Ciri-Ciri Anak dengan Kecerdasan Interpersonal, Sang Komunikator Ulung

Ciri-ciri anak dengan kecerdasan interpersonal adalah dapat menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab
Anak dengan kecerdasan interpersonal biasanya lebih cocok bekerja sama dalam kelompok

Setiap anak itu unik, tentu saja. Salah satu yang membedakan anak adalah kecerdasan interpersonal. Kata interpersonal pertama kali digunakan dalam ranah psikologi pada tahun 1938 lalu, mengacu pada perilaku antar-manusia.

Kecerdasan interpersonal menggambarkan bagaimana mahirnya seorang individu dalam memahami dan berinteraksi dengan orang lain. Pada anak, Anda bisa mendeteksinya dari kemampuan mereka dalam mengelola hubungan dan mencari jalan keluar dari sebuah konflik.

Mengenal kecerdasan interpersonal

Kecerdasan interpersonal adalah salah satu skill dalam Theory of Multiple Intelligences milik Howard Gardner. Dulu, adanya klasifikasi intelegensi ini berdampak sangat besar bagi dunia pendidikan. Artinya, anak dengan talenta tertentu bisa diarahkan sesuai dengan kemampuan mereka.

Inti dari kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami emosi dan perilaku orang lain. Tak hanya itu, kecerdasan interpersonal juga berarti bagaimana berkomunikasi secara efektif dengan siapa pun lawan bicara Anda.

Meski kadang kecerdasan interpersonal dianggap tidak sepenting kecerdasan logis atau matematis, namun kualitas kehidupan anak dengan kecerdasan interpersonal biasanya lebih baik.

Ciri-ciri anak dengan kecerdasan interpersonal

Bagi orangtua dan juga guru, penting untuk tahu bagaimana memberi ruang yang memadai untuk berkembangnya anak dengan kecerdasan interpersonal. Beberapa ciri anak dengan kecerdasan interpersonal di antaranya:

1. Piawai berkomunikasi

Baik saat berada di kelas maupun saat dalam lingkungan interaksi yang lain, anak dengan kecerdasan interpersonal sangat piawai berkomunikasi. Mereka sangat senang berinteraksi dengan orang lain, termasuk aktivitas yang mengharuskan banyak komunikasi.

2. Dapat menyampaikan pendapat

Ketika diminta menyampaikan pendapat, anak dengan kecerdasan interpersonal bisa menyampaikannya dengan gamblang dan jelas. Baik itu saat menyampaikan pendapat secara empat mata maupun di depan publik. 

3. Cocok bekerja dalam kelompok

Orangtua juga bisa mendeteksi apakah anak mereka memiliki kecerdasan interpersonal atau tidak dengan melihat bagaimana mereka bekerja dalam tim atau kelompok. Anak dengan kecerdasan interpersonal sangat membantu saat berada dalam sebuah kelompok, karena bisa berkomunikasi dengan mudah dengan semua anggota kelompok.

4. Pemimpin yang baik

Sejak masih kecil pun, anak dengan kecerdasan interpersonal bisa menjadi pemimpin yang baik. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan mereka dalam mendelegasikan peran dan tanggung jawab setiap anggota kelompok. Bahkan, mereka juga bisa mengelola hubungan interpersonal ketika ada perbedaan.

5. Peka terhadap perasaan orang lain

Lihat bagaimana anak saling berinteraksi satu dan lainnya. Anak-anak dengan kecerdasan interpersonal lebih peka terhadap emosi dan situasi yang ada di sekitarnya hanya lewat interaksi sederhana. Bagi orang dewasa, ini bisa jadi hal yang langka.

6. Percaya diri

Anak dengan kecerdasan interpersonal bukan berarti lebih pandai daripada yang lain. Namun mereka sangat percaya diri dalam menggunakan bakatnya dalam bekerja sama dengan orang lain, menghargai ilmu orang lain, bahkan dalam kelompok besar sekalipun.

7. Solidaritas tinggi

Ciri-ciri yang sekaligus menjadi kelebihan dari anak dengan kecerdasan interpersonal adalah solidaritasnya tinggi terhadap orang lain. Mereka bisa mengerti apa yang sedang dialami atau pernah dirasakan orang lain. Tak hanya itu, mereka juga benar-benar merasa senang terhadap kesuksesan orang lain.

8. Pendengar yang baik

Solidaritas yang dimiliki seorang anak dengan kecerdasan interpersonal membuat mereka bisa menjadi pendengar yang baik. Bahkan tak hanya sebagai pendengar saja, mereka bisa menjadi konselor atau memberikan nasihat sesuai dengan kapasitas.

Salah satu cara untuk menstimulasi kecerdasan interpersonal pada anak adalah dengan memberikan aktivitas yang berbeda-beda. Berikan pengalaman emosional yang membekas di ingatan mereka.

Tak hanya itu, ajak anak terjun langsung untuk menambah teman baru. Hal ini bisa dilakukan lewat aktivitas seperti camping, olahraga, atau aktivitas sosial lain yang mengharuskan bertemu dengan orang baru. Cara ini sangat efektif untuk memahami perspektif orang lain dan juga belajar berkomunikasi.

Thought Co. https://www.thoughtco.com/interpersonal-intelligence-8091
Diakses 7 Januari 2020

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/interpersonal-learning-styles-2162780
Diakses 7 Januari 2020

You Are Mom. https://youaremom.com/children/interpersonal-intelligence/
Diakses 7 Januari 2020

Artikel Terkait

Banner Telemed