Hamil di Luar Kandungan, Kenali Ciri dan Dampaknya Bagi Kesehatan


Hamil di luar kandungan terjadi akibat sel telur yang sudah dibuahi tidak menempel di rahim. Kondisi ini ditandai dengan adanya nyeri pada perut bagian bawah dan pendarahan.

(0)
02 Oct 2019|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hamil di luar kandungan adalah sel telur yang telah dibuahi tidak menempel di rahimHamil di luar kandungan adalah sel telur yang sudah dibuahi tidak berada di rahim
Hamil di luar kandungan merupakan istilah medis untuk kejadian zigot berkembang dan menempel di saluran telur (tuba falopi) alih-alih di rahim.Kondisi hamil di luar kandungan adalah nama yang umum digunakan dari istilah kehamilan ektopik.Saluran tuba falopi sebenarnya berfungsi untuk menghubungkan ovarium hasil pembuahan dengan rahim.Namun, ada juga kasus-kasus kehamilan ektopik yang berlokasi di indung telur, leher rahim, bahkan rongga perut. 

Apa ciri-ciri hamil di luar kandungan?

Sakit perut bagian bawah di salah satu sisi pertanda hamil di luar kandungan
Sakit perut bagian bawah di salah satu sisi pertanda hamil di luar kandungan
Gejala hamil di luar kandungan bisa saja sama dengan kehamilan normal pada tahap awal, kemudian ditambah gejala penyerta lainnya.Mari simak penjelasannya di bawah ini.

1. Gejala kehamilan normal

Pada awalnya, perempuan yang mengalami kondisi ini akan mengalami gejala-gejala normal dari kehamilan.Misalnya, haid yang tidak datang, pembengkakan payudara, dan mual-mual. 

2. Gejala penyerta

Gejala awal pun bisa disertai rasa tidak nyaman di panggul dan pendarahan ringan dari vagina.Ciri-ciri hamil di luar kandungan yang mungkin timbul adalah sakit perut dan gejala-gejala yang mirip gangguan pencernaan.Gejala-gejala spesifik tergantung dari lokasi perdarahan dan saraf apa yang terpengaruh.Ciri-ciri hamil di luar kandungan lainnya yang bisa Anda rasakan adalah
  • Rasa nyeri pada perut bawah pada salah satu sisi
  • Rasa tertekan pada rektum saat BAB
  • Sensasi tidak nyaman ketika buang air kecil.
  • Nyeri bahu
  • Telapak kaki dan tangan terasa dingin
  • Pandangan kunang-kunang
  • Tubuh terlihat pucat
  • Detak jantung sangat kencang.
Apabila terjadi ciri-ciri hamil di luar kandungan berupa pendarahan, Anda harus mendapatkan penanganan secepat mungkin. Untuk itu, segera bawa ke rumah sakit terdekat.

Apa potensi bahaya akibat kehamilan di luar kandungan?

Tuba falopi bisa robek dan menyebabkan pendarahan jika kehamilan ektopik tidak ditangani
Tuba falopi bisa robek dan menyebabkan pendarahan jika kehamilan ektopik tidak ditangani
Kehamilan yang terjadi di luar kandungan harus diakhiri karena membawa risiko yang mengancam nyawa.Jaringan tempat sel telur menempel bisa robek dan menyebabkan perdarahan berat hingga kematian jika tidak segera ditangani. Apabila hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik tidak segera terdeteksi dan menyebabkan perdarahan, tanda-tanda kehamilan yang berbahaya dan mengancam nyawa penderita meliputi:
  • Sakit perut hebat.
  • Kepala terasa sangat ringan seperti mau pingsan.
  • Pingsan.
  • Syok. 

Bagaimana cara mendeteksi dan menangani kehamilan ektopik?

USG abdominal berguna untuk mendeteksi kehamilan ektopik
Gejala kondisi bisa mulai muncul sejak usia kehamilan 4 hingga 12 minggu atau lebih. Gejalanya juga mungkin terasa sebelum kehamilan diketahui.Jika demikian, dokter akan melakukan tes darah untuk mendeteksi hormon hCG yang menunjukkan adanya kehamilan. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG kehamilan) abdominal atau transvaginal, untuk memastikan lokasi kehamilan atau perdarahan akibat komplikasi kehamilan ini secara tepat. Tergantung dari usia kehamilan saat terdeteksi dan apakah ada komplikasi atau tidak, beberapa pilihan penanganan kehamilan di luar kandungan berikut bisa dilakukan: 
  • Memberikan obat untuk mengakhiri kehamilan dan membiarkan jaringan sisa kehamilan diserap kembali oleh tubuh.
  • Melakukan operasi untuk pengangkatan, memperbaiki jaringan tubuh yang robek, dan menghentikan perdarahan.

Apakah hamil di luar kandungan bisa dideteksi dengan test pack?

Hamil di luar kandungan terdeteksi positif dengan test pack
Hamil di luar kandungan terdeteksi positif dengan test pack
Meski tidak terjadi di dalam rahim, tubuh mendeteksi komplikasi ini tetap sebagai kehamilan.Jadi, saat komplikasi ini muncul, tubuh pun tetap memproduksi hormon kehamilan atau hormon hCG.Jadi, apakah hamil di luar kandungan bisa di test pack? Ya, bisa. Hasil test pack positif, tapi seolah-olah haid.Hal ini dikarenakan test pack mendeteksi adanya hormon hCG di dalam urine.

Penyebab kehamilan ektopik dan faktor risikonya

Penyebab kehamilan ektopik tidak diketahui secara pasti. Semua perempuan dalam golongan usia reproduktif bisa saja mengalami kehamilan di luar kandungan.Namun, komplikasi kehamilan ini erat kaitannya dengan rusaknya tuba falopi. Kerusakan ini disebabkan oleh:
  • Kondisi bawaan lahir
  • Hormon yang tidak seimbang
  • Perkembangan alat reproduksi abnormal
  • Radang pada tuba falopi akibat tindakan medis atau infeksi.
Sementara, menurut riset terbitan BMJ Sexual and Reproductive Health, faktor risiko hamil di luar kandungan adalah:

1. Pernah mengalami kehamilan ektopik

Wanita yang pernah mengidap kehamilan di luar kandungan memiliki risiko untuk kembali mengalaminya.

2. Hamil pada usia yang lebih tua

Risiko akan meningkat bila usia ibu saat hamil antara 35 hingga 44 tahun. 

3. Pernah menjalani perawatan kesuburan

Pada program bayi tabung, ada risiko komplikasi kehamilan ini karena proses transfer embrio. Embrio yang dimasukkan ke rahim dapat bergerak dan berpindah ke tuba falopi pada fase implantasi. 

4. Mengalami radang panggul

Sebagai contoh, risiko akan meningkat pada wanita yang pernah menderita infeksi di tuba falopi akibat penyakit menular seksual (seperti klamidia atau gonore).

5. Pernah menjalani operasi pada perut

Operasi pada tuba falopi, operasi Caesar, atau operasi usus buntu bisa meningkatkan kemungkinan munculnya kondisi ini.

6. Mengalami kelainan pada struktur tuba falopi

Struktur tuba falopi yang abnormal bisa saja membuat sel telur kesulitan melewatinya, sehingga menempel.

7. Menderita endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana lapisan yang seharusnya tumbuh pada dinding rahim malah tumbuh di organ lain, dan tetap menebal serta meluruh di setiap siklus haid.

 8. Menggunakan KB spiral atau IUD

Penggunaan IUD meningkatkan risiko hamil di luar kandungan
Penggunaan IUD meningkatkan risiko hamil di luar kandungan
Penggunaan alat kontrasepsi yang dimasukkan dalam rahim ini dapat meningkatkan risiko kehamilan yang terjadi berada di luar kandungan.Namun, alasan di baliknya belum diketahui hingga kini. 

9. Mengonsumsi pil KB progesteron

Jenis pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron ini akan memengaruhi kelenturan tuba falopi sehingga sel telur yang sudah dibuahi bisa saja lebih mudah menempel di tuba falopi.

10. Memiliki kebiasaan merokok

Merokok akan meningkatkan kadar protein PROKR1 di tuba falopi. Protein ini sangat berperan dalam proses implantasi sel telur yang sudah dibuahi ke dinding rahim.Jika kadar protein PROKR1 terlalu tinggi di tuba falopi, ada risiko sel telur yang sudah dibuahi malah melekat di dinding tuba falopi.

Catatan dari SehatQ

Hamil di luar kandungan adalah kondisi yang tidak bisa dicegah. Setelah mengalami kehamilan ektopik, 65 persen perempuan masih bisa hamil normal dalam waktu 18 bulan.Bahkan, 85 persen mengalami kehamilan normal dalam waktu dua tahun setelah mengalami komplikasi ini.Segera ke dokter kandungan bila Anda mengalami ciri-ciri hamil di luar kandungan.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait komplikasi kehamilan, Anda juga bisa chat dokter gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehamilankehamilan ektopikhamiltes kehamilanmasalah kehamilanpemeriksaan kehamilanibu hamil
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes/syc-20372088
Diakses pada 2 0ktober 2019
Ectopic Pregnancy Trust. https://ectopic.org.uk/patients/reasons-for-an-ectopic-pregnancy/
Diakses pada 2 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/ectopic-pregnancy#risk-factors
Diakses pada 2 Oktober 2019
BMJ Sexual and Reproductive Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3213855/
Diakses pada 23 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait