Ciri-Ciri Alergi Air Hujan dan Cara Mengatasinya


Alergi air hujan bisa saja dialami oleh seseorang namun merupakan kasus yang sangat jarang terjadi. Kemungkinan besar kandungan dalam air hujan yang menjadi penyebab alergi.

0,0
18 Aug 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Alergi air hujan merupakan kasus yang sangat jarang terjadiSegera mandi setelah Anda terpapar air hujan agar tidak menimbulkan reaksi alergi
Alergi air hujan bisa terjadi kepada beberapa orang namun kasusnya sangat jarang. Menurut penelitian tahun 2011, ada kurang dari 100 kasus alergi air hujan yang disebut aquagenic urticaria yang dilaporkan dalam literatur medis. Alergi karena air ini disebabkan dari sumber air berupa air hujan, salju, keringat, dan air mata. Aquagenic urticaria bisa muncul dengan gejala seperti gatal-gatal yang menyebabkan ruam muncul setelah kulit terkena alergen. 

Apa penyebab alergi air hujan?

Para peneliti masih mencari tahu penyebab pasti dari alergi air hujan maupun aquagenic urticaria. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa alergi ini terjadi karena bahan kimia tambahan yang terkandung dalam air, seperti klorin, yang menyebabkan reaksi, dan bukan kontak dengan air itu sendiri.Gejala seperti alergi yang mungkin dialami disebabkan oleh pelepasan histamin atau zat kimia yang diproduksi oleh tubuh. Ketika Anda terpapar alergen, sistem kekebalan Anda melepaskan histamin sebagai respons untuk melawan zat berbahaya. Histamin dapat memicu gejala alergi seperti gatal-gatal, tergantung pada bagian tubuh mana yang terpengaruh.

Apa saja gejala aquagenic urticaria?

Aquagenic urticaria adalah kondisi langka yang dapat menyebabkan ruam, gatal, dan nyeri. Ruam ini biasanya muncul di leher, lengan, dan dada, meskipun gatal-gatal bisa muncul di bagian tubuh mana saja. Dalam beberapa menit setelah terkena air, orang yang menderita alergi air hujan dapat mengalami gejala seperti:
  • Eritema atau kemerahan pada kulit
  • Sensasi terbakar
  • Luka
  • Bentol atau ruam
  • Peradangan
Pada kasus yang parah, bila Anda tak sengaja meminum air yang mengandung alergen,  dapat menyebabkan:
  • Ruam di sekitar mulut
  • Kesulitan menelan
  • Mengi (napas berbunyi)
  • Sulit bernapas
Gejala alergi akan hilang dalam waktu 30 hingga 60 menit setelah Anda membilas dan mengeringkan badan Anda dari paparan air hujan. Namun, bila menyebabkan sesak napas, Anda harus segera meminta pertolongan medis dengan pergi ke unit gawat darurat rumah sakit.

Cara mengatasi alergi air hujan

Menghadapi alergi terhadap jenis air tertentu bisa dikurangi dengan beberapa cara, yaitu:
  • Minum air. Orang dengan alergi air hujan atau air tertentu bisa diatasi dengan minum air putih. Pastikan jangan minum air dari sumber alergi agar alergi tidak semakin parah.
  • Mandi. Seperti halnya minum, mandi juga dapat membersihkan alergen yang menempel pada tubuh. 
  • Menghindari penyebab alergi. Orang dengan alergi aquagenic urticaria dapat bereaksi terhadap air jenis apa pun, termasuk keringat dan air mata sendiri. Oleh karena itu, mereka sering mengambil tindakan pencegahan, seperti tinggal di dalam ruma pada hari hujan dan menghindari aktivitas yang menyebabkan keringat.

Pengobatan untuk mengatasi alergi

Bagi Anda yang memiliki kondisi alergi air hujan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang dapat membantu meringankan gejala, yaitu::
  • Antihistamin. Obati ini biasa digunakan untuk mengurangi gatal-gatal akibat alergi apa pun jenisnya. 
  • Krim antigatal. Krim dan zat lain akan membentuk lapisan pelindung antara air dan kulit sehingga membantu menghalangi kontak dengan air. Beberapa dokter merekomendasikan cara ini dicoba sebelum mengonsumsi antihistamin terutama anak-anak yang alergi terhadap air.
  • Omalizumab. Untuk mengobati gatal-gatal karena alergi, dokter menyarankan untuk menggunakan omalizumab. Obat ini dapat menghilangkan semua gejala yang ditimbulkan alergi aquagenic urticaria
  • Fototerapi. Terapi ini menggunakan sinar ultraviolet. Tujuannya adalah menguatkan kulit dan membuatnya tidak terlalu sensitif terhadap air. Namun, terapi ini masih kurang umum digunakan. 

Faktor risiko aquagenic urticaria

Alergi air hujan termasuk kasus yang langka. Tidak ada faktor risiko yang diketahui untuk aquagenic urticariaSebuah keluarga mungkin saja mengalami beberapa anggota keluarga yang menderita alergi aquagenic urticaria, tetapi kebanyakan kasus tidak terjadi dalam satu keluarga. Namun, beberapa orang dengan kondisi tersebut memiliki kondisi bawaan lainnya. Sejauh ini, belum ada cukup banyak kasus bagi peneliti untuk menentukan apakah kondisi tersebut dapat diturunkan atau mungkin merupakan bagian dari sindrom yang lebih besar.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang alergi air hujan tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
alergiurtikaria
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/what-is-aquagenic-urticaria
Diakses pada 4 Agustus 2021.
Healthline. https://www.healthline.com/health/aquagenic-urticaria#prevention
Diakses pada 4 Agustus 2021.
Derm Net. https://dermnetnz.org/topics/aquagenic-urticaria/
Diakses pada 4 Agustus 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait