namun ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menjadi pemicunya.Kadangkala, ciri-ciri paru-paru basah tidak nampak walau seseorang sebenarnya sedang mengidapnya. Kondisi ini umumnya baru terdeteksi saat orang tersebut melakukan pemeriksaan rontgen dada untuk keperluan lain, misalnya saat tes kesehatan kerja.

Apa itu paru-paru basah?

Menumpuknya cairan di paru-paru menyebabkan paru-paru basah
Paru-paru basah terjadi ketika terdapat cairan berlebihan pada area di antara paru-paru dan rongga dada. Di situ terdapat sebuah membran tipis bernama pleura.Membran pleura menyelubungi bagian luar paru-paru dan bagian dalam rongga dada. Sejatinya, selalu ada sedikit cairan pada pleura untuk melumasi paru-paru yang mengembang dan mengempis dalam rongga dada saat manusia bernapas. Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan penumpukan cairan berlebihan pada pleura atau disebut efusi pleura. Inilah yang kenal secara awan dengan istilah paru-paru basah. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua paru-paru.Paru-paru basah termasuk kondisi yang serius karena dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Sekitar 15% dari pasien yang dirawat di rumah sakit akibat kondisi ini akhirnya meninggal dalam jangka waktu 30 hari. Ini dapat terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Ciri-ciri paru-paru basah dan jenisnya

Batuk kering atau batuk berdahak kuning merupakan ciri dari paru-paru basah
Ketika seseorang mengidap paru-paru basah dan menunjukkan gejala, ciri-ciri paru-paru basah yang muncul dapat meliputi:
  • Ada rasa sakit di dada.
  • Mengalami batuk kering atau batuk berdahak berwarna kuning, coklat, hijau atau kemerahan.
  • Demam.
  • Sering berkeringat.
  • Sesak napas terutama saat berbaring.
  • Napas pendek atau sulit mengambil napas dalam-dalam.
  • Sering cegukan.
  • Hilang nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Jantung berdebar kencang.
  • Kurang kuat untuk melakukan aktivitas fisik.
Jika Anda atau orang-orang di sekitar Anda, termasuk anak-anak, mengalami ciri-ciri paru-paru basah tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.Sementara itu, jenis paru-paru basah bisa dikelompokkan dalam dua kategori. Berikut jenis penyakit paru-paru basah:

Transudatif

Jenis transudatif terjadi ketika kelebihan cairan berupa cairan yang normalnya ada di rongga pleura. Kondisi ini biasanya tidak perlu dikeluarkan, kecuali memang kelebihannya sangat banyak. Kondisi paru-paru basah transudatif umumnya disebabkan oleh gagal jantung kongestif.

Eksudatif

Paru-paru basah eksudatif muncul saat kelebihan cairan berupa cairan atau nanah yang terbentuk dari protein, darah, sel-sel terinfeksi, dan bakteri yang merembes dari pembuluh darah rusak ke pleura. Penyebab kondisi ini umumnya adalah pneumonia dan kanker paru-paru.Kelebihan cairan eksudatif biasanya mesti dikeluarkan. Namun, perlu atau tidaknya juga tergantung pada jumlah cairan dan parahnya peradangan. 

Kenapa paru-paru basah bisa terjadi?

Penumpukan cairan saat paru-paru iritasi atau infeksi dapat menyebabkan paru-paru basah
Pleura pada paru-paru akan memproduksi terlalu banyak cairan saat mengalami iritasi, terkena infeksi, atau mengalami peradangan. Kelebihan cairan ini akan menumpuk di bagian luar paru-paru di rongga pleura.Kondisi paru-paru basah bisa disebabkan oleh banyak hal. Beberapa gangguan medis yang paling umum sebagai pemicu efusi pleura meliputi:
  • Ada kebocoran dari organ lain. Contohnya karena menderita gagal jantung kongestif, di mana otot jantung tak kuat lagi memompa darah ke seluruh tubuh. Penderita penyakit liver, seperti sirosis dan penyakit ginjal, juga bisa mengalami paru-paru basah saat ada penumpukan cairan di tubuh, yang kemudian merembes ke rongga pleural. 
  • Kanker. Tentunya, kanker paru-paru bisa menjadi penyebab paru-paru basah. Tapi kanker jenis lain yang sudah menyebar sampai ke paru-paru atau pleura juga dapat menyebabkan kondisi ini. 
  • Infeksi. Beberapa jenis infeksi yang menyerang paru-paru, seperti pneumonia (infeksi kantong udara) atau tuberkulosis, pun dapat menimbulkan gejala berupa paru-paru basah. Bakteri penyebab paru-paru basah yang paling sering terjadi, yaitu Streptococcus pneumoniae dan Legionella pneumophia (pneumonia bakteri). Selain itu, infeksi virus seperti virus flu yang memicu terjadinya penyakit flu juga menjadi penyebab umum paru-paru basah pada balita.
  • Mycoplasma. Mycoplasma bukan virus atau bakteri, namun organisme ini memiliki ciri-ciri keduanya. Mycoplasma dapat menyebabkan kasus paru-paru basah ringan.
  • Penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang paru-paru hingga menyebabkan gangguan dengan gejala paru-paru basah. 
Pneumonia aspirasi yang terjadi akibat masuknya benda asing, seperti cairan lambung, makanan, minuman atau air liur ke dalam saluran pernapasan juga dapat mengakibatkan paru-paru basah. Oleh sebab itu, Anda harus waspada.

Proses diagnosis dan cara mengobati paru-paru basah

Pengobatan paru-paru basah berdasarkan kondisi pemicunya
Untuk memastikan diagnosis dari ciri-ciri paru-paru basah, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan medis di bawah ini:
  • X-ray dada. Pada hasil rontgen dada, adanya cairan pada paru-paru akan terlihat sebagai warna putih seperti kabut. Sedangkan rongga berisi udara akan terlihat sebagai warna hitam. 
  • CT scan. Pencitraan ini mengambil foto x-ray dengan sangat cepat dalam jumlah yang banyak, untuk kemudian digabungkan dan menampakkan gambaran lebih jelas dari kondisi paru-paru dibanding x-ray.
  • USG. Pemeriksaan ini digunakan dokter untuk menemukan lokasi tepat dari penumpukan cairan di paru-paru, sehingga bisa sampel diambil untuk tes lebih lanjut. 
Setelah diagnosis paru-paru basah telah ditegakkan dan penyebabnya diketahui, dokter akan menentukan pengobatan paru-paru basah yang sesuai. Oleh sebab itu, jenis penanganan yang akan dijalani tiap penderita penyakit ini bisa saja berlainan berdasarkan pemicunya.Jika disebabkan oleh infeksi akibat bakteri (seperti pneumonia atau tuberkulosis), dokter akan memberikan obat antibiotik pada penderita. Sementara pada paru-paru basah akibat gagal jantung kongestif, dokter biasanya akan memberikan obat diuretik. Kondisi paru-paru basah dengan penumpukan banyak cairan dan terinfeksi, seringkali harus dikeringkan agar penderita merasa lebih nyaman bernapas. Langkah ini juga sekaligus mampu mencegah komplikasi lain.Beberapa prosedur untuk mengeringkan cairan akibat paru-paru basah bisa berupa pemasangan selang dada (chest tube) atau pemasangan kateter dada. Namun pemasangan kateter dada lebih diperuntukkan bagi penderita dengan paru-paru basah yang sering kambuh. Ciri-ciri paru-paru basah umumnya merupakan komplikasi dari penyakit lain yang menyebabkannya. Karena itu, penanganannya pun akan ditentukan berdasarkan penyebabnya.

Mencegah paru-paru basah

Demikian pula dengan pencegahan paru-paru basah. Jalan terbaik untuk menghindari penumpukan cairan pada paru-paru ini adalah dengan mencegah kondisi-kondisi yang berpotensi memicunya. Berikut cara untuk mencegah paru-paru basah yang bisa Anda coba:
  • Mendapat vaksin pneumonia dan influenza
  • Hindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Sering mencuci tangan dengan air bersih
  • Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan rumah secara teratur
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit
  • Beristirahat dengan cukup
  • Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang
  • Menutup mulut dan hidung ketika bersin
  • Minum banyak air putih
  • Gunakan masker jika berada dalam lingkungan yang berpolusi atau bila dekat dengan orang yang sedang batuk pilek
Melakukan beberapa hal tersebut dapat membantu Anda terhindar dari ciri-ciri paru-paru basah. Jangan lupa untuk biasakan diri melakukan gaya hidup sehat.
penyakit paru-paruinfeksi bakterikanker paru-paruradang paru-paruinfeksi paru-parugagal jantung
Healthline. https://www.healthline.com/health/pleural-effusion
Diakses pada 7 Agustus 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-prevent-pneumonia#causes
Diakses pada 07 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/lung/pleural-effusion-symptoms-causes-treatments#1
Diakses pada 7 Agustus 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait