Ciri Bayi Autis yang Bisa Dikenali Orangtua

(0)
20 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ciri bayi autis bisa dilihat dari perilaku Si Kecil yang tidak tertarik bermain bersama teman sebayanya.Ciri bayi autis dapat diketahui melalui skrining tumbung kembang anak.
Banyak orangtua yang khawatir ketika bayi belum memperlihatkan tanda-tanda mengoceh atau tertarik pada lingkungan sekitarnya. Pasalnya, hal tersebut sering dikaitkan sebagai ciri bayi autis. Benarkah demikian?Autis, atau dalam dunia medis disebut gangguan spektrum autisme (GSA), adalah gangguan perkembangan anak akibat perbedaan kinerja pada otak. Hingga kini, penyebab pasti terjadinya perbedaan tersebut belum diketahui. Namun, faktor genetik diduga menjadi pencetusnya.

Ciri bayi autis berdasarkan usia

Kebanyakan anak yang mengidap autis tidak memperlihatkan gangguan perkembangan fisik. Mereka tetap bisa mencapai milestone motorik kasar, seperti duduk, merangkak, dan berjalan sesuai waktunya seperti anak tipikal pada umumnya.Hanya saja, mereka akan memperlihatkan kesulitan dalam hal perkembangan kognitif. Apa saja ciri bayi autis bila dilihat dari gejalanya? Apa saja pemeriksaan medis yang harus dilalui anak hingga dokter bisa mendiagnosis kondisi autistik ini?
Gejala autisme dapat muncul sebelum Si Kecil berumur 1 tahun.
Menurut Akademi Dokter Anak Amerika (AAP), gejala autisme bisa muncul sebelum usia bayi genap satu tahun. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Uppsala University, Swedia, bahwa ciri autisme pada bayi sudah dapat dilihat bahkan ketika buah hati Anda masih berusia 10 bulan.Meskipun demikian, orangtua biasanya baru betul-betul mencurigai bahwa anak mungkin mengidap autis ketika 18-24 bulan. Ciri bayi autis yang biasanya terlihat adalah sebagai berikut ini.
  • Di usia 6 bulan: bayi tidak pernah tersenyum lebar atau menunjukkan ekspresi senang terhadap hal apapun.
  • Di usia 9 bulan: bayi tidak mau meniru suara Anda, ia juga tidak mau tersenyum atau membuat ekspresi wajah apapun.
  • Di usia 12 bulan: bayi tidak menoleh ketika namanya dipanggil, tidak pernah mengoceh (babbling), tidak pernah menunjukkan gestur apapun (seperti menunjuk, menggapai, atau melambaikan tangan).
  • Di usia 16 bulan: bayi tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun.
  • Di usia 24 bulan: bayi belum bisa mengucapkan 2 kata berarti secara mandiri.

Ciri autisme pada bayi menurut AAP

Selain melihat ciri bayi autis berdasarkan usianya, AAP juga mengkategorikan gejala autis berdasarkan 3 aspek, yakni kemampuan sosial, komunikasi, dan perilaku.

1. Kemampuan sosial

  • Jarang atau tidak mau sama sekali melakukan kontak mata dengan orang lain
  • Tidak merespons senyuman atau ekspresi orangtua
  • Tidak melihat ke arah tertentu yang ditunjuk orangtua
  • Tidak memperlihatkan empati atau emosi apapun terhadap orang lain
  • Tidak tertarik menjalin pertemanan dengan orang lain

2. Komunikasi

  • Hanya bisa mengulang kata tanpa mengetahui maknanya
  • Tidak merespons ketika namanya dipanggil, tapi bereaksi saat mendengar bunyi klakson atau suara kucing
  • Tidak pernah memulai atau melanjutkan pembicaraan
  • Mungkin menunjukkan kemunduran perkembangan kemampuan berbahasa atau sosial, biasanya antara usia 15-24 bulan

3. Perilaku

  • Melakukan perilaku khas yang menjadi ciri bayi autis, seperti badan membatu, berputar, berayun, berjalan jinjit dalam waktu lama, dan suka bertepuk tangan
  • Terobsesi dengan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dan tertata rapi. Sebaliknya, ia susah melakukan hal-hal baru atau berganti rutinitas.
  • Seperti tidak pernah merasa kesakitan, misalnya ketika tidak sengaja terkena bola
  • Bermain dengan bagian tertentu pada manian, tapi tidak memainkan seluruhnya, misalnya suka memutar ban mobil-mobilan
  • Mungkin sangat sensitif terhadap bau, suara, cahaya, atau sentuhan, tapi bisa juga sama sekali tidak terpengaruh
Ciri bayi autis tidaklah sama pada setiap anak. Jika Anda mencurigai bayi Anda mengalami sindrom autis ini, periksakan ia ke dokter. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat buah hati Anda dapat menjalani perawatan untuk meringankan gejalanya.

Deteksi bayi autis dengan pemeriksaan medis

Skrining tumbuh kembang penting untuk diagnosis autistik.
Dalam proses skiring, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk melihat perkembangan kognitif anak, seperti:

1. Skrining perkembangan

Skrining ini bertujuan melihat lebih teliti mengenai perkembangan anak berdasarkan usianya, baik lewat pengamatan maupun melontarkan pertanyaan pada anak.AAP menyarankan orangtua melakukan skrining perkembangan secara rutin saat bayi berusia 9 bulan, 18 bulan, dan 30 bulan, atau lebih sering bila ada anggota keluarga yang sebelumnya pernah didiagnosis autistik.

2. Evaluasi perkembangan menyeluruh

Jika hasil skrining perkembangan menunjukkan ciri bayi autis, dokter bisa merekomendasikan evaluasi perkembangan menyeluruh yang melihat lebih dalam gejala autis pada anak. Evaluasi ini harus dilakukan oleh tenaga ahli yang terlatih, seperti dokter spesialis tumbuh kembang, psikolog anak, maupun psikiater anak.Selain memastikan ciri bayi autis, pemeriksaan tersebut juga dapat menentukan jenis perawatan yang tepat bagi anak. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar autisme pada anak, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter.Untuk mengetahui lebih banyak tentang ciri bayi autis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gejala autistumbuh kembang bayitumbuh kembang anakautisme
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/signs.html
Diakses pada 5 Oktober 2020
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/screening.html
Diakses pada 5 Oktober 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/Autism/Pages/Early-Signs-of-Autism-Spectrum-Disorders.aspx
Diakses pada 5 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/signs-of-autism-in-children-less-than-1-year-old
Diakses pada 5 Oktober 2020
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/autism-learning-disabilities/does-my-child-have-autism.htm
Diakses pada 5 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait