Cetirizine untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Apakah Aman?

(0)
Cetirizine untuk ibu hamil tidak dianjurkan pada trimester pertamaCetirizine untuk ibu hamil sebaiknya tidak dikonsumsi saat menginjak trimester pertama
Cetirizine untuk ibu hamil dan ibu menyusui keamanannya sering dipertanyakan. Pasalnya, ada anggapan bahwa zat obat bisa terserap masuk ke dalam ASI dan mengalir lewat plasenta sehingga memengaruhi pertumbuhan bayi.Secara umum, konsumsi obat tanpa pengawasan dokter terutama selama trimester pertama meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan dan cacat lahir pada janin. Sebab, trimester pertama merupakan fase pembentukan organ tubuh bayi.Jadi, amankah cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui?

Kegunaan cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui

Ibu hamil kerap gatal-garal
Berdasarkan temuan yang terbit pada Journal of Pharmacology & Pharmacotherapeutics, ibu hamil kerap mengalami gatal-gatal karena alergi. Cetirizine adalah obat alergi antihistamin. Histamin adalah zat kimia yang dilepaskan tubuh saat mengalami alergi sebagai upaya untuk melawan alergen. Cetirizine sebagai antihistamin bekerja dengan cara memblokir produksi histamin yang menyebabkan gejala alergi, seperti mata berair, hidung mampet, pilek, bersin-bersin, dan gatal-gatal.Ternyata, manfaat cetirizine tidak cuma untuk meredakan alergi. Penelitian yang terbit pada jurnal Annals of Pharmacotherapy menunjukkan, cetirizine mampu mengatasi muntah-muntah akibat morning sickness pada ibu hamil dan  meredakan nyeri terus-menerus pada payudara saat ibu sedang menyusui. 

Keamanan cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui

Cetirizine diberikan jika obat alergi lain tidak ampuh
Cetirizine kerap diberikan untuk mengatasi masalah saat hamil dan menyusui. Akan tetapi, sebenarnya berdasarkan penelitian yang terbit pada Journal of Pharmacology & Pharmacotherapeutics, obat antihistamin jenis chlorpheniramine dan tripelennamine lah yang terlebih dahulu direkomendasikan untuk ibu hamil.Namun, jika setelah lewat trimester pertama, ibu hamil tidak bisa menoleransi kedua obat ini ataupun tidak menunjukkan perbaikan gejala alergi yang berarti, cetirizine dapat diberikan.Riset yang diterbitkan pada jurnal Informa Healthcare menunjukkan, tidak ditemukan cacat lahir mayor pada bayi saat konsumsi cetirizine untuk ibu hamil pada trimester pertama.Temuan yang terbit pada jurnal Reproductive Toxicology juga menunjukkan tidak ada risiko bayi cacat lahir pada ibu hamil yang mengonsumsi cetirizine sebelum usia kehamilan lima minggu (setelah hari pertama haid terakhir) dan usia kehamilan sembilan minggu.Akan tetapi, cetirizine secara umum dikatakan aman untuk ibu hamil dan menyusui jika diberikan dengan resep dokter dan jangan dikonsumsi sembarangan.Ya, aturan pemberian dosisnya juga perlu dibedakan. Menurut temuan yang terbit pada jurnal Drugs and Lactation Database, cetirizine untuk ibu menyusui boleh dikonsumsi dalam dosis kecil. Dosis besar ataupun konsumsi yang terus-menerus mampu membuat bayi mengantuk.Penelitian ini juga melaporkan dosis cetirizine normal saat menyusui menyebabkan bayi mudah rewel dan menangis terus-menerus tanpa sebab jelas setelah minum ASI.Tidak hanya itu, obat antihistamin, seperti cetirizin, yang disuntikkan dalam dosis tinggi mampu menurunkan hormon prolaktin. Hormon ini mengatur produksi ASI. Akibatnya, ASI yang dihasilkan pun menjadi lebih sedikit. Guna mengurangi efek samping terserapnya cetirizine pada ASI, pilih cetirizine dalam bentuk obat tetes.

Risiko efek samping obat cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui

Sakit kepala muncul jika konsumsi cetirizine tidak sesuai aturan
Meski beberapa riset telah menemukan manfaat konsumsi obat cetirizine untuk ibu hamil maupun menyusui, obat cetirizine pun memiliki efek samping. Umumnya, efek samping obat cetirizine adalah rasa kantuk.Hanya saja, ada pula efek samping yang muncul jika seseorang tidak mengikuti petunjuk yang telah ditentukan. Inilah efek samping obat cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui:
  • Asam lambung.
  • Serdawa.
  • Adanya sensasi terbakar, seperti ada yang berjalan gatal, tertusuk-tusuk, mati rasa, dan kesemutan.
  • Kehilangan rasa atau perubahan rasa saat makan.
  • Tubuh terasa panas.
  • Sakit kepala.
  • Maag.
  • Produksi keringat meningkat.
  • Gangguan pencernaan.
  • Perut terasa tidak nyaman dan nyeri.

Aturan pakai cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui

Konsumsi cetirizine sehari sekali pada malam hari
Untuk menghindari efek samping cetirizine akibat tidak mengikuti petunjuk pemakaian, Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan (PIO Nas BPOM) telah menentukan aturan yang tepat. Aturan ini berlaku untuk orang dewasa, termasuk untuk ibu hamil dan menyusui.Aturan pakai obat cetirizine yang telah ditetapkan BPOM 10 mg per konsumsi. Dalam hal ini, cetirizine dikonsumsi sehari sekali pada malam hari bersama makanan.

Catatan dari SehatQ

Cetirizine untuk ibu hamil diketahui terbukti aman. Dalam hal ini, tidak ada efek yang membahayakan bagi perkembangan bayi. Meski demikian, obat ini tidak direkomendasikan saat fase trimester pertama. Selain efek cetirizine pada kehamilan muda, cetirizine juga memiliki dampak tertentu untuk ibu menyusui karena terserap dalam ASI dan air susu pun ikut berkurang.Jika Anda mengalami alergi pada trimester pertama dan ingin mengonsumsi cetirizine, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga di SehatQ. Download sekarang di Google Play dan Apple Store.
alergigatalibu hamil
Web MD. https://www.webmd.com/allergies/what-are-histamines (Diakses pada 06 Oktober 2020)United Kingdom National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/antihistamines/ (Diakses pada 06 Oktober 2020)Journal of Pharmacology & Pharmacotherapeutics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3356948/ (Diakses pada 06 Oktober 2020)Informa Healthcare. doi.org/10.1517/14740338.2014.970164 (Diakses pada 06 Oktober 2020)Reproductive Toxicology. doi.org/10.1016/j.reprotox.2008.05.053 (Diakses pada 06 Oktober 2020)Annals of Pharmacotherapy. doi.org/10.1345/aph.10160 (Diakses pada 06 Oktober 2020)University of New South Wales Medicine. https://embryology.med.unsw.edu.au/embryology/index.php/Timeline_human_development (Diakses pada 06 Oktober 2020)Drugs and Lactation Database https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501509/ (Diakses pada 06 Oktober 2020)Specialist Pharmacy Service. https://www.sps.nhs.uk/articles/which-oral-antihistamines-are-safe-to-use-whilst-breastfeeding/ (Diakses pada 06 Oktober 2020)Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan. http://pionas.pom.go.id/monografi/setirizin-hcl (Diakses pada 06 Oktober 2020)Drugs.com. https://www.drugs.com/sfx/cetirizine-side-effects.html (Diakses pada 06 Oktober 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait