11 Ciri-Ciri Alergi Obat pada Anak yang Harus Diketahui Orangtua

Gatal adalah salah satu reaksi alergi dingin, debu, makanan, dan obat pada anak yang umumnya terjadi
Gatal di area leher merupakan salah satu reaksi alergi obat pada anak yang sering terjadi

Bukan hanya alergi pada debu atau udara dingin, sebagian anak juga bisa mengalami alergi obat. Alergi obat terjadi ketika anak terpapar obat-obatan tertentu, seperti penisilin, antibiotik, dan obat anti-inflamasi steroid, yang membuat tubuhnya menimbulkan reaksi alergi.

Seperti alergi pada umumnya, alergi obat bisa menyebabkan berbagai gejala yang jika dibiarkan bisa berakibat fatal. Untuk menangani kondisi ini, Anda perlu mengenali terlebih dahulu ciri-ciri alergi obat pada anak.

Ciri-ciri alergi obat pada anak yang harus diketahui orangtua

Ciri-ciri alergi obat pada anak dapat muncul langsung atau beberapa jam setelah anak terpapar obat. Namun, ada juga jenis alergi obat yang ciri-cirinya baru terjadi seminggu kemudian, atau bahkan lebih setelah anak terpapar obat.

Perlu diketahui bahwa alergi obat tidaklah sama dengan efek samping obat sehingga sebagai orangtua, Anda harus bisa membedakannya. Berikut ciri-ciri alergi obat yang dapat terjadi pada anak Anda:

  • Ruam kulit

Munculnya ruam-ruam kemerahan di kulit anak dapat menjadi pertanda bahwa Mereka mengalami alergi obat. Ruam akan terlihat seperti kulit yang bersisik, mengelupas, dan permukaannya tidak rata. Ukuran ruam dapat bervariasi, ada yang lebar dan ada pula yang kecil.

  • Gatal-gatal

Gatal-gatal menjadi ciri alergi obat yang paling umum. Ketika anak terpapar obat, ia dapat merasakan gatal-gatal di seluruh tubuhnya atau bagian tubuh tertentu, seperti tangan, leher, atau perut.

  • Pembengkakan

Tak hanya menyebabkan gatal-gatal, alergi obat juga bisa membuat anak mengalami pembengkakan. Kondisi ini biasanya terjadi pada bibir, wajah, dan lidah anak.

  • Biduran

Biduran juga dapat menjadi ciri dari alergi obat pada anak. Biduran memiliki bentuk seperti bentol-bentol merah yang berukuran kecil ataupun besar. Biasanya biduran muncul berkelompok dan bisa terasa sangat gatal.

  • Mengi

Ketika alergi obat muncul, anak bisa saja mengalami batuk-batuk yang disertai dengan mengi. Mengi menyebabkan munculnya suatu bunyi yang terdengar seperti ‘ngik’ ketika anak bernapas. Ini dapat menjadi tanda dari reaksi alergi yang hebat pada anak.

  • Demam

Saat mengalami alergi obat, anak juga dapat terkena demam. Hal ini menjadi tanda bahwa tubuh anak tidak menerima paparan obat yang masuk ke dalam tubuh. Demam yang terjadi bisa ringan atau bahkan berat.

Berbagai reaksi alergi serius akibat alergi obat

Tak hanya menimbulkan reaksi alergi yang biasa, anak yang mengalami alergi obat juga bisa menimbulkan reaksi alergi yang serius dan meluas. Kondisi ini disebut sebagai anafilaksis, yang ciri-cirinya meliputi:

  • Sesak napas

Sesak napas bisa jadi ciri-ciri alergi obat parah yang terjadi pada anak. Saluran pernapasan menunjukkan reaksi alerginya terhadap paparan obat, yang kemudian menyebabkan saluran tersebut menjadi bengkak ataupun berlendir sehingga terjadilah sesak napas.

  • Kram perut

Anak dapat merasakan perutnya kram ketika alergi obat muncul. Kram tersebut bahkan bisa terjadi dengan sangat hebat, hingga membuat rasa sakitnya tak tertahankan. Tak hanya membuat nyeri, kram perut juga bisa membuat perut anak terasa sangat tidak nyaman.

  • Mual dan muntah

Beberapa saat setelah anak terpapar obat, anak bisa mengalami mual dan muntah. Mual dan muntah yang terjadi bisa ringan ataupun berat. Namun, hal ini bisa menyebabkan anak kehilangan cairan dan mengalami dehidrasi.

  • Pusing atau pingsan

Alergi obat juga bisa membuat anak merasa pusing hingga pingsan. Kondisi ini dapat mengindikasikan bentuk penolakan tubuh terhadap paparan obat, ataupun karena dehidrasi yang disebabkan oleh mual dan muntah yang terjadi.

Ketika anak Anda menunjukkan ciri-ciri alergi obat tersebut, tentu Anda harus segera menanganinya. Penanganan dilakukan untuk mencegah semakin memburuknya keadaan anak Anda.

Tips menangani anak yang mengalami alergi obat

Terdapat beberapa langkah yang bisa Anda jalani untuk menangani terjadinya alergi obat pada anak. Langkah-langkah tersebut, di antaranya:

  • Jangan panik. Jika Anda ikut panik ketika anak mengalami alergi obat, Anda malah akan memperburuk keadaannya.
  • Apabila anak mengalami sesak napas, longgarkan pakaiannya agar memperlancar jalan napas anak.
  • Gunakan kompres dingin atau krim kalamin untuk meredakan ruam dan gatal yang terjadi sebagai reaksi alergi.
  • Berilah anak obat antialergi, seperti antihistamin yang bisa dibeli di apotek. Obat tersebut dapat meredakan gejala alergi obat yang terjadi.
  • Hubungi bantuan medis jika keadaan anak Anda semakin memburuk.

Dengan mengenali ciri-ciri alergi obat pada anak, orangtua bisa lebih memperhatikan paparan obat yang masuk ke dalam tubuh anak baik melalui oral ataupun injeksi. Anda dapat berkonsultasi pada dokter mengenai berbagai obat yang harus dihindari anak Anda, agar kelak alerginya tidak muncul kembali.

WebMD. https://www.webmd.com/allergies/symptoms-of-a-drug-allergy
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/drug-allergy-treatment
Diakses pada Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/drug-allergy/symptoms-causes/syc-20371835
Diakses pada Juli 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/allergic-reaction-sheet.html
Diakses pada Juli 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000819.htm
Diakses pada Juli 2019

ACCAI. https://acaai.org/allergies/types/drug-allergies
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed