logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Ciri-ciri Alergi Susu Sapi pada Bayi, Orangtua Wajib Tahu!

open-summary

Alergi susu sapi umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala yang memengaruhi kulit, saluran pencernaan, dan pernapasan. Lantas, apa saja ciri-ciri bayi alergi susu sapi?


close-summary

5

(4)

26 Agt 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Ciri-ciri alergi susu sapi pada bayi, antara lain gatal-gatal dan ruam

Ruam kemerahan bisa menjadi ciri-ciri bayi alergi susu sapi

Table of Content

  • Penyebab alergi susu sapi pada bayi
  • Ciri-ciri bayi alergi susu sapi
  • Alergi susu sapi pada bayi sampai umur berapa?
  • Cara tes alergi susu sapi pada bayi
  • Cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi

Apakah si kecil pernah mengalami ruam, muntah, atau diare setelah minum susu sapi? Jika pernah, ada kemungkinan bayi mengalami alergi susu sapi. Menjadi kelompok yang rentan terhadap jenis alergi, penting bagi orangtua untuk mengenali ciri-ciri hingga cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi.

Advertisement

Penyebab alergi susu sapi pada bayi

Tak hanya pada orang dewasa, bayi juga cukup rentan mengalami alergi, termasuk alergi susu sapi.

Mengutip dari Kid’s Health, alergi susu sapi adalah reaksi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh memberi respons abnormal terhadap protein susu sapi karena dianggap sebagai benda asing yang berbahaya.

Tubuh kemudian meningkatkan respons dengan melepas bahan kimia untuk melawan protein yang masuk, sama halnya ketika melawan bakteri dan virus. 

Penyebabnya adalah karena susu sapi mengandung lebih dari 20 fraksi protein, dimana alergen yang paling umum adalah protein kasein dan whey. Bayi menjadi lebih rentan terhadap alergi susu sapi apabila orangtuanya juga memiliki riwayat kondisi yang sama.

Selain minum susu sapi secara langsung, alergi juga bisa terjadi saat ia mengonsumsi produk olahan susu sapi atau ASI dari ibu yang minum susu sapi.

Baca Juga

  • Asphyxia Neonatorum, Momen Krusial Saat Bayi Tak Dapat Cukup Oksigen
  • Kenali Cluster Feeding, Kondisi Bayi Lapar Sepanjang Malam, Ini Tips Menghadapinya
  • Mengenal Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa

Ciri-ciri bayi alergi susu sapi

Ada dua jenis tahapan ciri-ciri atau gejala alergi susu sapi pada bayi, di antaranya adalah:

  • Secarang langsung, gejala biasanya terlihat dalam hitungan menit setelah minum susu sapi.
  • Tertunda, gejala biasanya terlihat setelah beberapa jam atau bahkan berhari-hari.

Alergi susu sapi biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak. Reaksi alergi ini bisa menimbulkan gejala yang memengaruhi kulit, saluran pencernaan, hingga pernapasan.

Tidak jauh berbeda dengan alergi susu formula, berikut adalah beberapa ciri atau gejala alergi susu sapi pada bayi, seperti:

1. Reaksi alergi pada kulit

Ini adalah salah satu gejala alergi susu sapi pada bayi yang langsung terlihat di area kulitnya, yaitu:

  • mengalami gatal-gatal,
  • kemerahan pada kulit,
  • timbul ruam, biduran, atau eksim,
  • pembengkakan pada bibir, wajah, dan sekitar mata.

Anda perlu lebih waspada karena hal ini bisa membuat bayi menjadi lebih rewel dan sering menangis.

2. Reaksi alergi pada pencernaan

Ketika alergi susu sapi pada bayi menyerang, dapat terjadi pembengkakan pada bibir, lidah, atau langit-langit mulut bayi.

Selain itu, bayi juga bisa mengalami sistem pencernaan yang terganggu. Sebagai contoh, gejala seperti mual, muntah, kolik, sakit perut, diare, feses berlendir atau berdarah, dan hilang nafsu makan.

3. Reaksi pada pernapasan

Bayi juga dapat mengalami gatal di area hidung, bersin-bersin, pilek, hidung tersumbat, batuk, mengi, hingga sesak napas.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi dapat mengalami anafilaksis atau reaksi alergi parah sehingga mengancam jiwa. Jika anafilaksis terjadi, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dari dokter anak.

Terkadang, alergi susu sapi juga bisa menyebabkan komplikasi, seperti anemia defisiensi besi kronis atau gagal tumbuh karena kurangnya nutrisi.

Alergi susu sapi pada bayi sampai umur berapa?

Umumnya, alergi susu sapi pada bayi muncul dalam bulan pertama atau sebelum usianya mencapai enam bulan. Kondisi ini pun kemungkinan akan cukup lama terjadi.

Alergi susu akan hilang dengan sendirinya pada saat anak berusia 3 – 5 tahun. Akan tetapi, ada pula anak yang mengalami alergi susu sapi sampai ia dewasa nanti.

Perlu orangtua ketahui bahwa alergi susu tidak sama dengan lactose intolerance (intoleransi laktosa) karena lebih sering terjadi pada anak dan orang dewasa.

Ini adalah kondisi seseorang yang tidak mampu mencerna laktosa atau gula alami pada susu. Selain itu, Intoleransi laktosa tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh.

Cara tes alergi susu sapi pada bayi

Jika Anda khawatir bayi terkena alergi susu sapi, jangan ragu untuk membawanya pergi ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Setelah pemeriksaan, dokter juga mungkin akan melakukan tes darah serta feses. Lalu, agar lebih jelas ia juga akan merujuk ke dokter ahli alergi.

Berikut adalah tahapan tes alergi yang akan dilakukan untuk melihat apakah si kecil mengalami alergi susu atau tidak, seperti:

Tes uji tusuk (skin prick test)

Dalam tes kulit, dokter atau perawat akan menaruh sedikit protein susu pada kulit bayi. Setelah itu, membuat goresan kecil pada kulit agar alergen bisa masuk.

Apabila si kecil bereaksi terhadap alergen tersebut, kulit akan terlihat sedikit membengkak seperti digigit serangga. Ini adalah tes yang bisa dilakukan pada bayi usia 6 bulan ke atas.

Cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi

Ketika bayi benar-benar mengalami alergi susu sapi, sebaiknya Anda tidak lagi memberikan atau mengonsumis produk susu sapi. Ini dilakukan agar tidak memengaruhi tumbuh kembangnya kelak.

Ikuti saran dokter spesialis anak serta cermat dalam membaca label makanan dan minuman. Berikut adalah alternatif susu lainnya untuk bayi yang mengalami alergi susu sapi:

1. Memberikan ASI

Saat tubuh Anda masih memproduksi ASI, sebaiknya berikan ASI ekslusif pada si kecil karena ASI adalah sumber nutrisi terbaik.

Ibu dianjurkan untuk memberikan ASI selama mungkin. Terutama jika bayi Anda berisiko tinggi mengalami alergi susu.

2. Memberikan susu kedelai

Susu formula dengan kandungan kacang kedelai mempunyai kandungan utama berupa protein kedelai. Lalu, susu soya ini juga mengandung zat besi yang dapat membantu sel darah merah untuk memproduksi oksigen dengan baik.

3. Memberikan susu hypoallergenic

Alternatif lainnya jika bayi alergi susu sapi dan juga kedelai adalah memberikan susu hypoallergenic.

Susu jenis ini diproduksi dengan menggunakan enzim untuk memecah protein susu. Sebagian susu formula hypoallergenic tidak berbahan dasar susu, melainkan asam amino.

 

Jika Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kondisi alergi susu sapi pada bayi sebaiknya konsultasikan melalui chat dokter anak di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Agar lebih mudah, download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

bayi & menyusuialergialergi susuperkembangan bayi

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved