logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Cara Mengatasi Air Ketuban Merembes Tanpa Kontraksi

open-summary

Ciri-ciri air ketuban merembes tanpa kontraksi yaitu mengalir perlahan dan membuat celana basah. Air ketuban cenderung tidak berbau dan berwarna bening.


close-summary

3.57

(142)

24 Jan 2020

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Ciri-Ciri air ketuban merembes

Sejumlah kasus air ketuban rembes terjadi tanpa kontraksi

Table of Content

  • Apa ciri-ciri air ketuban merembes tanpa kontraksi?
  • Bahaya air ketuban merembes
  • Apa yang harus dilakukan jika air ketuban merembes?
  • Catatan dari SehatQ

Ketuban pecah sebelum waktunya menimbulkan rasa was-was dalam diri calon ibu. Bagaimana jika air ketuban merembes keluar tanpa kontraksi di keramaian atau saat tidak tepat lainnya? 

Advertisement

Faktanya, air ketuban jarang keluar dalam bentuk tumpahan dan lebih sering merembes keluar secara perlahan. Bila demikian adanya, bagaimana mengetahui ciri-ciri air ketuban merembes tanpa kontraksi?

Apa ciri-ciri air ketuban merembes tanpa kontraksi?

Dikutip dari Medline Plus, umumnya cairan ketuban yang melindungi janin akan merembes keluar jika sudah mencapai usia kehamilan 37-40 minggu. Jika air ketuban keluar kurang dari 37 minggu, kondisi ini disebut ketuban pecah dini. Ibu perlu waspada karena kondisi ini bisa berbahaya dan meningkatkan risiko kelahiran prematur. 

Umumnya, pandangan orang awam mengenai air ketuban yang pecah adalah mengalirnya air ketuban ke lantai dan membentuk suatu genangan yang besar. Namun, jarang sekali ada calon ibu yang mengalami hal seperti itu.

Biasanya, air ketuban yang merembes tanpa kontraksi akan keluar dari vagina sedikit demi sedikit atau secara perlahan. Pada dasarnya, Anda hanya akan merasakan sensasi basah di alat kelamin atau mendapati dalaman Anda basah.

Jadi, ciri-ciri air ketuban merembes seperti apa? Air ketuban terkadang sulit dibedakan dengan cairan lainnya jika Anda tidak merasakan kontraksi dan keluarnya hanya sedikit demi sedikit.

Air ketuban biasanya memiliki warna bening atau terkadang sedikit kekuningan. Jika terlihat warna kekuningan, biasanya diikuti dengan bercak bintik-bintik putih di pakaian dalam. Selain tidak berwarna, cairan ketuban juga tidak berbau. Biasanya, air ketuban yang keluar juga akan disertai lendir atau sedikit darah.

Baca juga:  Air Ketuban Pecah, Ini Ciri-Ciri dan Cara Terbaik untuk Menanganinya

Bahaya air ketuban merembes

Air ketuban yang merembes tanpa kontraksi akan membuat cairan dalam kandungan berkurang. Tentu saja ini bisa jadi tanda bahaya untuk janin. Berikut sederet bahaya yang bisa muncul jika air ketuban terus-menerus merembes.

1. Trimester awal

Saat masih dalam trimester awal, air ketuban yang merembes akan membuat ketuban dalam janin sedikit. Hal tersebut bisa menyebabkan keguguran, cacat lahir, kelahiran prematur, hingga kematian saat melahirkan.

2. Trimester akhir

Setelah berada di masa akhir kehamilan, kekurangan cairan ketuban akan menyebabkan pertumbuhan janin melambat. Janin pun akan kesulitan mendapatkan oksigen. Selain itu, proses persalinan pun akan lebih sulit.

Baca juga: Fungsi Air Ketuban dan Masalah yang Menyertainya

Apa yang harus dilakukan jika air ketuban merembes?

Jika Anda mengalami ciri-ciri air ketuban merembes tanpa kontraksi dan ingin memastikan benar bahwa itu adalah tanda ketuban rembes, lakukan sejumlah cara berikut:

1. Tenangkan diri Anda

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menenangkan diri Anda dan jangan panik. Tarik napas secara dalam selama beberapa menit dan jernihkan pikiran. Biasanya, air ketuban tidak pecah begitu saja tetapi hanya merembes dan membasahi dalaman. Selain itu, cairan yang keluar belum tentu adalah air ketuban yang pecah.

2. Coba berdiri

Anda dapat mencoba berdiri terlebih dahulu untuk mencari tahu apakah cairan yang keluar adalah ciri-ciri air ketuban merembes tanpa kontraksi. Jika air ketuban rembes dan makin mengalir keluar ketika Anda berdiri, terdapat kemungkinan bahwa cairan yang keluar adalah air ketuban yang pecah dan makin merembes karena tekanan akibat berdiri.

3. Periksa cairan yang keluar

Langkah ketiga dalam mengetahui ciri-ciri air ketuban pecah tanpa kontraksi adalah dengan memeriksa cairan tersebut. Kadangkala cairan yang merembes di dalam bukanlah air ketuban melainkan lendir atau air seni. Saat memeriksa cairan yang merembes keluar, cek warna, aroma, jumlah, dan kapan cairan keluar. Air ketuban biasanya berwarna bening atau pucat keputihan dan tidak berbau.

4. Ganti dalaman

Jika sedang di luar, sebaiknya calon ibu segera pulang ke rumah dan mencoba mengganti dalamannya. Bila keadaan tidak memungkinkan, Anda bisa mencoba melapisi dalaman dengan pembalut.

5. Periksa kembali

Ketika sudah mengganti dalaman atau melapisi dalaman dengan pembalut, periksa kembali apakah dalaman atau pembalut basah. Cobalah untuk berbaring selama setengah jam, air ketuban yang pecah akan tertampung di alat kelamin apabila Anda berbaring. Selama berbaring, pikirkanlah langkah-langkah yang perlu dilakukan jika memang air ketuban merembes keluar.

Setelah setengah jam berlalu, pergilah ke kamar mandi untuk mengecek dalaman atau pembalut. Jika dalaman atau pembalut kering, berarti air ketuban tidak pecah. Bila dalaman atau pembalut basah, cek kembali warna, jumlah, dan aroma cairan.

6. Cek ke dokter

Bagaimana jika ketuban pecah tapi belum kontraksi? Untuk memastikan gejala air ketuban merembes tapi tidak mules benar adalah cairan ketuban, Anda dapat berkonsultasi langsung pada dokter. 

Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan apakah cairan yang keluar hanya lendir atau air ketuban tanda-tanda persalinan. Jika cairan yang keluar adalah air ketuban, dokter akan memberikan Anda instruksi lebih lanjut.

Baca juga: Ketuban Pecah Dini, Ini Tanda-tanda dan Cara Mengatasinya

Catatan dari SehatQ

Umumnya, jika air ketuban pecah akibat persalinan, calon ibu akan merasakan kontraksi seusai merembesnya air ketuban. Beberapa wanita bahkan tidak mengalami keluarnya air ketuban sampai sudah menjalani proses melahirkan.

Meskipun jarang terjadi, terkadang air ketuban yang merembes bisa berhenti dengan sendirinya saat Anda sudah tiba di rumah sakit. Selain itu, selaput ketuban juga jarang keluar sebelum waktunya persalinan. Jika sebelum air ketuban keluar sebelum waktunya, dokter mungkin saja akan menyarankan operasi caesar.

Karenanya, perlu untuk mengecek ke rumah sakit apakah cairan tersebut memang benar air ketuban. Jangan abaikan perasaan khawatir yang menghantui demi keselamatan Anda dan janin.

Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter saat mengalami air ketuban merembes, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

hamilkehamilanpola hidup sehat

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved