logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Cimetidine Obat Apa? Ini Cara Mengonsumsi dan Efek Sampingnya

open-summary

"Cimetidine obat apa?" adalah pertanyaan yang sering ditemukan di apotek. Obat cimetidine umumnya diberikan saat Anda mengalami gangguan peningkatan asam lambung dan harus dengan resep dokter.


close-summary

15 Jan 2020

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Cimetidine untuk asam labung

Cimetidine adalah obat yang diberikan untuk penderita asam lambung

Table of Content

  • Cimetidine obat apa?
  • Bagaimana cara mengonsumsi obat cimetidine?
  • Apa saja efek samping dari obat cimetidine?
  • Apa yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat cimetidine?
  • Interaksi cimetidine dengan obat lain

Tidak jarang Anda diberikan obat oleh dokter atau malah sekedar membelinya dari apotek begitu saja tanpa mengetahui apa fungsi, kegunaan, dan efek samping dari obat yang diberikan atau dibeli. Salah satunya adalah obat cimetidine.

Advertisement

Cimetidine adalah obat yang biasanya diberikan jika Anda mengalami gangguan pencernaan berupa peningkatan asam lambung atau maag. Lantas, seperti apakah obat cimetidine?

Baca Juga

  • Antasida adalah Obat Penetralisir Asam Lambung, Ini Fakta Lengkapnya
  • Berbahayakah Minum Kopi Saat Perut Kosong? Pahami Risikonya
  • 11 Penyakit pada Bayi yang Sering Terjadi hingga Usia Balita

Cimetidine obat apa?

cimetidine adalah obat antihistamin
Cimetidine adalah obat untuk penderita maag dan luka usus

Sebenarnya cimetidine adalah obat antihistamin yang berperan untuk menghalangi pelepasan asam lambung dan kerap kali diberikan kepada penderita maag atau luka di usus. 

Cimetidine membantu untuk mengurangi nyeri pada lambung dan sensasi panas di dada (heartburn) akibat kenaikan asam lambung. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi gastroesophageal reflux disease (GERD).

Umumnya, obat cimetidine yang tidak memerlukan resep dokter hanya digunakan untuk menangani sensasi panas dan asam lambung, serta mencegah gangguan pada lambung akibat makanan atau minuman tertentu.

Bagaimana cara mengonsumsi obat cimetidine?

obat cimetidine sebaiknya dikonsumsi 30 menit sebelum makan
Mengonsumsi obat cimetidine harus sesuai petunjuk dokter

Setelah mengetahui cimetidine obat apa, Anda perlu mengetahui petunjuk pemakaiannya. Untungnya, Anda bisa mengikuti arahan mengonsumsi obat cimetidine dengan benar melalui label yang tertera pada kemasan maupun dari petunjuk dokter.

Umumnya, obat cimetidine dikonsumsi saat makan atau ketika akan tidur di malam hari. Untuk menghindari sensasi panas di dada, Anda perlu mengonsumsi cimetidine 30 menit sebelum minum atau makan. Jangan lupa untuk meminum obat cimetidine dengan segelas penuh air.

Bila cimetidine yang dikonsumsi berbentuk cair, maka takar dosis cimetidine dengan seksama menggunakan sendok obat.

Sebelum ataupun setelah mengonsumsi obat cimetidine, Anda perlu menghindari mengonsumsi obat lain dalam kurun waktu dua jam sebelum atau sesudah mengonsumsi obat cimetidine.

Umumnya, dibutuhkan waktu sebanyak delapan minggu agar sakit maag benar-benar sembuh. Anda tetap perlu mengonsumsi obat cimetidine sesuai dengan yang diberikan atau dianjurkan dokter meskipun gejala gangguan yang dialami mulai berkurang.

Jangan mengonsumsi obat cimetidine dari apotek selama lebih dari 14 hari tanpa petunjuk dokter. Oleh sebab itu, kunjungilah dokter jika gangguan yang dialami tidak kunjung sembuh lebih dari 14 hari.

Selain itu, Anda juga tidak boleh mengonsumsi obat cimetidine dengan ibuprofen, aspirin, ataupun obat antiradang lainnya. Saat sedang dalam masa penyembuhan, hindari merokok dan mengonsumsi alkohol.

Apa saja efek samping dari obat cimetidine?

efek samping obat cimetidine adalah sakit kepala
Mengonsumsi cimetidine dapat menyebabkan sakit kepala

Tidak hanya perlu mengetahui cimetidine obat apa, Anda juga harus tahu efek samping apa saja yang bisa dialami ketika mengonsumsi obat cimetidine. Beberapa efek samping yang bisa dialami adalah:

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Diare

Anda perlu berkonsultasi ke dokter jika mengalami efek samping berupa:

  • Pembengkakan dan melunaknya payudara
  • Air seni yang berwarna gelap
  • Reaksi alergi
  • Nyeri saat menelan
  • Muntah darah atau tinja mengandung darah
  • Mata dan kulit menguning
  • Halusinasi, kebingungan, perubahan suasana hati, depresi, kegelisahan, dan kecemasan
  • Adanya ruam-ruam, lepuhan, pengelupasan, dan pelonggaran kulit, termasuk pada kulit bagian dalam mulut
  • Perubahan pada hasrat atau performa seksual

Apa yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat cimetidine?

Meskipun sudah tahu cimetidine obat apa, sebelum mengonsumsinya, Anda perlu memastikan bahwa Anda tidak memiliki alergi terhadap obat ini maupun obat penurun asam lambung lainnya. 

Selain itu, Anda juga perlu memeriksa lebih lanjut mengenai keluhan fisik yang dialami karena terkadang sensasi panas di dada bisa menjadi indikasi dari serangan jantung. Salah satu ciri utama dari serangan jantung adalah nyeri di dada yang menyebar ke bahu dan rahang serta rasa cemas atau pusing.

Selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat cimetidine jika Anda mengalami:

  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
  • Kesulitan menelan
  • Muntah darah
  • Ada darah di tinja
  • Penyakit ginjal atau hati
  • Sakit perut, muntah, dan mual
  • Sensasi panas di dada yang berlangsung lebih dari tiga bulan
  • Sering mengalami nyeri di dada
  • Sensasi panas yang diiringi napas mengi

Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter jika Anda sedang hamil dan menyusui. Jangan pernah memberikan obat cimetidine kepada anak tanpa instruksi dari dokter.

Interaksi cimetidine dengan obat lain

Cimetidine bisa menimbulkan interaksi obat apabila digunakan dengan obat-obatan lain. Berikut adalah beberapa interaksi antar obat yang dapat terjadi:

  • Memicu risiko terjadinya perpanjangan interval QT pada hasil EKG, yang bisa berakibat fatal apabila digunakan bersama dofelitide atau pimozide
  • Peningkatan kadar eliglustat, yang bisa meningkatkan risiko timbulnya gangguan irama jantung atau gangguan jantung yang membahayakan nyawa
  • Peningkatan kadar antikoagulan hydroxyzine, oral, lidocaine, phenytoin, atau teofilin dalam darah
  • Penurunan penyerapan cimetidine bila digunakan dengan antasida, sukralfat, atau propantheline
  • Memicu risiko terjadinya efek samping jika digunakan dengan obat myelosupresif, seperti antimetabolit dan agen alkilasi
  • Memicu risiko terjadinya efek samping berupa diare, nyeri perut, muntah, dan kerusakan hati, jika digunakan bersama lomitapide
  • Penurunan penyerapan dasatinib, itraconazole, atau ketoconazole

Advertisement

asam lambungmaaggerdantihistaminusus

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved