logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Ciri-Ciri Mom Shaming yang Tidak Disadari Banyak Orang

open-summary

Mom shaming artinya tindakan merendahkan, menghakimi, atau mencela seorang ibu terkait pola pengasuhan atau keputusan yang diambilnya. Bentuk mom shaming dapat berupa mengkritik pilihan metode persalinan hingga mengomentari tubuh seorang ibu.


close-summary

5

(1)

21 Mar 2021

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Arti mom shaming adalah tindakan merendahkan seorang ibu terkait pola pengasuhan atau keputusan yang diambilnya

Banyak orang yang tidak sadar telah melakukan mom shaming

Table of Content

  • Ciri-ciri mom shaming
  • Penyebab dan dampak mom shaming
  • Cara menghadapi mom shaming

Apa itu mom shaming? Mom shaming adalah istilah yang sering muncul di berbagai media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Untuk mengetahui apa arti mom shaming, Anda perlu memahami asal-usul istilah ini. 

Advertisement

Arti mom adalah ibu, mom merupakan kependekan atau panggilan sayang dari kata mother dalam bahasa Inggris. Sementara itu, shaming artinya mempermalukan, mengejek, atau merendahkan.

Istilah mom shaming artinya tindakan merendahkan, menghakimi, atau mencela seorang ibu terkait pola pengasuhan atau keputusan yang diambilnya. Mom shaming dapat dilakukan secara halus atau terang-terangan oleh pelakunya.

Ciri-ciri mom shaming

Tindakan mom shaming mungkin saja tidak disadari oleh pelakunya karena mereka mungkin beranggapan ucapannya adalah hal yang biasa atau wajar. Namun, ada kalanya ucapan yang dianggap biasa saja, bisa menyakiti perasaan ibu lainnya sehingga termasuk dalam mom shaming.

Berikut ini adalah ciri-ciri mom shaming yang kerap dilakukan, tapi mungkin tidak disadari oleh banyak orang.

1. Mengkritik pilihan menjadi ibu rumah tangga atau berkarier

Dua hal ini memang sering menjadi dilema bagi banyak wanita. Namun, bukan berarti Anda berhak untuk menghakimi orang lain mengenai pilihannya untuk sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak atau memilih berkarier.

2. Mencela pilihan tentang pemberian ASI

Beberapa ibu mungkin tidak dapat memberikan ASI karena berbagai kondisi. Salah satu bentuk mom shaming yang kerap dilakukan banyak orang tanpa disadari adalah mengkritik seorang ibu terkait pemberian ASI bagi bayinya.

Contohnya, orang-orang mengkritik atau mencela keputusan seorang ibu yang tidak memberikan ASI pada bayinya tanpa memahami kondisi ibunya. Bisa saja ibu tersebut memiliki masalah kesehatan tertentu yang tidak memungkinkan dirinya untuk menyusui.

3. Mempertanyakan perkembangan bayi

Tumbuh kembang pada setiap bayi tentunya tidaklah sama. Bentuk mom shaming dalam konteks ini dapat berupa kritikan atau mempertanyakan tumbuh kembang bayi atau anaknya.

Misalnya, banyak orang yang mengomentari atau mengkritik seorang ibu karena anaknya belum bisa berbicara di usia 2 tahun. Hal ini juga bisa berkembang menjadi baby shaming, ketika orang tersebut menghina bayi Anda.

4. Mengkritik pilihan metode persalinan

Memilih melahirkan normal atau operasi caesar, serta di rumah sakit khusus, di bidan, atau di rumah, adalah hak seorang ibu. Perilaku mom shaming yang kerap dilakukan banyak orang adalah mengkritik metode melahirkan yang dipilih ibu lainnya.

Contohnya, orang-orang mengkritik keputusan seorang ibu yang memilih untuk melakukan persalinan caesar tanpa memahami pertimbangan dibalik keputusan tersebut. Kritikan bisa dalam bentuk kata-kata, seperti “belum jadi ibu kalau belum melahirkan normal” atau “gitu aja kok gak kuat”.

5. Mengkritik pola asuh

ibu menggendong bayi
Mengkritik pola asuh ibu bisa menjadi salah satu bentuk mom shaming

Walaupun hanya bermaksud untuk memberikan masukan, mengoreksi dan mengkritik pola asuh seorang ibu juga dapat menjadi salah satu bentuk mom shaming. Oleh karena itu, jika Anda melihat bayi terlihat sehat dan gembira, sebaiknya tidak perlu mengkritik pola asuh yang dilakukan ibunya.

6. Memaksakan gaya hidup

Jika Anda terbiasa dengan gaya hidup tertentu, misalnya menghindari terigu, bukan berarti Anda harus mengkritik ibu lain yang memberikan anaknya gorengan. Gaya hidup yang Anda paksakan dan digunakan sebagai standar menilai kemampuan ibu lainnya dalam mengasuh, juga termasuk dalam mom shaming.

7. Menghakimi postingan media sosial

Salah satu arti mom shaming adalah menghakimi. Maka dari itu, tindakan menghakimi apa pun, termasuk postingannya di dunia maya, termasuk dalam perilaku mom shaming yang sebaiknya Anda dihindari.

8. Mengomentari tubuh ibu lainnya

Bentuk lainnya dari mom shaming adalah mengomentari tubuh ibu lainnya, baik menyebutnya terlalu gemuk atau terlalu kurus. Tidak berkomentar atau hanya memberi saran saat diminta, adalah cara terbaik untuk menghindari mom shaming.

Penyebab dan dampak mom shaming

Tidak sedikit orang yang menganggap mom shaming sebagai hal yang lumrah. Padahal perbuatan tersebut bisa membawa dampak yang buruk. Berikut penyebab mom shaming yang biasa terjadi:

  • Rasa bosan dalam mengasuh anak atau kehidupan sehari-hari bisa memicu seseorang berkomentar buruk terhadap seorang ibu sebagai bentuk pelarian
  • Tidak menyadari dampak buruk mom shaming sehingga menganggapnya wajar
  • Melampiaskan amarah terhadap masalah yang sedang dialami dengan berkomentar buruk atau menghina ibu lain
  • Merasa iri terhadap pencapaian seorang ibu sehingga dengan mempermalukannya membuat diri mereka merasa lebih baik
  • Insecure karena tidak merasa cukup baik untuk anaknya atau dengan hidupnya, jadi melampiaskannya pada ibu lain.

Kalimat-kalimat yang dilontarkan para pelaku mom shaming bisa menyakiti hati ibu yang mendengarnya, bahkan membuat kesehatan mentalnya terganggu. Ibu bisa mengalami stres, cemas berlebihan, dan tidak percaya diri karena merasa apa pun yang dilakukannya tidak benar.

Ketika ibu terjebak dalam tekanan tersebut, ia akan kehilangan fokus dan justru melakukan lebih banyak kesalahan. Akibatnya, ibu menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak becus menjadi seorang ibu hingga berujung pada depresi. Hal ini juga tentu dapat mempengaruhi kondisi bayi.

Baca Juga

  • 13 Cara Menjadi Ibu yang Baik untuk Anak
  • Menggelar Baby Shower Adalah Hal Seru Meski Virtual, Ini 6 Caranya
  • Pengasuhan Positif (Positive Parenting) dan Beragam Manfaatnya

Cara menghadapi mom shaming

Seorang ibu sedang berpikir
Ucapan-ucapan mom shaming sebaiknya jangan terlalu dipikirkan

Lantas, bagaimana jika Anda menjadi korban mom shaming? Ada beberapa cara menghadapi mom shaming yang dapat Anda lakukan.

1. Jangan merespons

Saat menghadapi mom shaming, Anda tidak harus meresponsnya. Seseorang dengan tabiat gemar mengkritik, akan selalu menemukan hal apa pun yang dapat mereka kritik.

Bersikap masa bodoh adalah pilihan terbaik. Jika Anda mengalaminya di media sosial, Anda dapat memilih untuk mengabaikan dan tidak perlu membacanya.

2. Jangan terlalu dipikirkan

Saat seseorang mengatakan hal yang kasar sebagai bentuk mom shaming terhadap Anda, sebaiknya jangan terlalu dihiraukan, apalagi terlalu memikirkannya. Ini merupakan hal yang tidak sehat dan hanya membuang-buang waktu Anda saja. Sebaiknya fokuskan diri Anda dengan hal lain yang lebih menyenangkan.

3. Hapus postingan

Jika Anda menjadi korban mom shaming secara online karena komentar atau postingan Anda, sebaiknya hapus postingan tersebut. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan orang lain mencari-cari alasan untuk terus melakukan mom shaming terhadap Anda.

4. Pertimbangkan menutup akun sosial media

Jika Anda mendapatkan perlakuan mom shaming yang sudah benar-benar ekstrem atau melebihi batas, ada baiknya jika Anda mempertimbangkan untuk menutup media sosial. Setidaknya lakukan hal ini untuk sementara.

5. Jangan dibalas

Tindakan mom shaming adalah hal yang salah, siapa pun pelakunya. Maka dari itu, jangan lakukan hal yang sama pada ibu lainnya yang telah melakukan mom shaming terhadap Anda.

6. Tetap berpikir dan berperilaku positif

Jangan berlarut-larut dalam pikiran negatif, tetaplah berpikir dan berperilaku positif demi kebaikan Anda dan keluarga. Ambil hikmah dari apa yang telah terjadi.

Sebaiknya fokuskan energi Anda untuk menjadi orangtua yang baik, ketimbang berlarut-larut dalam kesedihan dan kemarahan karena mom shaming.

Apabila dampak mom shaming sangat mempengaruhi kondisi mental Anda, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog supaya Anda mendapatkan bantuan dan penanganan yang tepat.

Apabila Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

ibu dan anakparenting stressgaya parenting

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved