Cermati Gejala Kanker Lambung yang Biasanya Baru Muncul di Stadium Lanjut

(0)
21 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gejala kanker lambung cenderung baru dirasakan pasien apabila kanker sudah masuk stadium lanjutPasien kanker lambung akan menunjukkan gejala gangguan pencernaan yang belum pernah dialami
Seperti organ lain, lambung juga dapat menjadi area tumbuhnya sel-sel kanker yang kemudian disebut dengan kanker lambung. Kanker lambung biasanya bermula pada sel penghasil mukus yang melapisi lambung dan disebut adenokarsinoma. Menjadi kanker yang sulit “terasa” di stadium awal, apa saja gejala kanker lambung

Apa saja gejala kanker lambung?

Berikut ini beberapa gejala kanker lambung yang patut diwaspadai:

1. Penurunan berat badan dan hilangnya nafsu makan dengan tiba-tiba

Penurunan nafsu makan dan berat badan menjadi salah satu gejala kanker lambung yang paling mengkhawatirkan. Berat badan bisa turun dengan mendadak walau Anda tidak sedang menjalani diet.

2. Merasa kenyang lebih cepat

Ciri kanker lambung lainnya yakni perut merasa kenyang lebih cepat. Kondisi ini bisa terjadi walau asupan makan Anda masih sedikit. 

3. Darah di feses

Kanker lambung dapat memicu keluarnya darah bersama feses. Penderita kanker ini juga mungkin mengalami muntah darah.

4. Perubahan kebiasaan buang air besar

Salah satu gejala kanker lambung adalah sering BAB atau malah sembelit
Perubahan kebiasaan BAB bisa jadi salah satu gejala kanker lambung
Gejala kanker lambung lainnya adalah perubahan dalam kebiasaan buang air besar. Penderitanya juga mungkin untuk mengalami diare berulang kali atau sembelit yang tidak biasa.

5. Masalah pencernaan yang tak kunjung sembuh

Penderita kanker lambung juga akan menunjukkan gejala berupa masalah pencernaan yang tak kunjung sembuh. Misalnya, penderitanya terus mengalami mual atau rasa tak nyaman pada perut yang berlangsung selama beberapa hari. 

6. Tubuh kelelahan secara berlebihan

Tubuh lelah bisa terjadi akibat berkurangnya darah dari tubuh serta penurunan berat badan yang tidak biasa. Kehilangan darah juga dapat menyebabkan anemia yang membuat tubuh menjadi lelah berlebihan.

7. Menderita gangguan pencernaan yang belum pernah dialami sebelumnya

Pasien kanker lambung akan menunjukkan gejala gangguan pencernaan yang belum pernah dialami, seperti isi lambung yang naik ke kerongkongan.Gejala kanker lambung seringkali baru terasa setelah kanker masuk ke fase-fase lanjut. Artinya, banyak kasus kanker lambung baru diketahui bukan pada stadium-stadium awal. 

Penyebab dan faktor risiko kanker lambung

Secara umum, kanker disebabkan oleh mutasi yang terjadi pada DNA sel. Mutasi tersebut menyebabkan sel tumbuh, membelah, dan terus berkembang di saat sel normal mati. Sel kanker yang terakumulasi membentuk tumor yang dapat menyerang jaringan lain di dekatnya. Pada akhirnya, sel kanker dapat lepas dan berpindah ke berbagai organ tubuh.Proses pertumbuhan sel-sel kanker lambung di atas terjadi dengan lambat. Kanker lambung menjadi salah satu jenis kanker yang butuh bertahun-tahun untuk berkembang.Beberapa kondisi juga dapat menjadi faktor risiko kanker lambung. Faktor risiko kanker lambung tersebut, termasuk:
  • Menderita penyakit asam lambung atau GERD
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Memiliki pola makan yang tinggi makanan asin dan makanan yang diasapkan
  • Memiliki pola makan rendah buah dan sayuran
  • Memiliki keluarga dengan riwayat riwayat kanker lambung
  • Menderita infeksi bakteri Helicobacter pylori
  • Mengalami peradangan lambung yang terjadi dalam waktu yang lama
  • Menderita anemia pernisiosa, yakni anemia akibat kekurangan vitamin B12
  • Merokok
  • Memiliki polip lambung

Penanganan kanker lambung

Apabila Anda mengalami gejala kanker lambung di atas, Anda disarankan untuk segera menemui dokter untuk menjalankan diagnosis. Apabila hasil diagnosis menunjukkan Anda menderita kanker lambung, penanganan berikut ini akan ditawarkan dokter: 

1. Operasi

Apabila kanker lambung pada pasien belum menyebar, dokter dapat melakukan operasi untuk mengangkat bagian lambung (dan esofagus) tempat munculnya kanker. Selain itu, nodus limfa di sekitar area kanker juga akan diangkat oleh dokter. Pada beberapa pasien, operasi akan dilakukan untuk mengangkat semua bagian lambung. Esofagus kemudian akan disambungkan langsung ke usus halus oleh dokter. Pada stadium-stadium lanjut, dokter juga mungkin menawarkan operasi untuk meredakan gejala kanker lambung pada pasien. Walau operasi tidak bersifat menyembuhkan, tindakan ini dapat mengurangi gejala dan membuat pasien sedikit lebih nyaman.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan pancaran energi berenergi tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi dapat dilakukan sebelum operasi (disebut radiasi neoadjuvan) untuk mengecilkan tumor sehingga lebih mudah diangkat – atau dilakukan setelah operasi (disebut radiasi adjuvan) untuk membunuh sel kanker yang mungkin tertinggal di area sekitar esofagus atau lambung pasien.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah penanganan kanker menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien dan membunuh sel kanker yang mungkin telah menyebar ke luar lambung.Seperti terapi radiasi, kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi maupun sesudah operasi. Kemoterapi juga sering dikombinasikan dengan terapi radiasi. Pada kasus yang parah, kemoterapi juga mungkin diberikan untuk meredakan gejala kanker lambung pada penderitanya.

4. Imunoterapi

Kanker lambung berpotensi dapat diatasi dengan imunoterapi. Tindakan ini bertujuan untuk mendorong sistem imun agar mampu menyerang dan membunuh sel kanker. Imunoterapi merupakan salah satu terobosan baru dalam penanganan kanker.

Menurunkan risiko kanker lambung

Seperti kanker lain, kanker lambung juga tidak dapat dicegah. Namun, beberapa langkah hidup sehat dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kanker lambung. Beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:
  • Berolahraga. Berolahraga teratur dikaitkan dengan penurunan risiko kanker lambung.
  • Banyak konsumsi buah dan sayuran.
  • Kurangi konsumsi makanan bergaram dan makanan yang diasapkan.
  • Berhenti merokok dan menjauhi rokok.
  • Menjalankan endoskopi berkala sebagai diagnosis kanker lambung secara berkala. Dokter juga mungkin meresepkan obat-obatan apabila Anda mengidap penyakit yang menaikkan risiko kanker lambung.

Catatan dari SehatQ

Gejala kanker lambung cenderung baru dirasakan pasien apabila kanker sudah masuk stadium lanjut. Untuk itu, jika Anda dekat dengan faktor-faktor risiko kanker lambung di atas, Anda bisa menanyakan pada dokter untuk menjalani diagnosis penyakit ini secara berkala.
asam lambungkanker lambungmasalah pencernaangerdnafsu makankelelahan
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/7-potential-warning-signs-of-stomach-cancer
Diakses pada 8 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/gastric-cancer
Diakses pada 8 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stomach-cancer
Diakses pada 8 September 2020
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/stomach-cancer
Diakses pada 8 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait