Chaga, Si Jamur Hitam Asal Rusia yang Ampuh Lawan Peradangan


Sejak berabad silam, jamur chaga telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan tradisional di Asia. Salah satu keunggulannya ada pada kandungan antioksidan di dalamnya.

0,0
17 Jul 2021|Azelia Trifiana
Chaga tumbuh di kulit pepohonanChaga tumbuh di kulit pepohonan
Sejak berabad silam, jamur chaga telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan tradisional di Asia. Tak hanya di Asia, popularitas chaga mushroom di negara-negara Barat juga diakui. Salah satu keunggulannya ada pada kandungan antioksidan di dalamnya.Namun perlu diperhatikan bahwa ada risiko dari mengonsumsi jamur Inonotus obliquus ini. Ada kemungkinan interaksi dengan obat pengencer darah dan obat diabetes.

Mengenal apa itu jamur chaga

Jamur chaga mudah ditemukan tumbuh di kulit pepohonan yang tumbuh di negara beriklim dingin seperti Siberia, Rusia, Alaska, Kanada, dan Eropa bagian Utara. Jamur yang juga dikenal dengan nama black mass ini biasanya berukuran 25-38 centimeter.Sekilas, chaga mushroom terlihat seperti potongan arang. Namun ketika dilihat dalamnya, bagian lunaknya berwarna oranye. Sejak berabad silam, jamur ini digunakan sebagai pengobatan tradisional di Rusia dan negara-negara Eropa Utara lainnya.Secara tradisional, chaga akan diparut menjadi bubuk dan diseduh sehingga bisa dinikmati dalam bentuk teh herbal. Namun kini, olahan chaga banyak ditemukan dalam bentuk suplemen kapsul atau bubuk. Terkadang, pengolahannya juga digabung dengan jamur lainnya.

Apa saja potensi manfaatnya?

Penelitian seputar manfaat jamur chaga untuk kesehatan masih terus berlangsung. Namun setidaknya, ada beberapa studi ilmiah yang menemukan manfaat dari clinker polypore, di antaranya:

1. Tingkatkan imunitas dan lawan peradangan

Secara alami, tubuh akan mengalami peradangan sebagai respons sistem imun melawan penyakit. Namun, peradangan berkepanjangan bisa memicu terjadinya penyakit jantung dan rheumatoid arthritis.Kabar baiknya, ekstrak chaga bisa berdampak positif terhadap kekebalan tubuh dengan mengurangi peradangan. Tak hanya itu, khasiatnya juga bisa melawan bakteri dan virus berbahaya.Cara kerjanya adalah dengan memberi stimulasi sel darah putih sehingga dapat melawan infeksi. Tak hanya itu, studi pada tahun 2005 di Seoul National University, Korea Selatan juga mendemonstrasikan manfaat chaga untuk mencegah produksi sitokin berbahaya yang memicu peradangan.

2. Mencegah dan melawan kanker

Ada pula beberapa studi dari Korea Selatan bahwa jamur chaga bisa mencegah dan menekan pertumbuhan sel-sel kanker saluran cerna. Bahkan, suplemen chaga yang diberikan pada tikus laboratorium menunjukkan ukuran tumor bisa berkurang hingga 60%.Hasil serupa ditemukan pada pertumbuhan sel-sel kanker di hati, paru-paru, payudara, prostat, dan usus. Ini terjadi berkat kandungan antioksidan triterpene yang membantu melawan sel kanker.Namun, masih perlu penelitian pada manusia untuk menarik kesimpulan tentang potensi chaga dalam melawan kanker.

3. Menurunkan kadar gula darah

Dalam sebuah studi oleh tim dari Tianjin University terhadap tikus laboratorium yang obesitas dan menderita diabetes, ditemukan bahwa ekstrak chaga dapat menurunkan kadar gula darah dan resistensi insulin. Suplemen chaga mushroom ini bahkan menurunkan gula darah hingga 31% dalam rentang waktu tiga pekan.Namun hingga kini, penelitian serupa terhadap manusia masih terbatas. Belum jelas betul apakah chaga bisa membantu mengendalikan kadar gula darah pada manusia atau tidak.

4. Menurunkan kolesterol

Ekstrak chaga dapat menurunkan kadar kolesterol sehingga risiko mengalami penyakit jantung juga berkurang. Di saat yang sama, suplemen chaga juga meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL. Menurut para peneliti, khasiat ini datang dari kandungan antioksidan dalam si jamur hitam.Namun lagi-lagi, masih perlu penelitian lebih jauh pada manusia untuk memahami dampak chaga terhadap kadar kolesterol.

Adakah efek sampingnya?

Secara umum, sebagian besar orang bisa toleransi konsumsi jamur chaga. Namun, belum ada studi pada manusia yang menentukan keamanan dosis dan cara penggunaannya.Bahkan faktanya, chaga bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat dan ini bisa jadi berbahaya. Sebagai contoH;
  • Reaksi terhadap pasien diabetes karena dampaknya terhadap kadar gula darah
  • Reaksi terhadap pembekuan darah jadi tidak disarankan bagi yang minum obat pengencer darah
  • Tidak disarankan untuk yang sedang bersiap menjalani operasi
  • Tidak disarankan bagi orang dengan masalah autoimun
Tak hanya itu, belum ada ketentuan pula keamanan konsumsi chaga terhadap ibu hamil dan menyusui. Oleh sebab itu, langkah paling bijak adalah dengan tidak mengonsumsinya.Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum suplemen, utamanya bagi mereka yang sedang menjalani rangkaian pengobatan tertentu.

Catatan dari SehatQ

Perlu digarisbawahi bahwa informasi akurat tentang kandungan nutrisi chaga mushroom masih terbatas. Jadi, tetap perlu bijak mengonsumsinya terutama bagi yang sedang menjalani pengobatan tertentu.Sebab, ada kemungkinan interaksi antara suplemen chaga dengan obat yang tengah dikonsumsi. Jadi, tetap perlu bijak sebelum mengonsumsi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara aman mengonsumsi suplemen herbal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/chaga-mushroom
Diakses pada 3 Juli 2021
Phytotherapy Research. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19367670/
Diakses pada 3 Juli 2021
Biomedicine & Pharmacotherapy. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28954386/
Diakses pada 3 Juli 2021
Mycobiology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3774877/
Diakses pada 3 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait