Ciri-Ciri Kandungan Kuat, Plus Cara Tepat Menjaga Kehamilan Tetap sehat

ciri-ciri kandungan kuat dan cara menjaga agar kehamilan tetap sehat
Pemeriksaan dokter dapat memastikan kandungan tetap sehat dan kuat

Setiap calon ibu perlu memantau perkembangan kehamilannya selama 9 bulan mengandung. Tujuannya, tentu untuk mengantisipasi risiko komplikasi kehamilan yang tidak diinginkan, seperti keguguran. Itu kenapa penting juga bagi setiap ibu hamil mengetahui seperti apa ciri-ciri kandungan yang kuat dan cara menjaga janinnya agar tetap sehat. 

Keberhasilan menjaga kandungan agar tetap kuat merupakan indikator kehamilan yang sehat.

Ciri-ciri kandungan kuat

Sangat penting untuk terus rutin memantau kondisi janin dalam kandungan. Itulah salah satu manfaat USG yang biasanya dilakukan saat kontrol kandungan setiap bulan.

Apakah perkembangan janin dalam kandungan sudah sesuai dengan usianya atau tidak, bisa dilihat lewat USG dan pemeriksaan lainnya.

Dari pemeriksaan bulanan dapat diketahui juga beberapa ciri-ciri kandungan kuat yang meliputi:

1. Level hormon seimbang

Hormon progesteron dan estrogen adalah dua hormon yang sangat besar peranannya dalam kehamilan.

Saat hamil, seorang perempuan akan memproduksi kedua hormon tersebut jauh lebih banyak, hingga 20 kali lipat.

Semakin seimbang level hormon, semakin kuat pula kandungannya.

2. Laju pertumbuhan janin progresif

Biasanya hal yang dilakukan dokter kandungan saat pemeriksaan berkala adalah mengukur panjang tulang dan pertumbuhan janin.

Lewat pemeriksaan USG, hal ini bisa dipantau. Idealnya, janin bertambah panjang sekitar 2 inci setiap bulannya.

Hal ini bisa terus dipantau pada trimester pertama, kedua, dan ketiga.

Pada trimester ketiga misalnya, janin yang sehat akan memiliki berat sekitar 700 gram.

Semua pertumbuhan yang sesuai dengan usianya ini adalah ciri-ciri kandungan kuat.

3. Gerakan bayi aktif

Idealnya, bayi akan mulai bergerak merespon terhadap suara pada usia 4 bulan di kandungan.

Seiring dengan bertambah besarnya janin hingga bulan ke-7, bayi bisa bereaksi terhadap lebih banyak dan lebih sering terhadap stimulus seperti cahaya, suara, hingga rasa sakit.

Pada bulan ke-8 kehamilan, bayi dalam kandungan bisa bergerak lebih aktif dan kerap menendang.

Mungkin kadang sang ibu bisa merasa terkejut hingga tidak nyaman. Namun, tak perlu khawatir karena ini adalah salah satu ciri-ciri kandungan kuat.

Selama bayi masih bergerak merespon terhadap stimulus di luar kandungan, artinya pertumbuhan si Kecil normal dan sehat.

4. Detak jantung terdeteksi

Mendengarkan detak jantung bayi dalam kandungan pertama kali saat pemeriksaan USG bisa jadi momen tak terlupakan.

Dokter perlu memeriksa detak jantung bayi untuk tahu kondisi kesehatannya.

Idealnya, ciri-ciri kandungan kuat adalah detak jantung bayi dalam kandungan sekitar 110-160 detak jantung per menit.

5. Kenaikan berat badan dan perubahan ukuran perut ibu sehat

Indikator lain yang merupakan ciri-ciri kandungan kuat adalah berat badan dan ukuran perut sang ibu.

Idealnya, seorang perempuan akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 12-15 kg saat persalinannya.

Namun berat badan ideal sebelum hamil juga biasanya turut diperhitungkan.

Sementara untuk ukuran perut, idealnya juga tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

Hal ini biasanya mengindikasikan perkiraan usia atau  besar bayi. Jika sesuai dengan usia kehamilan, maka ini adalah ciri-ciri kandungan kuat.

6. Tekanan darah dan kadar gula normal

Ciri-ciri kandungan kuat yang tak kalah penting adalah tekanan darah dan kadar gula tubuh yang normal.

Bahkan saat seorang perempuan dinyatakan hamil, sebaiknya segera periksakan tekanan darah dan kadar gula tubuhnya.

Selama mengandung, tekanan darah dan kadar gula dalam tubuh sangat rentan mengalami fluktuasi.

Jika terlalu tinggi, risikonya adalah terjadi preeklamsia hingga diabetes gestasional.

Cara menjaga kandungan agar tetap sehat dan kuat

Anda setidaknya harus mulai memeriksakan diri ke bidan atau dokter kandungan 3 bulan sebelum merencanakan hamil.

Kunjungan ini bertujuan untuk menetapkan rencana demi memastikan kandungan Anda tetap sehat dan kuat nantinya.

Berikut adalah beberapa cara menjaga kandungan agar tetap sehat dan kuat sejak sebelum hamil:

1. Menjaga kesehatan

Jika Anda memiliki penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, atau asma, Anda harus mengontrolnya terlebih dahulu sebelum memulai program hamil.

Jika Anda berencana untuk menurunkan berat badan, ini mungkin waktu terbaik untuk melakukannya – bukan saat Anda hamil.

2. Menghindari stres dan depresi

Masih belum terlalu dipahami, namun hormon kortisol yang dilepaskan tubuh saat stres tampaknya dapat membuat kehamilan sulit terjadi.

Depresi juga merupakan sesuatu hal yang dapat memengaruhi kehamilan Anda. Jika Anda merasa tertekan akan sesuatu, Anda mungkin akan mengonsumsi alkohol, rokok, atau obat lain yang dapat mengganggu perkembangan janin Anda.

Ada juga kemungkinan Anda kesulitan membangun ikatan dengan bayi dan meningkatkan risiko depresi paska-persalinan.

Maka itu, penting bagi Anda untuk menjaga komunikasi dengan pasangan, keluarga, dan teman.

Jika ini masih belum cukup, Anda mungkin membutuhkan terapi dan resep obat antidepresan.

3. Vitamin sebelum hamil

Mengonsumsi suplemen prenatal adalah cara yang baik untuk menjaga kandungan agar tetap sehat dan kuat seterusnya.

Konsumsi multivitamin yang mengandung 400 miligram asam folat setiap hari sejak merencanakan kehamilan sampai trimester pertama kehamilan.

Anda juga mungkin ingin mengonsumsi sereal yang kaya akan asam folat setiap kali sarapan – begitu juga dengan sayuran, kacang-kacangan, dan jeruk.

4. Hindari makanan cepat saji

Jika makanan cepat saji, soda, dan makanan manis merupakan kesukaan Anda, cobalah mulai membatasinya.

Makan sehat akan meningkatkan kesehatan tubuh Anda dan – saat Anda hamil – akan menyimpan cadangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan janin untuk berkembang.

Konsumsilah setidaknya empat porsi produk susu dan makanan kaya kalsium setiap hari; siapkan setidaknya satu porsi makanan kaya vitamin C, vitamin A, dan asam folat.

Hindari vitamin A berlebih, yang dapat menyebabkan gangguan pada janin.

Jangan mengonsumsi makanan berikut sebelum dan saat sedang hamil untuk menjaga agar kandungan tetap sehat dan kuat:

  • Hiu, ikan todak, sardine, atau ikan kakap putih, karena ikan ini banyak mengandung merkuri. Hindari ikan dan kerang mentah.
  • Keju lunak, seperti keju feta, Brie, Camembert, blue, dan keju Meksiko – yang biasanya tidak dipasteurisasi dan dapat menyebabkan infeksi Listeria. Keju yang "aman" adalah keju keras, keju yang sudah diproses, krim keju, atau yogurt.
  • Sakarin, karena dapat melewati plasenta dan disimpan dalam jaringan janin. Meskipun demikian, ada pemanis lain yang sudah disetujui FDA dan boleh dikonsumsi saat hamil.
  • Batasi konsumsi kafein menjadi tidak lebih dari 300 miligram setiap hari.

5. Rutin periksa gigi di dokter

Bersihkan gigi Anda secara teratur untuk mencegah penyakit pada gusi.

Jika Anda membutuhkan operasi atau perawatan gigi tertentu lakukan sebelum hamil. Ini juga merupakan cara yang baik untuk menjaga kandungan agar tetap sehat dan kuat.

Gusi Anda cenderung mudah mengalami perdarahan saat hamil karena tubuh membentuk lebih banyak aliran darah baru.

6. Lengkapi vaksinasi

Sistem imun Anda perlu diperkuat. Maka cobalah memeriksakan hal ini ke dokter.

Waktu mendapatkan imunisasi sangat penting jika Anda berencana untuk hamil karena beberapa vaksin bisa jadi berbahaya untuk bayi.

Misalnya saja, vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR) dan vaksin cacar air. Vaksin-vaksin ini harus didapat satu hingga tiga bulan sebelum kehamilan.

Jangan ragu untuk menanyakan kepada dokter kandungan atau bidan apabila merasakan ada yang janggal dengan kehamilan Anda.

Tak ada yang namanya pertanyaan bodoh atau terlalu sederhana jika sudah berkaitan dengan urusan kehamilan.

Selain itu yang juga tak kalah penting, kelola stres agar tidak terlalu mengganggu yang bisa berdampak pada janin.

Selamat menjalani 9 bulan yang bisa jadi paling berkesan dalam hidup Anda!

First Cry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/signs-of-a-healthy-and-unhealthy-baby-in-the-womb/
Diakses 26 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20047208
Diakses 26 November 2019

Parents. https://www.parents.com/pregnancy/signs/symptoms/4-annoying-pregnancy-symptoms-that-are-actually-good-for-you/
Diakses 26 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/features/healthy-beginning-pregnancy#1
Diakses pada 9 Maret 2020

Artikel Terkait